Saturday, 9 August 2014

9 Agustus 2014 - Firman Tuhan Dasar Persekutuan Kita



Filipi 2:1-3, “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada perseku-tuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam  satu  kasih,   satu   jiwa,   satu   tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” Sudahkah dalam perseku-tuan / komsel kita saling menasihati, saling menghibur, saling mengasihi, sehati sepikir & rendah hati?? Jadikan Firman Tuhan dasar dari Persekutuan kita niscaya persekutuan tetap langgeng bahkan Bermultiplikasi.


Respon 1 :
Maz 36:10, Sebab pada-MU ada sumber KEHIDUPAN, di dalam Terang-MU kami melihat Terang. Luar biasa hanya YESUS sumber KEHIDUPAN. Ada terang, masa depan cerah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 2 :
It is vain to trust the creatures; it is wise to trust the Creator. Sia-sialah untuk bergantung
kepada yang diciptakan; bijaksana untuk bergantung kepada Sang Pencipta. Amsal 17:9, “Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.” Bila kita tidak suka ditegur atau dikritik, mudah frustrasi dan merasa jengkel lalu menjauh dari siapa saja dan cenderung menyendiri itu sebuah gejala perfeksionis. Perasaan selalu dan merasa benar, ingin selalu sempurna merusak hubungan kita dengan siapa saja, bahkan dengan Tuhan sekalipun. Hanya orang yang merasa kurang yang menyadari bahwa Tuhanlah yang selalu menyempurnakan hidupnya, tanpa Tuhan semuanya menjadi sia sia. Dunia bukan milik pribadi, tanpa keluarga, sahabat dan masyarakat kita akan kesepian, sadarilah kita membutuhkan mereka semua, karena itu jangan jadi orang yang perfeksionis, tetapi jadilah orang yang penuh toleransi dan pengertian terhadap sesama. GBU.
Respon 3 :
Tetaplah bersyukur dan tersenyum saat kenyataan tidak sesuai dengan pengharapan (Filipi 4:13) - Rev. John Hartman.
Respon 4 :
Sabtu, 9 Agustus 2014. Bacaan: Matius 12:15b-21. Setahun: Yesaya 43-46. Nats: Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang (Matius 12:20). TIDAK AKAN DIPADAMKAN. Oscar Cervantes dipenjara 17 kali karena melakukan berbagai kekerasan dan kejahatan. Para psikiater yang melayani para tawanan menyatakan bahwa kondisi Oscar sudah tidak tertolong lagi. Ternyata, mereka keliru. Ketika terbebas dari penjara ia bertemu dengan orang tua yang bersaksi tentang Yesus Kristus. Oscar memutuskan untuk beriman kepada Kristus,  dan  ia  berubah  menjadi orang yang
lemah lembut. Ia mendalami firman Tuhan sampai bisa mengajarkannya kepada orang lain. Akhirnya ia merintis pelayanan penjara di Soledad, California, AS. Pada mulanya, kala melihat Oscar Cervantes, kebanyakan orang berkata, “Dia tidak mungkin bertobat. Tidak ada harapan baginya untuk mengalami perubahan. Tidak usah didoakan, percuma saja.” Barangkali ketika jemaat mula-mula melihat kebengisan Saulus, mereka pun berpikir serupa. “Orang brutal macam itu tak akan mungkin mengenal Tuhan. Pribadi yang haus darah seperti dia, mana bisa dipulihkan lagi.” Nyatanya, Tuhan tidak berpikir seperti itu. Dia malah melihat Saulus sebagai rasul yang penuh dengan kasih karunia. Pada akhirnya, Tuhan mengubah Saulus secara radikal. Setiap kali kita melihat seseorang yang sudah layaknya buluh yang patah terkulai, mari jangan menyerah. Sumbu yang pudar nyalanya bukan berarti pasti mati. Orang   yang  penuh  dengan  kelemahan  dan dosa, tidak menandakan bahwa ia tak mungkin berbalik arah. Teruslah berdoa bagi mereka, bahkan beri kesempatan pada mereka. Nantikan Tuhan mengubah hidupnya.
--Imelda Saputra. ALLAH TAK PERNAH MENYERAH TERHADAP KITA, KARENA DIA TAHU KESEMPATAN UNTUK BER-UBAH SELALU ADA.

GOD BLESS




No comments:

Post a Comment