Kitab Mazmur sering disebut sebagai Kitab Pujian dalam Alkitab, mengarahkan kita pada Kasih & Kesetiaan Tuhan yang luar biasa bagi setiap hidup kita. Kitab Mazmur diakhiri dengan sebuah ajakan untuk terus menerus memuji Tuhan! Puji-pujian kepada Tuhan akan muncul dengan sendirinya saat kita menghitung berkat-berkatNya dalam hidup kita, amin!
Respon
1
Mulailah
bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau! Arise and work! The Lord be with you
(1 Tawarikh 22:16).
Respon
2
Maz
96:4, “Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, IA lebih dahsyat dari pada
segala allah!” Hari-hari ini banyak berita-berita mengerikan. Jangan takut..
YESUS sangat DAHSYAT. Bisa menolong kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon
3
The
more my trust rests in God, the less I trust myself. Semakin besar kepercayaan
saya bersandar kepada Tuhan, semakin berkurang ketergantungan saya kepada diri
saya sendiri. Yeremia 17:5, “Beginilah firman TUHAN: 'Terkutuklah orang yang
mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada
TUHAN!'”
Kita sering melihat orang pandai dan berpendidikan tinggi ada dirumah sakit
jiwa, kenapa itu bisa terjadi? Orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri
mudah sombong, tapi orang yang rendah hati senantiasa bersandar pada Tuhan.
Kekuatan kita tidak seberapa, tanpa Tuhan kita tidak akan sanggup untuk
melakukan apapun. Wahyu 3:8, “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah
membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa
kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak
menyangkal nama-Ku.”GBU.
Respon
4
RENUNGAN
PAGI. Selasa, 05 Agustus 2014. “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah
kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik,sedangkan kamu sendiri jahat? Karena
yang diucapkan mulut meluap dari hati.” (Matius 12:34) Ya, yang
diucapkan
mulut
meluap dari hati. Jadi dari semua yang kita ucapkan, dari setiap kata-kata
kita, mari kita coba renungkan. Bagaimana isi hati kita?Adakah kita sudah
memiliki hati yang baru? Tuhan Yesus Memberkati.

No comments:
Post a Comment