17 April 2013
POSITIF THINKING. “Memang
kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah
mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi
sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian
50:20). Yusuf memandang segala perkara yang terjadi dengan “Cara Pandang Tuhan”
dari di buang ke dalam sumur, dijual kepada saudagar Midian, dan akhirnya
membawa Yusuf sampai di Mesir untuk dijadikan budak, sampai dipenjara karena
menolak berbuat zinah dengan istri Potifar. Sulit sekali untuk menghadapi
kehidupan seperti ini! Tetapi Yusuf memiliki cara pandang Tuhan, Yusuf berhasil
seperti itu karena ia PERCAYA bahawa
Tuhan menyertai dia! Ia melihat bahwa Tuhan menjadikan dia sebagai penguasa di
Mesir demi MEMELIHARA keturunan
Israel. Manusia mereka-rekakan yang jahat, tetapi TUHAN mengubahnya menjadi
KEBAIKAN ada maksud Tuhan yang tersembunyi yang belum bisa kita lihat, tetapi
kita harus positif thinking dan PERCAYA bahwa Tuhan yang mengendalikan segala
sesuatu dalam HIDUP kita, amin. Sudahkah saudara melihat tangan Tuhan sedang
bekerja dalam hidup saudara? Buat KOMITMEN untuk terus PERCAYA dan berpikir
positif serta lakukan mulai hari ini!
Respon 1
Selalu berpikir positif menuntun
kepada kesuksesan (Kej 45:5; Kej 50:20). Bukan baik ato buruk tetapi RESPON!!
Selamat hari Rabu, Tuhan Yesus memberkati kita selalu…
Respon 2
Rasa takut seringkali menghantui
hidupmu. Takut tidak mencapai target, takut kehilangan pekerjaan, takut bisnis
rugi, takut karir tidak bisa naik, takut kehilangan pasangan, takut keluarga
berantakan. Takut… Takut… Takut… Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah!
Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27). Jesus is for you and with you!
Respon 3
Itulah Tuhan Yesus kita, DIA
punya gambaran lengkap hidup kita, apapun yang orang lain lakukan terhadap kita
tidak akan merubah rencana Tuhan asal kita terus “nempel” sama Tuhan. Coba Cik
Siu Siang bayangkan waktu/zaman itu belum ada Alkitab buat patokan Yusuf agar
takut akan Tuhan. Kalo hari ini kita bisa takut dan nurut sama Tuhan karena
sudah ada Alkitab. Yusuf cuma liat dan menghidupi cara Yakub yaitu melekat pada
Tuhan dan Yakub melihat bagaimana Ishak dengan Tuhan yang juga dilihat Ishak
gimana cara Abraham hidup bergantung pada Tuhan. Gaya hidup Abraham, Ishak, dan
Yakub yang menginspirasi Yusuf dan dilakukannya. Yaitu melekat, taat dan takut
akan Tuhan. Tuhan melihat dan menyertai Yusuf seperti Tuhan menyertai
moyangnya.
Respon 4
Amin, benar Ai. Rencana Tuhan
memang di luar pikiran kita. Dibalik perkara buruk, Tuhan membentuk kita. Kita
harus tetap berpikir positif, bahwa ada Tuhan yang ada dalam hidup kita dan
Tuhan menjadikan segala sesuatu baik pada waktunya. GBU J
Respon 5
Ya amin! Bacaan: Mazmur 51,
pertobatan Daud: Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah
pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mazmur 51:3). Setiap hari kemerdekaan,
biasanya para narapidana memperoleh remisi dari Presiden RI. Salah satu
kriteria jika mereka dianggap berkelakuan baik selama berada di dalam penjara.
Kebaikan membuahkan pengurangan hukuman. Dia mencurahkan anugerah justru karena
kita durhaka dan tidak mampu memperbaiki diri dengan kekuatan sendiri. Ikutilah
teladan pertobatan Daud tanpa harus mencari orang lain yang bisa disalahkan.
Amin. Kita harus mengakui segala pelanggaran kita dan bertobat dari segala dosa
kita, amin! Sarapan pagi menemukan kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Bersemangatlah berkarya dalam Tuhan. JBU.
Respon 6
RENUNGAN PAGI. Rabu, 17 April
2013. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam
kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka
berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya
berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk
menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya
mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah
bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih
buruk akibatnya dari pada yang pertama." (Matius 27:62-64; Ulangan
18:13-14; Roma 1:22-23). Mereka ingat, imam-imam kepala dan orang Farisi itu
ingat, walaupun mungkin mereka tidak percaya. Tetapi mengapa murid-murid Yesus
justru tidak ingat? Mereka takut, mereka sedih, dan tidak ada di antara mereka
yang menunggu makam Yesus untuk menyambut kebangkitan-Nya. Padahal itu sudah
dikatakan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya. Adakah kita temukan bedanya
dengan kita? Kita yang adalah “murid” Yesus, kita yang adalah “pengikut” Yesus.
Adakah kita ingat apa yang difirmankan Tuhan? Taka da manusia yang lebih
berhikmat dari Tuhan. Tak ada ilmu pengetahuan yang dapat menghitung
kebesaranNya. “Tuhan Yesus, kami hanya percaya kepada rancanganMu di dalam
hidup kami. Kami menolak setiap roh-roh peramal di dalam hidup kami. Dalam nama
Yesus Kristus kami berdoa. Amin!” Tuhan Yesus memberkati.
Respon 7
Orang yang berkenan di hati
Allah. Kisah Rasul 13:16-22. Saya sesekali suka berjalan-jalan di daerah
pemakaman dan membaca tulisan-tulisan di batu nisan. Sunguh menarik
memperhatikan kata-kata yang dipakai untuk menyimpulkan kehidupan seseorang.
Tampaknya mungkin seperti pengisi waktu yang aneh, namun sesungguhnya inilah
salah satu cara yang luar biasa untuk meninjau kembali kehidupan kita sendiri.
Setiap kita akan meninggalkan suatu testimoni ketika kita meninggal dunia.
Pernahkan Anda memikirkan apa yang akan ditulis orang-orang yang Anda kasihi di
batu nisan Anda? Kata-kata seperti apa yang Anda ingin tertera di sana? Dalam
bacaan kita hari ini, rasul Paulus mengungkapkan penilaian Allah terhadap Daud:
Daud digambarkan sebagai “seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan
segala kehendak-Ku.” (Ayat 22). Sungguh testimony yang luar biasa tentang hidup
yang sudah dijalani dengan baik! Tuhan bukan sedang menunjukkan seorang yang
sempurna, melainkan, seorang yang hidupnya berpusat pada perkenanan dan
kesukaan Tuhan. Banyak mazmur Daud yang menunjukkan fakta bahwa hubungannya
dengan Tuhan merupakan aspek terpenting dalam hidupnya. Kerinduannya adalah
menaati Allah dan melakukan kehendakNya. Meskipun ini tidak berarti bahwa ia
selalu taat. Siapa yang bisa lupa akan kegagalannya dengan Betsyeba? Namun,
sekalipun pada saat ia jatuh ke dalam dosa dengan melakukan perzinahan dan
pembunuhan, hatinya tetap terarah kepada Tuhan. Penghukuman yang ia rasakan dan
kemudian pertobatannya yang rendah hati telah membuktikan bahwa hubungannya
dengan Tuhan tetap menjadi prioritas utama. Jika Tuha menulis suatu kesimpulan
tentang hidup Anda, bagaimana Dia akan menggambarkan Anda? Apakah hati Anda
selaras dengan hati-Nya, atau apakah Anda sudah membiarkan hati Anda mengikuti
kesenangan dan tuntutan dunia? Jika kita tidak rajin mencari persekutuan dengan
Tuhan, kita akan mudah dialihkan dariNya. Mungkin sudah tiba saatnya untuk
berbalik arah.
No comments:
Post a Comment