Friday, 26 April 2013

26 April 2013



26 April 2013
MENGGUNAKAN WAKTU. “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:15-16). Kita tidak ingin sekedar hidup mengalir begitu saja, tetapi kita ingin mencapai sesuatu dalam hidup ini, berprestasi dalam sekolah, sukses dalam karir, membangun RT yang bahagia, dll. Tetapi itu semua hanya terjadi bila kita dapat MEMANFAATKAN WAKTU dengan bijaksana dan hal yang PALING BIJAKSANA adalah MEMANFAATKAN WAKTU kita yaitu dengan cara: HIDUP dalam Tuhan, HIDUP bagi Tuhan dan MELAYANI-NYA! Amin. Kalau IBLIS berbicara waktu itu selalu NANTI. Kalau MANUSIA berbicara waktu adalah tentang MASA LALU. Kalau Tuhan berbicara waktu adalah SEKARANG. Amin. Hidup itu berarti GUNAKAN WAKTUmu dengan sebaik-baiknya.

Respon 1
Cara terbaik menghilangkan kegelapan dalam ruangan adalah menghidupkan lampu. Demikian juga cara terbaik menghilangkan kegelapan dalam hidupmu adalah dengan terang Kristus. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12).

Respon 2
RENUNGAN. Jumat, 26 April 2013. Harapan selalu ada dalam setiap keadaan dalam hidup, namun keadaan dalam hidup dapat membuat kita putus asa sehingga seolah-olah tidak ada harapan bagi kita. Jangan menyerah pada keadaan tetapi sandarkan harapanmu kepada Allah. Mazmur 130:7, “Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.” Bila kehidupan saat ini terasa berat, coba tengok ke dalam, dengan apakah kita mengisi perjalanan ini, keluhan atau latihan? Selamat pagi, happy day saudaraku. God bless you.

Respon 3
SETIA. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10). Makanya Salomo mengatakan: “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” Kesetiaan itu bukan sekedar “tekad”, kesetiaan itu tidak cukup ditunjukkan dengan sekedar “mau” atau “ingin”, kesetiaan yang murni harus diuji. Layaknya emas, kesetiaan itu perlu diuji, di mana? Di tengah-tnah mara bahaya, di tengah-tengan kesulitan, penderitaan, di tengah-tengah ancaman, ketakutan dan kekecewaan. Alkitab berkata: “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu.” Berapa banyak juga umat Kristiani yang menjual imannya karena rasa kuatir, takut, menginginkan jabatan, atau tergoda oleh pasangan hidupnya, mereka begitu gampangnya melupakan Tuhannya. Bagi orang yang setia, Tuhan akan mengaruniakan mahkota kehidupan dan bukan itu saja, apabila kita melakukan ketetapan dan peraturan Allah dengan setia, dengan segenap hati dan jiwa, maka Tuhan akan mengangkat kita di atas segala bangsa, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat, kita akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Tuhan akan mengangkat kita menjadi ekor, kita akan tetap naik dan bukan turun. Kejarlah kesetiaan, kata Paulus, marilah kita belajar untuk setia, seperti Kristus yang setia sampai akhir kepada Bapa-Nya. Imamat 19:31; 20:6; Ulangan 18:10-14. Bertanya kepada dukun, paranormal atau peramal nasib akan mendapatkan hukuman Tuhan, setialah.. “Bapa Sorgawi, ajarlah kami hanya mengandalkan Engkau di dalam mengatasi masalah kami, dan tidak mengandalkan kekuatan si jahat. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin, amin, amin..” Tuhan Yesus memberkati.

Respon 4
Ya amin! Dalam Lukas 9:23 menyangkal diri kita harus menyangkal diri “setiap hari” kita katakana saya mau dileburkan, karena oleh satu orang Ester semua diselamatkan, oleh satu orang Yesus semua diselamatkan. Tujuan Tuhan adalah kita harus menyatakan, menghadirkan kuasaNya untuk berfungsi sebagai tubuhNya di bumi ini, amin. 1 Kor 12:12-27. Kita ditebus, diselamatkan dari dosa, dikumpulkan dan disatukan dalam sebuah gereja adalah agar kita dapat berfungsi menjadi tubuhNya. Jadi untuk dapat melebur menjadi tubuhNya kita harus mewarisi Roh yang sama, memiliki tujuan dan agenda yang sama seperti yang dimiliki oleh sang kepala gereja (1 Kor 12:13). Mari bersarapan pagi kita diberi kemampuan untuk melebur diri untuk berfungsi bagi gereja, bangsa dan Negara kita. Berkaryalah bersamaNya. JBU.

Respon 5
Hidup ini berjalan seperti cuaca yang musim-musimnya datang silih berganti. Suka atau tidak, jalan hidup mendesak kita untuk keluar dari satu musim dan masuk ke musim berikutnya. Dan ketika terdesak masuk ke musim berikutnya, kita sering merasa bimbang bahkan takut pada apa yang akan terjadi pada kita. Hal ini dialami terutama di musim-musim penghujung hidup kita, ketika kita dihantui dengan berbagai pikiran seperti: Apa saya akan ditinggal sendiri? Apa saya akan selalu sehat? Apa uang saya akan cukup? Apa pikiran saya akan tetap jernih? Sebagaimana halnya dengan setiap musim kehidupan, kita harus memilih – menyia-nyiakan musim itu dengan diliputi oleh ketakutan atau seperti yang dikatakan Paulus, menggunakan “waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Ef 5:16) Apapun musim yang sedang Anda jalani, Anda dapat senantiasa mengandalkan kesetiaan Allah. Dia telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: ‘Tuhan adalah penolongku. Aku tidak akan takut.’ (Ibr 13:5-6) Karena kehadiran Allah dan pemeliharaan-Nya atas Anda, Anda bisa menggunakan waktu Anda sebaik-baiknya di setiap musim yang ada dengan sungguh-sungguh mengikut Yesus, merenungkan firman-Nya dan berdoa, lebih sungguh mengasihi dan mengampuni, dan melayani sesama dengan penuh sukacita dan kemurahan hati. Allah telah memberkati kita dengan musim yang kita jalani saat ini – gunakanlah sebaik-baiknya! Tuhan, berilah aku kerelaan untuk menerima keadaan hidup yang kualami saat ini, dan tolong aku untuk mengalahkan rasa takut yang membuatku menyia-nyiakan waktu yang ada. Berilah aku hikmat dan hasrat untuk menggunakan setiap hari bagi kemuliaan-Mu. Hidup itu berarti – gunakanlah sebaik-baiknya! Bagikan “Musim yang Terbaik”

No comments:

Post a Comment