20 April 2013
HIDUP dalam KASIH. Roma 12:16-21. Wujudkan KASIH itu dalam
kehidupan kita dengan:
- Tidak sombong. Roma 12:16, “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” Tetapi “kasih itu sabar; kasih itu murah hati…” (1Korintus 13:4)
- Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Tetapi kalahkan kejahatan dengan “kebaikan”. Roma 12:17, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Roma 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.”
- Orang yang selalu membawa damai karena Allah adalah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu! Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” 2 Kor 13:11, “Sudah lama agaknya kamu menyangka, bahwa kami hendak membela diri di depan kamu. Di hadapan Allah dan demi Kristus kami berkata: semua ini, saudara-saudaraku yang kekasih, terjadi untuk membangun iman kamu.”
- Tidak menuntut pembalasan sebab Tuhan yang akan melakukan pembalasan. Roma 12:19, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.” Ibrani 10:30, “Sebab kita mengenal Dia yang berkata: Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan. Dan lagi: Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”
Amin bagikan KASIH saudara hari
ini juga J
Respon 1
Thanks Siu untuk renunganmu
setiap pagi.
Respon 2
RENUNGAN PAGI. Sabtu, 20 April
2013. Firman Tuhan: Firman Tuhan: Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan
Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia
sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang
bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia
dapat melihat lagi. Jawab Ananias: Tuhan, dari banyak orang telah kudengar
tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap
orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh
dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.
Tetapi firman Tuhan kepadanya: Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan
bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja
dan orang-orang Israel.” (Kisah Rasul 9:11-15). Seandainya Ananias tidak
berangkat, seandainya “kebenciannya” pada Saulus mengalahkan ketaatannya pada
Tuhan, seandainya Ananias tidak tumpang tangan, tidak berdoa untuk Saulus,
cerita Saulus akan lain. Tapi, Ananias patuh sama Tuhan, Ananias berangkat
walaupun Saulus “jahat” terhadap mereka. Bagaimana pula kita? Seandainya kita
“mau berdoa” untuk orang yang “jahat” pada kita. Seandainya ketaatan kita atas
perintahNya mampu menutupi kepahitan kita akan orang lain, mungkin ceritanya
akan lain. Mungkin akan kita jumpai banyak Saulus lain Tuhan pakai menjadi
Paulus. Doa 20 April 2013: Tuhan, ampunilah kami bila saat kami bersaat teduh,
kami hanya sekedar membaca Alkitab saja tanpa memberi waktu Engkau berbicara
pada kami melalui Firman itu. Berbicaralah pada kami Tuhan agar kami mengerti
tuntunan-tuntunanMu buat hidup kami hari ini. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Ya amin1 Terobosan Ilahi dalam
kehidupan rohani. Setiap kali kita berbicara tentang terobosan atau
breakthrough, kita berbicara tentang kapasitas yang lebih besar, roh yang lebh
tajam, kemampuan yang meningkat, keagresifan yang semakin meluap-luap serta roh
yang berkobar-kobar. Ketika kita mengalami terobosan Ilahi dalam kehidupan
rohani kita, sehingga Roh Kudus akan lebih mudah bekerja melalui kita dan Tuhan
dapat bergerak dengan leluasa lewat hidup kita. Melayani dengan intensitas roh
adalah pelayanan yang sesungguhnya. Alkitab dengan jelas menyatakan, “sebab
hukum tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.” (2 Kor 3:16). Sarapan pagi
Roh Allah memberi kita kemampuan yang meningkat. Semangat ya dalam berkarya,
amin! JBU.
Respon 4
Apakah Gubukmu Terbakar?
Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau
yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannyam
dan setiap hari ia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada
sesuatu pun yang datang. Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk
kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan
beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi
mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar,
asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia
sedih dan marah. “Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?” Dia menangis.
Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau
itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. “Bagaimana kamu tahu bahwa aku di
sini?” Tanya pria itu kepada penyelamatnya. “Kami melihat tanda asapmu”, jawab
mereka. Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita
tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita
dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu
“tanda asap” bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negative terjadi, kita harus
berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif
untuk kejadian tersebut. Kamu berkata: “Itu tidak mungkin”. Tuhan berkata:
“Tidak ada hal yang tidak mungkin”. (Lukas 18:27). Kamu berkata: “Aku terlalu
capai”. Tuhan berkata: “Aku akan memberikan kelegaan padamu.” (Matius 11:28).
Kamu berkata: “Tidak ada seorang pun yang mencintai aku.” Tuhan berkata: “Aku
mencintaimu.” (Yohanes 3:16; Yohanes 13:34). Kamu berkata: “Aku tidak bisa
meneruskan.” Tuhan berkata: “Kasih Karunia-Ku cukup.” (2Korintus 12:9; Mzm
91:15). Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, percayalah ada saat-saat
di mana kita merasa bahwa “gubuk” kita terbakar. Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment