Saturday, 30 November 2013

PERSPECTIVE



PERSPECTIVE
(Khotbah Ps. Lukas Soetopo
Gembala Gereja AOC;
17 November 2013 )

      Apakah mukjizat masih ada? Apakah saya ini membutuhkan mukjizat? Bila keadaan sulit, belum menentu, sedang berjuang, mungkin ya… Bagaimana bila keadaan sudah mapan? 100 juta penduduk Indonesia sekarang berada di level menengah. Dalam 25 tahun mendatang, Indonesia ada dalam kelompok negara kaya. Ingat pada tahun 1990 keadaan kita dan bagaimana sekarang? Dan bayangkan 25 tahun mendatang.
      Apakah mukjizat masih dibutuhkan? Jika kita sudah mempunyai rumah dengan 2 lantai, jika sudah ada 4 unit rumah di Graha, Jakarta Selatan, di PIK. Pemasukan sudah 2 Milliar / bulan; apakah mukjizat masih dibutuhkan? Apakah masih ada kerendahan hati untuk memohon kepada Tuhan? Atau Tuhan harus membuat hati kita merendah, supaya mengerti berseru kepada Tuhan? Apakah saya masih membutuhkan mukjizat Tuhan?

“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.” – Lukas 23:8 –

      Herodes ‘melihat’ Yesus, ia sangat ‘girang’. Tidak semua orang bisa melihat dan bisa melihat hal yang sama. Puluhan ribu orang sudah melihat Yesus, tapi lain dengan Herodes melihat Yesus. VISI tidak bisa dilihat oleh semua orang, sebab itu VISI harus terus diucapkan oleh pemimpin kepada semua umat agar dapat menangkap dan mengerti VISI. Herodes melihat Yesus dan ia ‘sangat girang’. Melihat yang berbeda, membuat Herodes ‘sangat girang’. Kalau kita melihat Yesus, menyentuh apa dan membuat kita merasakan apa? Apakah kita merasa sangat girang atau ada yang dapat membuat kita lebih girang daripada melihat Yesus?
      Ada orang yang merasa sudah kaya, dan merasa tidak perlu Yesus. Tidak punya hati atau keinginan untuk melihat, bertemu dengan Yesus. Gairahnya terlihat, sikap ibadahnya terlihat.
      Hanya bila kita bisa merendah, kita akan merasa ‘perlu’ Yesus dan ketika Yesus menampakkan diri, kita akan ‘sangat girang’.
      Sudah lama ingin melihat, sudah sering mendengar tentang Yesus. Apakah kita masih punya semangat seperti itu atau kita justru berkata: “sudah lama aku melihat dan sudah banyak aku mendengar, sudah bosan, sudah tidak bersemangat”? Justru mulai banyak kritik, bukan memuja-memuji, justru mulai menilai dan mencela?
      Ia mengharapkan melihat Yesus mengadakan suatu tanda (MUKJIZAT). Bisa dibayangkan? Herodes, Raja, di istana (bukan istana buah, istana seafood, istana rest, istana mart). Dia tingga di sebuah istana yang sesungguhnya. Castle. Kalau kita masuk ke istana di Dubai, di situ dipamerkan tempat tidur raja dari emas murni. CASTLE, dalamnya menarik, pasti ada kata-kata kekaguman: waaa, woow, wihh, dll. Bagi kita di istana banyak mukjizat, tapi Herodes justru ingin mengharap melihat Yesus mengadakan suatu tanda – mukjizat.
      Kalau kita sudah sampai pada tingkatan Herodes, apakah kita masih tetap ingin melihat Yesus mengadakan mukjizat bagi kita? Apakah kita akan berkata untuk hal-hal besar yang terjadi sebagai suatu MUKJIZAT, atau kita justru akan membanggakan diri kita sendiri, sebab kemahiranku, pergaulanku, sebab usahaku, sebab aku dan aku??
      TUHAN YESUS akan menuntun kita untuk mengalami MUKJIZAT di saat apapun, dalam keadaan apapun, supaya kita makin mengenal Tuhan Yesus dengan lebih baik dan akan mengerti menghormati Tuhan Yesus dengan sesungguhnya.
      Apa yang dilakukan Tuhan Yesus untuk mukjizat?
1.      Lukas 5:1-11, Tuhan menyuruh mereka pergi ke tempat yang lebih dalam di siang hari dan menebar jala.
2.      Yohanes 2:1-11, lakukan apa yang dikatakanNya kepadamu. Kumpulkan tempayan kosong, isilah dengan air dan cedoklah.
3.      Lukas 8:22-25, panggil Yesus, Dia akan menghardik angin dan gelombang.
4.      Lukas 9:12-17, terima dari Tuhan dan bagikan kepada orang banyak.

