Thursday, 11 April 2013

11 April 2013



11 April 2013
“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Lukas 6:37) Tuhan, berikan kami kesadaran bahwa menghakimi bukan HAK kami sebab hanya KAU yang menghakimi setiap orang, amin!

Respon 1
Seperti share kami semalam. Hal menghakimi adalah “keahlian” kita. Kita sering merasa diri lebih baik dari orang lain, lebih sempurna dari orang lain, lebih menyenangkan dari orang lain, itulah kesombongan kita. Bulan ini kita diajar supaya tidak menghakimi dan menghukum seseorang karena kita juga bukan orang yang sempurna (Lukas 6:27). Kalo kita ini mengaku murid Tuhan, anak Tuhan, sahabat Tuhan berarti tindakan kita setidak-tidaknya mirip dengan panutan kita. Tuhan tidak pernah menghakimi, wanita yang sudah kedapatan dan tertangkap basah sedang berzinah saja Dia tidak mau menghakimi. Saat di kayu salib, DIA tidak bersalah tapi sudah disiksa, dihina, diludahi, dipermalukan itupun DIA masih bisa berdoa “Bapa ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (itu kalo kita ya otomatis pasti ngedumel dalam hati, muarah dan membenci mereka, tidak mungkin bisa berdoa buat mereka). Memang tidak mudah untuk melakukan itu semua, tapi kita bisa belajar. Mulai dengan orang-orang terdekat kita. Belajar tidak menghakimi istri/suami, anak, ortu, ato pembantu di rumah. Kalo kita mau kita pasti dimampukan. Selamat berjuang!!!

Respon 2
11 April 2013/Kamis. Saat Perang Dimenangkan (Matius 26:36-56). Jika Anda ingin mengalami kemenangan dalam berbagai persoalan yang Anda hadapi, ingatlah cara Yesus berperang dan memenangkan pertempuran. Pertempuran yang sangat penting dalam hidup Yesus bahkan sudah dialami-Nya sebelum Dia tiba di salib. Saat berdoa di taman Getsemani, Yesus bergumul berat karena Dia tahu akan menanggung beban dosa yang mengerikan dan mengalami keterpisahan dengan Bapa yang tak terperikan. Di tempat doa-Nya yang khusus ini, Yesus seorang diri menghadap Bapa dan berseru. Dan ketika meninggalkan taman itu, Dia sudah menang atas Iblis yang kuasanya atas manusia akan dihancurkan di salib, Yesus tetap harus minum cawan penderitaan dan keterpisahan itu, namun Dia tahu bahwa pada akhirnya Dia akan menang (Ibrani 12:2). Itulah sebabnya Dia dapat menghadapi musuh-musuh-Nya dengan berani dan penuh kuasa. Ketika berhadapan dengan orang-orang yang hendak menangkap-Nya, Yesus mengendalikan situasi secara penuh, sehingga orang-orang Farisi dan para prajurit itu “mundur dan jatuh ke tanah” (Yohanes 18:6). Dia membiakan mereka menangkapNya, untuk menggenapi kehendak BapaNya yang sempurna. Jika Anda bisa menyediakan waktu bersama Tuhan secara teratur, Anda akan mengerti pikiran dan perasaanNya. Maka, saat Anda harus mengambil keputusan penting yang berdampak seumur hidup, Anda akan mengenali pimpinanNya melalui Roh Kudus. Jika Anda berserah penuh, Anda menyerahkan segala akibat keputusan Anda itu ke tangan Allah yang Mahatahu, mahakasih, dan mahakuasa - yang memegang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bahkan ketika Anda diterpa cobaan yang menggoncangkan, Anda juga dapat menghadapinya dengan keberanian dan kekuatan yang akan memuliakan Allah dan mempermalukan musuh. GBU.

Respon 3
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. (Mazmur 37:3-6)

No comments:

Post a Comment