Sunday, 14 April 2013

14 April 2013



14 April 2013
Menghakimi = Dihakimi. “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” (Yohanes 7:24). Seseorang yang suka menghakimi orang lain adalah orang-orang yang banyak berbuat salah dan sedang berbuat kesalahan, sehingga dengan menghakimi mereka sedang menutupi kesalahannya,orang yang suka menghakimi tidak akan luput dari hukuman Tuhan, amin. Roma 2:1-3, “Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?”

Respon 1
-Keikhlasan selalu berkunjung berbarengan dengan kebahagiaan, mereka adalah paket tak terpisah sari Sang Pembuat- Jehovah Shalom. “Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.” Nama Tuhan ini sering kita sebut dan begitu popular, tetapi tahukah saudara bagaimana awalnya orang menyebut-Nya Jehovah Shalom? Kata Shalom itu sendiri bukan sekedar damai sejahtera, tetapi juga ada unsur selamat dan kelimpahan. Nah, ternyata saat Gideon menyebut-Nya sebagai Tuhan yang membuat umat-Nya damai, selamat, dan makmur, kondisi orang Israel justru sebaliknya. Mereka sangat ketakutan karena ditindas orang Midian. Mereka juga melarat, aneh bukan? Tapi inilah kebenarannya justru perkataan iman kita, perkataan kebenaran yang diucapkan dalam ketepatan, akan mengubah keadaan. Tahukah saudara bahwa ada kuasa di mulut kita? Ada kuasa pada perkataan kita? Hidup kita bisa berubah kalau kita perkatakan kebenaran dalam ketepatan. Maka saudara akan melihat bagaimana kondisi kita diubah melalui perkataan-perkataan kita. Jangan ucapkan yang sia-sia. Katakan shalom shalom. Panggil Dia Jehovah Shalom. Amen, happy Sunday dan selamat beribadah saudaraku. God bless you.

Respon 2
Suatu ketika seorang gadis menemani ibunya membeli gaun. Sebenarnya ia tidak suka berbelanja dengan orang lain karena ia bukanlah tipe orang yang sabar menunggu orang berbelanja. Tapi karena ini ibunya maka ia tak mau mengecewakannya. Mereka memasuki hampir semua toko yang menjual gaun dan sang ibu selalu mencoba gaun itu satu persatu, namun belum ada yang cocok di hatinya. Akhirnya di toko terakhir sang ibu menemukan sebuah gaun biru yang indah. Ia membawa gaun itu ke kamar ganti dan diikuti oleh anak gadisnya yang sudah mulai tidak sabar. Mata sang gadis menyaksikan dengan jelas bagaimana kedua tangan ibu yang sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi berusaha mengikat tali kecil yang ada di kerah gaun biru tersebut. Ia sudah berusaha sedapat mungkin, tetapi karena tangannya yang mulai kaku ia tidak dapat melakukannya. Sang anak buru-buru keluar dan menyeka air matanya. Saat itu juga ketidaksabarannya berganti dengan rasa iba yang mendalam. Setelah menenangkan hati dan menghapus air matanya, ia kembali ke kamar ganti unutk membantu ibunya mengikat tali gaunnya. Kejadian di kamar ganti itu tak pernah dilupakan sang gadis. Dibenaknya selalu saja terbayang sepasang tangan ibunya yang sudah mulai kaku sedang berusaha mengikat tali gaun. Ia teringat bagaimana dulu tangan itu begitu lincah ketika menggendong, menyuapi, memandikan, memakaikan baju, menyisir, membelai, merapikan lemarinya bahkan memukulnya saat ia nakal. Dan yang paling penting dari semuanya adalah tangan itu selalu terlipat saat berdoa untuknya. Kini tangan itu kembali menyentuh hatinya dengan cara yang begitu membekas di hatinya dan membuatnya terharu. Anakku, tolonglah bapamu-ibumu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kau maafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya, selamat pagi. Gb all of you.

Respon 3
Good morning. Have a blessed Sunday. Happy church time!

No comments:

Post a Comment