Pada 2 Samuel 12:13-20, 24 bercerita mengenai Batsyeba yang mengandung dari Daud, datanglah Nabi Natan menegur dan memperingatkan Daud. Dan Daud menyesal. Nabi Natan berkata: Tuhan telah menjauhkan dosamu, tapi anak yang lahir bagimu itu akan mati. Daud memohon dengan berpuasa, berbaring di tanah. Setelah anak itu mati, justru Daud bangun, mandi, dan ke rumah Tuhan sujud menyembah, memuji Tuhan. Banyak orang, jika dalam susah memohon Tuhan dan tidak dipenuhi keinginannya, dia justru meninggalkan Tuhan, tidak mau ke rumah Tuhan lagi.
Dengan Daud ke rumah Tuhan dan menyembah memuji Tuhan, MUKJIZAT terjadi. Ayat 24, dia menghampiri istrinya, Batsyeba, melahirkan anak laki-laki yang dinamai SALOMO, dan Tuhan mengasihi anak itu. Sebelum anak itu mengerti – melakukan sesuatu yang baik, Tuhan sudah “mengasihi anak itu”.
Di antara 22 anak Daud, 21 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, Salomo dikasihi Tuhan dan terpilih menjadi raja. 1 anak hilang, diganti Tuhan dengan 1 yang 7x lebih dari yang hilang.
Aturan Hukum Taurat, kalau lembumu dicuri kamu akan dapat ganti 5x. Kalau dombamu dicuri, kamu akan dapat ganti 4x. Zakehus bertemu Yesus, orang yang dia peras, tipu, dikembalikan 4x. Kita sedang kehilangan apa? Beritahu Tuhan, itu punyaku, hilang, Tuhan sudah menebus dan Tuhan akan mengembalikan 7x lebih baik, lebih indah, lebih daripada asalnya.
Kesaksian Presiden FGBMI, anaknya kecelakaan dan hilang ingatan selama 7 tahun. Ayahnya adalah seorang hamba Tuhan dan pimpinan, setiap waktu, setiap bulan dengan setia selalu mengunjungi anaknya dengan cemas dan putus asa. Sampai 1 hari Roh Kudus berbisik, muliakan Tuhan. Hatinya melawan, anakku sakit 7 tahun belum ada perubahan. Dorongan makin kuat, dan diapun memuji dan menyembah Tuhan. Dia keluar dari ruang anaknya, sebentar lagi, tiba-tiba ada suara berteriak: I want my daddy.
Lukas 10:17-20, 70 murid kembali dengan gembira, sebab mukjizat terjadi di mana-mana. Sudah mengalami dan mengadakan mukjizat tapi murid-murid bisa kembali kepada sikap-cara kebiasaan lama, dan tidak menghasilkan apa-apa.
Yohanes 21:1-13, Tuhan Yesus memikirkan apa yang mereka perlu. Sudah ada api arang, ikan, dan roti. Kita kepikiran, Tuhan sudah memikirkan untuk kita. Ini menuntun kita untuk merendah dan membangkitkan perasaan kita terhadap Tuhan Yesus.
Yohanes 21:15-19, apakah kamu mengasihi Aku? Ini menuntun kepada MUKJIZAT yang lebih besar lagi. Berani ada di tempat yang kamu tidak suka, perubahan hidup, pengertian, pelayanan, semangat kerja, keberanian berkorban untuk terus memberitakan Injil.
Yohanes 12:37, banyak mukjizat tetapi mereka tidak percaya. Roh Kudus ingin membangkitkan perasaan kita terhadap Tuhan dan pekerjaanNya, dan jiwa-jiwa. Sudah banyak MUKJIZAT, bagaimana hati kita? Wujud percaya: memuji-memuja-menyembah!

No comments:

Post a Comment