Apa yang menjadi dasar
hidup kita untuk berbagi kasihNya kepada sesama? Biarlah pikiran & perasaan
yang ada di dalam Kristus Yesus itu yang akan menjadi dasar hidup kita
dalam berfellowship / berkomunitas, sehingga kita dijauhkan dari
perasaan iri hati, perpecahan, dll, sehingga dapat maju bersama untuk
memuliakan Tuhan & melayani dengan setia! Build A Better Future
Together!
Respon 1 :
Hurt People Hurt People. Orang yang TERSAKITI akan
MENYAKITI orang lain pula. Dalam buku berjudul Hurt People Hurt People,
dikatakan bahwa orang yang hatinya terluka cenderung dia juga akan melukai
orang lain. Pernahkah Anda menjumpai seorang yang kata-katanya pedas, sering
menyakiti orang lain atau tidak bisa memperlakukan orang lain dengan baik? Ada
orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak
mendatang-kan kesembuhan (Ams12:18). Jika kita menyelidiki lebih dalam,
biasanya orang itu hatinya pernah mengalami 'luka' yang cukup dalam. Coba
periksalah dalam hidup kita, jika ada luka yang belum sembuh dalam hati kita,
maka kita pun akan gampang sekali melukai orang lain, baik melalui perkataan,
atau sikap kita. Itu sebabnya Amsal menulis betapa pentingnya menjaga hati kita
dengan segala kewaspadaan (Ams.4:23). Akibat dari hati
yang terluka, maka
seseorang cenderung akan suka melukai orang lain, terutama terhadap orang-orang
yang tidak ia sukai. Lawan dari 'hurt-people' adalah 'healed-people', orang
yang telah dipulihkan hatinya juga akan menularkan pemulihan bagi orang yang
berada disekitarnya. Perhatikanlah baik-baik, apabila suatu saat, kita
tiba-tiba saja berlaku tidak baik, mengeluarkan kata-kata yang menyakit-kan,
mengkritik orang lain, sehinggga melukai hatinya, maka kita perlu segera
memeriksa keadaan hati kita, sebab itu menunjukkan bahwa ada luka-luka dalam
diri kita yang perlu segera dibereskan / disembuhkan. Selama itu belum
mengalami pemulihan, maka kita akan selalu melukai orang lain lagi. Sebaliknya,
jika hati kita 'sehat' maka kita akan menularkan hal-hal sehat pula kepada
orang yang ada disekitar kita. (Tit.1:15) Bagi orang suci semuanya suci; tetapi
bagi orang najis & bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci,
karena baik akal maupun
suara
hati mereka najis. Mari akui segala kelemahan kita dihadapan Tuhan, agar IA
menyembuhkn hati kita & membalut luka-luka kita. Maz 147:3, “Ia
menyembuhkan orang-orang yang patah hati & membalut luka-luka mereka.”
Hanya Tuhanlah yang mampu menyembuhkan & memulihkan hati kita. Ams 15:15, “Hari
orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu
berpesta.”
Respon
2 :
Minggu, 10 Agustus 2014. Bacaan: Yohanes 9:1-7.
Setahun: Yesaya 47-51. Nats: Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi
supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia (Yohanes 9:3).
MENANGGAPI MUSIBAH. Menurut Anda, kenapa seseorang bisa sakit atau cacat fisik?
Orang awam mungkin menjawab: kurang olah raga, salah pola makan, kecelakaan.
Namun, ada pula orang sok rohani yang menghubungkannya
dengan dosa dan kutukan.
Jacqlien Celosse, penyanyi rohani yang terkenal energik, mengalaminya ketika
terkena penyakit kikuchi fujinomoto selama empat tahun (2008-2012).
Benjolan yang muncul di sekitar leher, serangan demam, sakit tenggorokan, dan
gangguan lain sungguh membuatnya tersiksa. Nyatanya, tidak semua orang
bersimpati padanya, sebagian malah melontarkan berbagai pendapat 'miring':
Jacqlien terkena kutuk lah, Jacqlien pasti sudah berbuat dosa lah, dan
sebagainya. Kini Jacqlien telah pulih dan aktif menjadi penginjil mendampingi
suaminya. Bagaimana jika kita yang mengalami peristiwa menyakitkan hati itu?
Kita sering bertindak sebagai pengamat dan tidak memberikan tanggapan yang
sepatutnya. Sama seperti murid Yesus ketika memandang orang yang buta sejak
lahirnya itu. Mereka memandang sesuai dengan nalar mereka: pasti karena orang
itu atau orangtuanya berbuat dosa. Tetapi,
Yesus berpikir lain. Selalu ada
kemungkinan
lain setiap kali ada musibah atau kemalangan terjadi. Apakah itu? Allah ingin
menyatakan kemahakuasaan-Nya. Dari kasus Jacqlien, kita belajar untuk
berhati-hati dalam menanggapi saudara kita yang tengah ditimpa musibah.
Daripada berspekulasi, mengapa kita tidak membesarkan hati dan mendukungnya
semampu kita? Mari mengembangkan daya empati dan simpati kita.
--Reza M.
Adipratama. ORANG SAKIT DAN CACAT TIDAK MEMERLUKAN KOMENTAR KITA; MEREKA
MENANTI-KAN DUKUNGAN KITA.
No comments:
Post a Comment