Sebagai Murid Kristus
sudakah kita menjadi pengikut-Nya yang MAU / RELA menyang-kal diri,
memikul salib & mengikut DIA?? Pengikut yang setia / berkualitas adalah
Pengikut yang Kuat menghadapi berbagai tantangan & tetap melayaniNya apapun
yang terjadi J
Respon
1 :
Beribadahlah
kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah
kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mazmur 100:2-3)
Respon
2 :
Mazmur
73:21-23, Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,
aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap
di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. SAAT BIMBANG. Bacaan: Mazmur
73:1-5, 21-26. “Aku memanggil-Mu, ingin bergantung pada-Mu, tetapi Engkau tak
menjawab. Aku sendirian. Di mana imanku? Yang ada hanya kehampaan dan
kegelapan.” Demikianlah Ibu Teresa menuliskan salah satu suratnya. Ketika
surat-surat pribadinya dipublikasikan. Orang kaget. Tak habis pikir, bagaimana
mungkin seorang rohaniwan ter-kenal seperti dia bisa mengalami kebim-bangan
hidup? Bahkan, meragukan imannya? Bukankah dunia mengenalnya sebagai tokoh yang
begitu mencintai Tuhan dan sesama? Hal ini tidak mengherankan. Pemazmur pun
pernah bimbang akan kehadiran Tuhan. “Seperti hewan aku di dekat-Mu,” katanya.
Anjing peliharaan hanya paham beberapa instruksi tuannya. Pengertiannya
terbatas sekali. Tak bisa ia memahami maksud sang tuan sepenuhnya. Seperti
itulah kondisi pemazmur. Ia tak mengerti, mengapa Tuhan membiarkan orang jahat
hidup enak dan jaya. Ia yang hidup bersih justru 'nyaris tergelincir'. Namun ia
bertekad, “aku tetap didekat-Mu”. Itulah yang membuatnya tetap bertahan di masa
bimbang. Akhirnya, pelan-pelan Tuhan membukakan rencana-Nya dan membuat ia
mengerti maksud-Nya. Saat hidup tampak tidak adil, bisa jadi kita pun bimbang.
Merasa Tuhan seolah-olah tak ada
dan tak berkuasa. Kita
meragukan pimpinan-Nya. Ini wajar. Tiap orang percaya pernah mengalaminya. yang
penting bagaimana sikap kita ketika menjalani masa itu. Dalam kebimbangan, Ibu
Teresa tetap giat melayani sesama. Pemazmur memilih tetap mendekat pada Tuhan.
Kita pun dapat memilih untuk tetap ada di jalan-Nya, sekalipun ada saat di mana
hadir-Nya tidak nyata terasa
-MATAHARI SELALU ADA SEKALIPUN AWAN MENUTUPINYA
TUHAN SELALU ADA SEKALIPUN MASALAH KITA MENUTUPINYA. Selamat pagi. Jesus bless
you all.
No comments:
Post a Comment