14 November 2013
HIDUPMU adalah
Khotbahmu, KHOTBAHMU adalah Hidupmu; Menjadi TELADAN. Yohanes
13:15, “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu
juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Amin. Filipi
3:17, “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang
hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.” Amin. Tuhan Yesus &
Rasul Paulus tidak menginginkan para murid nantinya hanya sekedar berkhotbah
dan mengajarkan teori saja, tetapi lebih dari itu tindakan nyata / teladan itu
lebih efektif dan mudah diterima. Sebagai pelayanNya sudah seharusnya kita
meneladani apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan. Tanggalkan semua Jubah
Kebesaran kita & kenakanlah Kain KERENDAHAN HATI dalam melayani
Tuhan serta berikanlah suatu teladan yang baik!
Respon 1
Syalom. “Dan TUHAN,
Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi
TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau
hidup.” (Ulangan 30:6). Selamat pagi Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN selalu
memberkati Ibu dan Keluarga.
Respon 2
“...Aku akan
memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah AKHOR
(=lembah kesusahan, kesulitan, gangguan) menjadi PINTU PENGHARAPAN....” (Hos
2:14) Bila hari ini kita berdiri seperti ditengah lembah Akhor. Jangan gelisah
ataupun takut! Dilembah itulah justru TUHAN dapat membuat pintu pengharapan
bagi kita. Yesus berkata, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan
selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput” (Yoh 10:9)
Respon 3
Shalom! Ya kita
“hendaklah selalu rendah hati, lemah lembut, & sabar. Tunjukkan kasihmu
dalam hal saling membantu. Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai
sejahtera. JBU.
Respon 4
Cara terbaik untuk
mendapatkan keselamatan adalah dengan membuka diri pada Tuhan. Tidak
menyembunyikan dosa sekecil apapun karena Tuhan tahu segalanya. TUHAN
Memberkati.
Respon 5
RENUNGAN PAGI.
Kamis, 14 November 2013. “Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu:
Marilah dekat-dekat. Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: Akulah Yusuf,
saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati
dan janganlah menyesali diri,karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk
memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” (Kejadian 45:4-5)
Sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Dengan
kesusahan? Dengan penderitaan? Mungkin tidak... Namun Tuhan bisa turut terlibat
dalam kesusahan kita, dalam persoalan kita, dalam masalah kita, dan mengubahnya
menjadi kebaikan. Namun, berapa kali kita menggagalkannya atau mungkin saat ini
kita dalam persoalan, saat ini kita dalam masalah besar. Masihkah kita dapat
temukan penyertaan Tuhan di dalamnya? Masihkah kita dapat temukan Tuhan mau
pakai kita untuk suatu kebaikan? Yohanes 13:15; Filipi 3:17. Teori itu penting
dalam pengajaran, tetapi lebih efektif bila disertai dengan praktek langsung.
“Bapa, betapa sulitnya untuk menjadi teladan dan contoh yang baik dalam
kerendahan hati. Untuk itu kami mohon kiranya RohMu memampukan kami. Dalam nama
Tuhan Yesus Kristus. Amin!” Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment