Dibutuhkan
KEMAUAN untuk terlibat, tetapi dibutuhkan KEPUTUSAN untuk berkomitmen dalam
sebuah Pelayanan! Apakah kita sudah terlibat dalam suatu Pelayanan? Apakah kita
juga sudah berkomitmen untuk tetap melayani sekalipun? Jadilah orang yang
berkomitmen (melayani dengan kesungguhan hati, melakukan yang terbaik,
berintegritas) & bukan hanya sekedar “terlibat” dalam sebuah Pelayanan!
Amin.
Respon
1 :
Neh
8:11, “Jangan kamu bersusah hati, sebab SUKACITA karena TUHAN itulah PERLINDUNGANmu!”
Ayoo hidup di dunia cuma 1 kali... Pilih sukacita sama TUHAN. Jangan susah!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon
2 :
Neh
8:11, “Jangan kamu bersusah hati, sebab SUKACITA karena TUHAN itulah
PERLINDUNGANmu!” Ayoo hidup di dunia cuma 1 kali... Pilih sukacita sama TUHAN.
Jangan susah! Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi semangat yang
patah mengeringkan tulang. Amin :)
Respon
3 :
Cik,
memang bagi kita yang sudah terlibat pelayanan, mempertahankan komitmen sangat
diperlukan. Dengan komitmen membuat kita bisa melayani dengan menyala-nyala
yang membuat kemauan kita dengan otomatis pasti akan mengikuti komitmen kita.
Selamat melayani Cik. Gbu too.
Respon
4 :
Supaya
kamu dibarui di dalam roh dan pikiranmu (Efesus 4:23). KEDEWASAAN KARAKTER.
Anthony de Mello menuturkan kisah sebuah biara yang semula penuh, namun kini
penghuninya tinggal enam biarawan tua. Mereka prihatin dan merasa tidak berdaya
mengembalikan kejayaan biara itu. Mereka memutuskan meminta nasihat pada orang
bijak. Betapa kecewanya mereka ketika orang bijak itu hanya mengatakan,
“Seorang di antara kalian adalah Mesias.” Mereka putus asa, namun mulai
bertanya-tanya, “Apa maksudnya seorang di antara kita adalah Mesias? Bila
memang ada Mesias, siapakah dia?” Keenam biarawan ini mulai berhati-hati dalam
bersikap, berperilaku, dan berbicara satu sama lain. Pelan-pelan perubahan ini
memikat banyak orang sehingga kemudian seorang pemabuk bergabung dengan mereka.
Demikian seterusnya hingga biara itu kembali penuh. Karakter yang bertumbuh
menuju kedewasaan!
Itulah yang seharusnya terjadi dalam hidup orang percaya. Kitab Efesus
menjelaskan kepada kita bahwa hidup dan karakter kita sama sekali berbeda sejak
kita mengenal Kristus. Orang yang mengenal Kristus tidak lagi mengerjakan
hal-hal yang sia-sia dan bahkan meninggalkannya (ay. 17-19). Kehidupan sebagai
manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Tuhan ini akan tampak nyata dalam
diri orang percaya. Berkaca dari ayat 25-32, periksalah dengan saksama hidup
kita: Sebagai seorang yang mengenal Kristus, apakah karakter kita bertumbuh
selaras dengan nasihat firman Tuhan dan karakter itu menjadi ciri khas hidup
kita? Kiranya karakter kita menjadi kesaksian yang baik bagi sesama. KARAK-TER
ILAHI SEMAKIN BERTUMBUH SEIRING DENGAN PENGENALAN KITA AKAN FIRMAN-NYA. Selamat
pagi. JBU.
Respon 5 :
Saat diri gentar menghadapi pergumulan dan pencobaan,
ingatlah JanjiNya (Ibrani 13:5) - Rev. John Hartman.
Respon 6 :
Syalom. Amin... “Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu,
sebab Engkau menjawab aku.” (Mazmur 86:7). Terima kasih Ibu Siu, selamat siang
TUHAN memberkati.
No comments:
Post a Comment