Wednesday, 3 April 2013

3 April 2013



03 April 2013
MENGHAKIMI. “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” (Matius 7:1) Sebagai orang percaya pertama-tama kita harus tunduk kepada standard kebenaran Allah (ayat 1) sebelum menjadi berkat buat sesama (ayat 3-5). Intropeksi diri sendiri terlebih dahulu dan jadilah bijak sebelum kita menilai seseorang! Mari saudaraku: melalui Sarapan Pagi setiap hari menjadikan hati kita lebih bijaksana sebelum menilai orang lain!

Respon 1
Pengkhotbah 5:9-19 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Ya itulah sifat manusia gak pernah merasa cukup jadi harus minta hikmat Tuhan dalam mengatur keuangan. Mat 19:1-9 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Tapi kadang manusia ngotot mau bercerai dengan berbagai macam alasan dan perintah Tuhan “kalo kamu ngotot cerai kamu harus tetap hidup sendiri atau berdamai dengan pasanganmu!” Alias gak boleh kawin lagi. Padahal firman Tuhan bilang manusia itu gak tahan dalam bertarak, jadi perceraian itu bukan hanya kebencian di mata Tuhan malah itu adalah kesempatan berbuat dosa. Berat ya…?? Tapi bersama Tuhan kita pasti BISA. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati kita semua…

Respon 2
Ampuni aku Tuhan karena tanpa sengaja aku sering menghakimi orang lain karena itu sudah jadi kebiasaan. Ampuni aku Tuhan karena aku sombong menganggap diri lebih baik dari orang lain. Ampuni aku Tuhan karena aku mengambil wewenangMu dengan menilai dan menghakimi perbuatan orang lain. Tuhan, aku tidak lebih baik dari orang lain, ajar aku untuk dapat menjadi orang yang rendah hati seperti Engkau. Amin…

Respon 3
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33) Yesus mengajarkan kepada kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah, bukan mencari kebutuhan kita dahulu. Prioritas utama setiap hari adalah mencari dahulu Kerajaan Allah. Ketika kita mendapatkan Kerajaan Allah, baru semuanya akan ditambahkan kepada kita. Have a blessed day.

Respon 4
Hidup rohani akan bertumbuh kalau kita bersedia menderita dengan tenang tidak mengeluh, di sana akan tercipta hati yang damai dan kasih yang tulus. Itulah syarat pertumbuhan hidup rohani, penderitaan yang paling mendasar adalah tidak memiliki apa-apa kecuali Allah saja, mari kita renungkan selalu penderitaan Kristus dan wafatNya sebagai sumber kekuatan bagi kita dalam menjalani sisa hidup kita di dunia fana ini kita korbankan segalanya untuk Dia, amin. Memberi semangat dalam berkarya, amin! JBU.

No comments:

Post a Comment