PERSPECTIVE
(Khotbah Ps. Lukas
Soetopo
Gembala Gereja AOC;
17 November 2013 )
Apakah
mukjizat masih ada? Apakah saya ini membutuhkan mukjizat? Bila keadaan sulit,
belum menentu, sedang berjuang, mungkin ya… Bagaimana bila keadaan sudah mapan?
100 juta penduduk Indonesia sekarang berada di level menengah. Dalam 25 tahun
mendatang, Indonesia ada dalam kelompok negara kaya. Ingat pada tahun 1990
keadaan kita dan bagaimana sekarang? Dan bayangkan 25 tahun mendatang.
Apakah
mukjizat masih dibutuhkan? Jika kita sudah mempunyai rumah dengan 2 lantai,
jika sudah ada 4 unit rumah di Graha, Jakarta Selatan, di PIK. Pemasukan sudah
2 Milliar / bulan; apakah mukjizat masih dibutuhkan? Apakah masih ada
kerendahan hati untuk memohon kepada Tuhan? Atau Tuhan harus membuat hati kita
merendah, supaya mengerti berseru kepada Tuhan? Apakah saya masih membutuhkan
mukjizat Tuhan?
“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat
girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar
tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu
tanda.” – Lukas 23:8 –
Herodes ‘melihat’ Yesus, ia sangat ‘girang’.
Tidak semua orang bisa melihat dan bisa melihat hal yang sama. Puluhan ribu
orang sudah melihat Yesus, tapi lain dengan Herodes melihat Yesus. VISI tidak
bisa dilihat oleh semua orang, sebab itu VISI harus terus diucapkan oleh
pemimpin kepada semua umat agar dapat menangkap dan mengerti VISI. Herodes melihat
Yesus dan ia ‘sangat girang’.
Melihat yang berbeda, membuat Herodes ‘sangat
girang’. Kalau kita melihat Yesus, menyentuh apa dan membuat kita merasakan
apa? Apakah kita merasa sangat girang atau ada yang dapat membuat kita lebih
girang daripada melihat Yesus?
Ada orang yang merasa sudah
kaya, dan merasa tidak perlu Yesus. Tidak punya hati atau keinginan untuk
melihat, bertemu dengan Yesus. Gairahnya terlihat, sikap ibadahnya terlihat.
Hanya bila kita bisa
merendah, kita akan merasa ‘perlu’ Yesus dan ketika Yesus menampakkan diri,
kita akan ‘sangat girang’.
Sudah lama ingin melihat, sudah
sering mendengar tentang Yesus. Apakah kita masih punya semangat
seperti itu atau kita justru berkata: “sudah lama aku melihat dan sudah banyak
aku mendengar, sudah bosan, sudah tidak bersemangat”? Justru mulai banyak
kritik, bukan memuja-memuji, justru mulai menilai dan mencela?
Ia mengharapkan melihat Yesus
mengadakan suatu tanda (MUKJIZAT). Bisa dibayangkan? Herodes, Raja, di
istana (bukan istana buah, istana seafood, istana rest, istana mart). Dia
tingga di sebuah istana yang sesungguhnya. Castle. Kalau kita masuk ke istana
di Dubai, di situ dipamerkan tempat tidur raja dari emas murni. CASTLE,
dalamnya menarik, pasti ada kata-kata kekaguman: waaa, woow, wihh, dll. Bagi
kita di istana banyak mukjizat, tapi Herodes justru ingin mengharap melihat
Yesus mengadakan suatu tanda – mukjizat.
Kalau kita sudah sampai pada
tingkatan Herodes, apakah kita masih tetap ingin melihat Yesus mengadakan
mukjizat bagi kita? Apakah kita akan berkata untuk hal-hal besar yang terjadi
sebagai suatu MUKJIZAT, atau kita justru akan membanggakan diri kita sendiri,
sebab kemahiranku, pergaulanku, sebab usahaku, sebab aku dan aku??
TUHAN YESUS akan menuntun
kita untuk mengalami MUKJIZAT di saat apapun, dalam keadaan apapun, supaya kita
makin mengenal Tuhan Yesus dengan lebih baik dan akan mengerti menghormati
Tuhan Yesus dengan sesungguhnya.
Apa yang dilakukan Tuhan
Yesus untuk mukjizat?
