Friday, 15 August 2014

15 Agustus 2014 - Menjadi Pengikut-Nya

Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.'”



Sebagai Murid Kristus sudakah kita menjadi pengikut-Nya yang MAU / RELA menyang-kal diri, memikul salib & mengikut DIA?? Pengikut yang setia / berkualitas adalah Pengikut yang Kuat menghadapi berbagai tantangan & tetap melayaniNya apapun yang terjadi J

Respon 1 :

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mazmur 100:2-3)

Respon 2 :

Mazmur 73:21-23, Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. SAAT BIMBANG. Bacaan: Mazmur 73:1-5, 21-26. “Aku memanggil-Mu, ingin bergantung pada-Mu, tetapi Engkau tak menjawab. Aku sendirian. Di mana imanku? Yang ada hanya kehampaan dan kegelapan.” Demikianlah Ibu Teresa menuliskan salah satu suratnya. Ketika surat-surat pribadinya dipublikasikan. Orang kaget. Tak habis pikir, bagaimana mungkin seorang rohaniwan ter-kenal seperti dia bisa mengalami kebim-bangan hidup? Bahkan, meragukan imannya? Bukankah dunia mengenalnya sebagai tokoh yang begitu mencintai Tuhan dan sesama? Hal ini tidak mengherankan. Pemazmur pun pernah bimbang akan kehadiran Tuhan. “Seperti hewan aku di dekat-Mu,” katanya. Anjing peliharaan hanya paham beberapa instruksi tuannya. Pengertiannya terbatas sekali. Tak bisa ia memahami maksud sang tuan sepenuhnya. Seperti itulah kondisi pemazmur. Ia tak mengerti, mengapa Tuhan membiarkan orang jahat hidup enak dan jaya. Ia yang hidup bersih justru 'nyaris tergelincir'. Namun ia bertekad, “aku tetap didekat-Mu”. Itulah yang membuatnya tetap bertahan di masa bimbang. Akhirnya, pelan-pelan Tuhan membukakan rencana-Nya dan membuat ia mengerti maksud-Nya. Saat hidup tampak tidak adil, bisa jadi kita pun bimbang. Merasa Tuhan  seolah-olah  tak  ada dan tak berkuasa. Kita meragukan pimpinan-Nya. Ini wajar. Tiap orang percaya pernah mengalaminya. yang penting bagaimana sikap kita ketika menjalani masa itu. Dalam kebimbangan, Ibu Teresa tetap giat melayani sesama. Pemazmur memilih tetap mendekat pada Tuhan. Kita pun dapat memilih untuk tetap ada di jalan-Nya, sekalipun ada saat di mana hadir-Nya tidak nyata terasa
-MATAHARI SELALU ADA SEKALIPUN AWAN MENUTUPINYA TUHAN SELALU ADA SEKALIPUN MASALAH KITA MENUTUPINYA. Selamat pagi. Jesus bless you all.
 

JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment