Thursday, 25 April 2013

25 April 2013



25 April 2013
TUHAN adalah KASIH. 1 Korintus 13:4-7, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” Tidak ada 1 hal pun yang dapat membuat Tuhan mencintai saudara LEBIH. Tetapi tidak ada 1 hal pula yang dapat membuat cinta Tuhan pada saudara BERKURANG, cintaNya tak BERSYARAT, tak TERBATAS, tak TERUKUR. CintaNya adalah cinta 4 dimensi. Efesus 3:18, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” Tidak diperlukan kejeniusan untuk dapat mengerti, memahami, dan merasakan KASIH Tuhan, HANYA dibutuhkan HATI yang terbuka untuk ROH KUDUS. Efesus 3:16-17, “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Amin. Sudahkah Sarapan Pagi setiap hari membuat hati saudara terbuka untuk KASIH-Nya?

Respon 1
RENUNGAN. Kamis, 25 April 2013. Didikan Tuhan. Yak 4:3. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Pada dasarnya hati manusia itu seperti layangan yang ingin hidup bebas sesuka hati, tanpa peduli nasihat dan didikan. Sering anda pikir nasihat dan didikan adalah sesuatu yang mengekang. Padahal kedua hal itu sebenarnya sama seperti benang pada layangan: Itulah yang membuat anda tetap TERBANG & BERHASIL! Saat hati anda akan membuat pilihan yang salah, benang “nasihat & didikan” menarik anda untuk tetap ada di jalan yang benar. Saat hati mulai sombong karena ada di puncak keberhasilan, benang “nasihat & didikan” menarik anda kembali untuk rendah hati. Tidak semua doa dikabulkan oleh Tuhan, karena permohonan yang hanya untuk memuaskan hawa nafsu pasti ditolah Tuhan. Selamat pagi dan perhatikan doa-doamu. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Ya amin! “Upah mengikut Yesus”. Dalam Lukas 18:28-30. Bicara tentang Petrus murid Yesus yang luar biasa, hampir semua percakapan Yesus hanya dengan Petrus dari ke 12 muridNya. Petrus adalah murid yang dikasihiNya. Menjadi luar biasa, dan diberkati. Motifasi yang kurang benar, Tuhan menjelaskan padanya. Tapi ada satu yang mengganjal di hidupnya mengikuti Yesus, tetapi pikirannya yang salah. Sama juga kita sebagian pelayan Tuhan, karena kita kurang mengerti kadang karena segi materi dan itu yang terjadi ini kita ceritakan levelnya Tuhan. Kalo ceritakan levelnya rakyat, Cuma banyak juga yang berlaku benar. Kembali ke Petrus dia tidak melihat lebih jauh dia mengincir-ngincir dari luar dari pelayanannya, ada kesombongan dalam pikirannya, tidak bersyukur. Kita jagai hati pikiran kita jangan menyalahgunakan berkat Tuhan karena Tuhan dapat memberi berkat berlimpah, tapi Tuhan juga dapat mengambil kembali semuanya dengan ludes. Sarapan pagi bersamaNya RohNya menggerakkan pikiran dan perilaku kita selaras denganNya.

Respon 3
Kamis, 25 April 2013. Bacaan: Filemon 1. Setahun: 1 Raja-Raja 9-11. Nats: dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. (Filemon 1:11) KISAH NAMA. Nama adalah doa! Demikian kata orang tua. Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus juga memakai nama secara menggelitik. Nama Onesimus berarti “berguna”. Ia menjadi tak berguna ketika ia lari dari tuannya, Filemon (ay. 1). Setelah bertemu dengan Paulus di penjara, ia berubah menjadi orang yang berguna (ay. 10). Paulus malah menyebutnya “saudara yang kekasih”, yang “sangat berguna” (ay. 11). Dalam bahasa aslinya, Paulus menggunakan permainan kata untuk menegaskan arti nama Onesimus: “dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.” (ay. 11). Paulus juga menyebutnya: “buah hatiku” (ay. 12). Paulus meminta pada Filemon (namanya berarti: yang mengasihi), agar bersedia menerima kembali Onesimus “bukan lagi sebagai hamba, melainkan… sebagai saudara yang kekasih.”  (ay. 16). Paulus menjamin dan mau mengganti semua kerugian yang dialami Filemon karena tindakan Onesimus. Karya Kristus telah mempertobatkan Paulus (semula bernama Saulus), Filemon, dan kini Onesimus. Siapapun nama kita, pertobatan membuat kita menjadi berguna! Tak ada ukuran tentang seberapa indah suatu nama; yang penting adalah seberapa besar kita berguna bagi sesama. Di dalam Tuhan, kita berguna ketika kita “menghibur hati seseorang di dalam Kristus.” (ay. 20). Sudahkah kehadiran kita menghiburkan hati sesama? Atau malah sebaliknya, kehadiran kita membuat mereka berduka? Mari kita menjadi orang yang berguna oleh anugerah Kristus, yang memanggil kita dalam karya-Nya! – CHA. Oleh anugerah dan karya keselamatan Kristus aku diubah menjadi orang yang berguna bagi Allah dan sesama.

No comments:

Post a Comment