Kita tinggal ditengah kegelapan
dunia yang sangat butuh untuk melihat Terang Kristus. Kita dipanggil untuk
memancarkan Cahaya Kebenaran Allah agar orang lain dapat diarahkan kepada Satu
Pribadi yang menebus manusia & menjadi jalan menuju kebebasan &
kehidupan sejati! Sudahkah kita menjadi Terang Dunia dengan memancarkan Terang
Kristus? Sudahkah kita menuntun jiwa-jiwa untuk datang kepada Yesus yang
merupakan Jalan, Kebenaran dan Hidup? Yoh 14:6, “Kata Yesus kepadanya:
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak
ada seorang-pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Respon
1 :
Jangan
menoleh kebelakang. Kehidupan adalah sebuah perjalanan. Ada lembah yang harus
dilewati, ada gunung yang harus didaki, ada sungai yang harus diseberangi, ada
jalan yang lurus, ada jalan yang berliku-liku, ada jalan yang penuh kerikil
& batu, dimana kita bisa jatuh, tersandung & ada kalanya babak belur.
Ada saatnya kita berhenti sejenak untuk beristirahat & mengevaluasi
perjalanan kita. Tetapi seberapapun sulitnya perjalanan kita, Tuhan Yesus
berpesan untuk “janganlah menoleh ke belakang”. Luk 9:62, “Tetapi Yesus
berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke
belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Apa yang di-maksud dengan 'jangan
menoleh ke belakang', di sini artinya ialah: 1.) Jangan melihat kembali
kepada dosa-dosa kita yang telah diampu-ni-Nya (1 Yoh 1:9). 2.) Jangan menoleh
kepada kegagalan di masa lalu sehingga membuat kita merasa sebagai orang yang
gagal. 3.) Jangan menoleh pada konflik atau perselisihan yang lama, sehingga
menimbulkan kepa-hitan (Ibr12:15b). 4.) Jangan melihat kepada keberhasilan masa
lalu sehingga kita merasa bahwa kita sudah mencapai seluruhnya. So, apapun
kondisi kita saat ini jangan pernah 'menoleh kebelakang' tapi tetap arahkan
pandangan kita ke depan karena sesuatu yang baru akan di buatNya. “Jangan
ingat-ingat hal-hal yang dahulu... Lihat Aku hendak membuat sesuatu yang
baru...” (Yes 43:18-19). Semoga kita semua dengan pertolongan-Nya dapat tetap
berlari untuk memenuhi panggilan sorgawi yang mulia. Selamat pagi. Gbu all.
Respon
2 :
1 Yoh 1:2b, “kami bersaksi dan memberitakan
kepada
kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah
dinyatakan kepada kami.” Kesaksian kita berpengaruh pada kehidupan orang lain.
Apa yang sudah kita saksikan dalam hidup kita? Kesaksian bukan hanya omongan
tapi kesaksian yang paling dahsyat adalah kesaksian hidup. Apakah hidup kita
ini sudah menjadi kesaksian yang menggambarkan Kristus? Apa yang diomongkan
harus sesuai dengan tinda-kan. Contohnya gini: kita ngomong tentang
pengampunan, tapi begitu ada gesekan dengan teman, langsung nggak mau ketemu,
nggak mau ngomong. Nah, ini mana yang bisa dilihat. Omongan atau tindakan?
Belajar menyelaraskan omongan dengan tindakan supaya kesaksian kita bisa
memberkati dan mengubah hidup orang lain untuk membawa-nya pada Kristus.
Respon
3 :
Gelap tidak bisa melenyapkan
gelap, hanya
terang
yang bisa. Benci tidak bisa melenyapkan benci, hanya kasih yang bisa.
Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
(Amsal 10:12) Love never fails.
Respon
4 :
Yak
3:16, Sebab di mana ada iri hati & me-mentingkan diri sendiri di situ ada
kekacauan & segala macam perbuatan jahat. Sudahlah STOP iri hati &
kepentingan pribadi biar damai & baik hidup kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Malang.
No comments:
Post a Comment