1. Lukas
5:1-11, Tuhan menyuruh
mereka pergi ke tempat yang lebih dalam di siang hari dan menebar jala.
2. Yohanes
2:1-11, lakukan apa yang
dikatakanNya kepadamu. Kumpulkan tempayan kosong, isilah dengan air dan
cedoklah.
3. Lukas
8:22-25, panggil Yesus, Dia
akan menghardik angin dan gelombang.
4. Lukas
9:12-17, terima dari Tuhan
dan bagikan kepada orang banyak.
Pada 2 Samuel 12:13-20, 24 bercerita mengenai Batsyeba yang mengandung
dari Daud, datanglah Nabi Natan menegur dan memperingatkan Daud. Dan Daud
menyesal. Nabi Natan berkata: Tuhan telah menjauhkan dosamu, tapi anak yang
lahir bagimu itu akan mati. Daud memohon dengan berpuasa, berbaring di tanah.
Setelah anak itu mati, justru Daud bangun, mandi, dan ke rumah Tuhan sujud
menyembah, memuji Tuhan. Banyak orang, jika dalam susah memohon Tuhan dan tidak
dipenuhi keinginannya, dia justru meninggalkan Tuhan, tidak mau ke rumah Tuhan
lagi.
Dengan Daud ke rumah Tuhan dan
menyembah memuji Tuhan, MUKJIZAT
terjadi. Ayat 24, dia menghampiri istrinya, Batsyeba, melahirkan anak
laki-laki yang dinamai SALOMO, dan Tuhan mengasihi anak itu. Sebelum anak
itu mengerti – melakukan sesuatu yang baik, Tuhan sudah “mengasihi anak itu”.
Di antara 22 anak Daud, 21 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, Salomo
dikasihi Tuhan dan terpilih menjadi raja. 1 anak hilang, diganti Tuhan dengan 1
yang 7x lebih dari yang hilang.
Aturan Hukum Taurat, kalau lembumu dicuri kamu akan dapat ganti 5x.
Kalau dombamu dicuri, kamu akan dapat ganti 4x. Zakehus bertemu Yesus, orang
yang dia peras, tipu, dikembalikan 4x. Kita sedang kehilangan apa? Beritahu
Tuhan, itu punyaku, hilang, Tuhan sudah menebus dan Tuhan akan mengembalikan 7x
lebih baik, lebih indah, lebih daripada asalnya.
Kesaksian Presiden FGBMI, anaknya kecelakaan dan hilang ingatan selama
7 tahun. Ayahnya adalah seorang hamba Tuhan dan pimpinan, setiap waktu, setiap
bulan dengan setia selalu mengunjungi anaknya dengan cemas dan putus asa.
Sampai 1 hari Roh Kudus berbisik, muliakan Tuhan. Hatinya melawan, anakku sakit
7 tahun belum ada perubahan. Dorongan makin kuat, dan diapun memuji dan
menyembah Tuhan. Dia keluar dari ruang anaknya, sebentar lagi, tiba-tiba ada
suara berteriak: I want my daddy.
Lukas 10:17-20, 70 murid kembali dengan gembira, sebab
mukjizat terjadi di mana-mana. Sudah mengalami dan mengadakan mukjizat tapi
murid-murid bisa kembali kepada sikap-cara kebiasaan lama, dan tidak
menghasilkan apa-apa.
Yohanes 21:1-13, Tuhan Yesus memikirkan apa yang mereka
perlu. Sudah ada api arang, ikan, dan roti. Kita kepikiran, Tuhan sudah
memikirkan untuk kita. Ini menuntun kita untuk merendah dan membangkitkan
perasaan kita terhadap Tuhan Yesus.
Yohanes 21:15-19, apakah kamu mengasihi Aku? Ini menuntun
kepada MUKJIZAT yang lebih besar lagi. Berani ada di tempat yang kamu tidak
suka, perubahan hidup, pengertian, pelayanan, semangat kerja, keberanian berkorban
untuk terus memberitakan Injil.
Yohanes 12:37, banyak mukjizat tetapi mereka tidak
percaya. Roh Kudus ingin membangkitkan perasaan kita terhadap Tuhan dan
pekerjaanNya, dan jiwa-jiwa. Sudah banyak MUKJIZAT, bagaimana hati kita? Wujud
percaya: memuji-memuja-menyembah!
No comments:
Post a Comment