Filipi 2:1-3, “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada
penghiburan kasih, ada perseku-tuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,
dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan
sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati
yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.”
Sudahkah dalam perseku-tuan / komsel kita saling menasihati, saling menghibur,
saling mengasihi, sehati sepikir & rendah hati?? Jadikan Firman Tuhan dasar
dari Persekutuan kita niscaya persekutuan tetap langgeng bahkan Bermultiplikasi.
Respon
1 :
Respon
2 :
It
is vain to trust the creatures; it is wise to trust the Creator. Sia-sialah
untuk bergantung
kepada
yang diciptakan; bijaksana untuk bergantung kepada Sang Pencipta. Amsal 17:9,
“Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit
perkara, menceraikan sahabat yang karib.” Bila kita tidak suka ditegur atau
dikritik, mudah frustrasi dan merasa jengkel lalu menjauh dari siapa saja dan
cenderung menyendiri itu sebuah gejala perfeksionis. Perasaan selalu dan merasa
benar, ingin selalu sempurna merusak hubungan kita dengan siapa saja, bahkan
dengan Tuhan sekalipun. Hanya orang yang merasa kurang yang menyadari bahwa
Tuhanlah yang selalu menyempurnakan hidupnya, tanpa Tuhan semuanya menjadi sia
sia. Dunia bukan milik pribadi, tanpa keluarga, sahabat dan masyarakat kita
akan kesepian, sadarilah kita membutuhkan mereka semua, karena itu jangan jadi
orang yang perfeksionis, tetapi jadilah orang yang penuh toleransi dan pengertian
terhadap sesama. GBU.
Respon
3 :
Tetaplah
bersyukur dan tersenyum saat kenyataan tidak sesuai dengan pengharapan (Filipi
4:13) - Rev. John Hartman.
Respon
4 :
Sabtu, 9 Agustus 2014. Bacaan: Matius 12:15b-21.
Setahun: Yesaya 43-46. Nats: Buluh yang patah terkulai tidak akan
diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai
Ia menjadikan hukum itu menang (Matius 12:20). TIDAK AKAN DIPADAMKAN. Oscar
Cervantes dipenjara 17 kali karena melakukan berbagai kekerasan dan kejahatan.
Para psikiater yang melayani para tawanan menyatakan bahwa kondisi Oscar sudah
tidak tertolong lagi. Ternyata, mereka keliru. Ketika terbebas dari penjara ia
bertemu dengan orang tua yang bersaksi tentang Yesus Kristus. Oscar memutuskan
untuk beriman kepada Kristus, dan ia berubah menjadi orang yang
lemah lembut. Ia mendalami
firman Tuhan sampai bisa mengajarkannya kepada orang lain. Akhirnya ia merintis
pelayanan penjara di Soledad, California, AS. Pada mulanya, kala melihat Oscar
Cervantes, kebanyakan orang berkata, “Dia tidak mungkin bertobat. Tidak ada
harapan baginya untuk mengalami perubahan. Tidak usah didoakan, percuma saja.”
Barangkali ketika jemaat mula-mula melihat kebengisan Saulus, mereka pun
berpikir serupa. “Orang brutal macam itu tak akan mungkin mengenal Tuhan.
Pribadi yang haus darah seperti dia, mana bisa dipulihkan lagi.” Nyatanya,
Tuhan tidak berpikir seperti itu. Dia malah melihat Saulus sebagai rasul yang
penuh dengan kasih karunia. Pada akhirnya, Tuhan mengubah Saulus secara
radikal. Setiap kali kita melihat seseorang yang sudah layaknya buluh yang
patah terkulai, mari jangan menyerah. Sumbu yang pudar nyalanya bukan berarti
pasti mati. Orang yang penuh dengan
kelemahan dan
dosa,
tidak menandakan bahwa ia tak mungkin berbalik arah. Teruslah berdoa bagi
mereka, bahkan beri kesempatan pada mereka. Nantikan Tuhan mengubah hidupnya.
--Imelda Saputra. ALLAH TAK PERNAH MENYERAH TERHADAP KITA, KARENA DIA TAHU
KESEMPATAN UNTUK BER-UBAH SELALU ADA.
No comments:
Post a Comment