Sunday, 7 April 2013

7 April 2013



07 April 2013
Tabur Tuai Dalam Menghakimi. Tuhan Yesus mengajarkan agar kita tidak menghakimi supaya kita jangan dihakimi sebab ukuran yang kita pakai untuk menghakimi akan dipakai untuk menghakimi kita, keluarkan balok di mata sendiri sebelum mengeluarkan selumbar di mata orang lain. “BALOK” berbicara tentang luka hati atau kemarahan di masa lalu maupun kepahitan, kesalahan, atau kekurangan kita, oleh sebab itu periksa diri baik-baik dan lihat ke dalam diri kita sebelum kita menghakimi orang lain, amin (Matius 7:1-5).

Respon
Bagaimana menjadi putra, putri yang sejati? (Filipi 2:19-24). Contoh, seperti Timotius dia memberi respon, dia diutus untuk melayani bapa rohaninya dan diutus ke mana saja dia diutus betul-betul bisa dipercayai. Contoh ke 2. Epafrodius, dia juga diutus oleh Paulus, dia bukan saja melayani tapi dia juga nyaris mati mempertaruhkan jiwanya. Contoh ke 3. Kisah 13:2, Barnabas dan Saulus ke Seleukia ditugaskan. Dan contoh ke 4 (Yosua 1:1-2). Yosua menjadi putra sejati buat Musa. Kita rindu punya visi apa yang belum terselesai kita selesaikan kita juga rindu punya karakteristik mewujudkan ketaatan. Perintah Tuhan menghidupi utusanNya. Tidak hanya mengurus kepentingan kita sendiri, amin! Sarapan pagi menghidupi Roh pelayanan kita lebih efektif, amin! Selamat menikmati hari libur bersama keluarga tercinta, Jbu.

No comments:

Post a Comment