Monday, 29 April 2013

29 April 2013



29 April 2013
Menjadi Terang Dunia. Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Kita sebagai anak-anak Tuhan mempunyai tanggung jawab untuk menjadi “Terang Dunia” yaitu menceritakan tentang Kristus kepada orang-orang di sekitar kita. Kita dipanggil untuk menjadi orang yang berpengaruh atau membawa dampak positif bagi sesama kita dan membawa mereka kepada Kristus yang bisa mengubah hidup mereka lewat jamahanNya! Sudahkah kita membawa pengaruh kepada orang-orang di sekitar kita? Membawa kabar baik kepada mereka dan memuridkan mereka? Atau menjadi Terang di dunia? Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Amin.

Respon 1
Hati. Amsal 27:19 “hati manusia mencerminkan manusia itu.” Amsal 28:26, “Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat.” Dunia mengajarkan kepada kita “follow your heart” tetapi firman Tuhan berkata dalam Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Hati kita akan mengikuti semua “investasi” kita. Investasi = harta, waktu, perhatian, doa, perkataan, dan perbuatan kita, tenaga, pikiran, passion, harapan dan penyembahan kita). Hati-hati dengan mengikuti hati kita, karena hati kita sangat bisa tidak bersih, tidak fokus pada yang benar, bias dan kabur karena terlalu banyak bobot investasi kita pada hal-hal duniawi, karena Rasul Paulus berkata: “Arahkan hatimu kepada perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.” (Kolose 3:1 NIV). Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan di bumi. Mari walaupun kita masih di dunia dan melakukan aktivitas manusiawi, tetap fokuskan hati kita pada Tuhan, pemilik langit dan bumi, karena di dalamnya ada kebenaran dan damai sejahtera. Selamat beraktivitas dengan hati yang berfokus pada Tuhan, Gbu. Amin.

Respon 2
Shalom, pagi Siu, amin tq. Good morning, God bless you, hav a nice day.

Respon 3
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia. (Mazmur 66:5-6). Apapun yang sudah kau hadapi. Lihatlah pekerjaan Allah Ia dahsyat dalam perbuatanNya. Kalau dulu Dia sanggup buat mukjizat, hari ini dan esok Dia pun masih sanggup. Tuhan tidak berubah, dulu sekarang sampai selamanya.

Respon 4
RENUNGAN PAGI. Senin, 29 April 2013. Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. (Efesus 4:17-20). Tetapi kamu bukan demikian, kamu telah belajar mengenal Kristus. Mari kita tanamkan itu di dalam hati kita. Kita bukan demikian, kita telah belajar mengenal Kristus. Pasti ada bedanya. Dulu, mungkin kita lakukan hal yang sama. Berpikiran sia-sia, jauh dari persekutuan dengan Allah, hidup dalam ikatan “nafsu”, serakah, cemar. Tapi kini tidak…! Namun, mengapa kadang kita merasa aneh saat menjadi “lain”? Bukankah seharusnya kita justru merasa aneh kalau tidak menjadi “lain”? Kalau tidak beda dengan mereka yang belum mengenal Tuhan? Tuhan Yesus memberkati.

Respon 5
Ya amin! Ibrani 11:8-12. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia, tapi seringkali kita tidak setia, maka itu hiduplah dalam iman, seperti iman yang dimiliki Abraham untuk keluar dan pergi ke tanah perjanjian. MESKI Abraham tak mengetahui tempat yang ia tuju, tapi perkataan Tuhan itu ia taati dan Abraham tetap setia. Iya kit abaca firman dan kita memang percaya tapi belum tentu kita taat. Tapi minta hikmat pada Tuhan, ketika ada perintah Tuhan dalam hidup kita, kita dengar dan bangun dan kerjakan dengan tidak bersungut-sungut, amin. Mari saudara kita sadarkan hati, pikiran kita milih hidup taat. Contohi tokoh-tokoh rohani berhasil karena taat dan setia. JBU.

No comments:

Post a Comment