Friday, 22 November 2013

22 November 2013



22 November 2013
SEPENUH HATI. Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Satu dari sekian banyak ayat firman Tuhan yang sudah menjadi rhema dalam kehidupan saya pribadi. Pertama kali saya mendapatkan ayat ini sewaktu pembahasan Firman Tuhan di Komunitas Sel 7 tahun yang lalu dari salah seorang  mentor yang sudah membawa dampak positif & sudah menjadi berkat bagi saya secara Pribadi. Sering kali kita melakukan pekerjaan kita dengan banyak motivasi yang salah ya?? Dengan maksud yang kadang hanya menyenangkan manusia?? Sejak mengerti kebenaran Firman Tuhan dari Kolose 3:23 ini saya belajar untuk melakukan / mengerjakan pekerjaan saya baik sebagai Ibu Rumah Tangga, sebagai wanita yang bekerja, maupun pekerjaan pelayanan saya dengan SEPENUH HATI seperti untuk: Tuhan, dst! SUDAHKAH Kolose 3:23 menjadi rhema dalam kehidupan praktek kita sehari-hari??

Respon 1
Semoga kami sekeluargapun bisa seperti Panjenengan sekeluarga yang melayani Tuhan sepenuhnya. Dengan tetap bekerja & berkarya serta melayani Tuhan dengan suka cita. Keteladan ini yang memotivasi kami sekeluarga untuk selalu terlibat dalam pekerjaan Tuhan. J

Respon 2
“Dalam hal inilah kasih Allah sempurna didalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman...” 1 Yoh 4:17 Ketakutan akan hari penghakiman adalah tanda bahwa kita tidak mengerti sungguh betapa besar Kristus Yesus dalam mengasihi kita. Percayalah apa yang Yesus katakan, “...dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka PASTI TIDAK AKAN binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun TIDAK AKAN merebut mereka dari tanganKu” Yoh 10:28.

Respon 3
Amin. Ya hanya orang yang mengikatkan diri menjadi satu Roh dengan Tuhan yang hidupnya dipimpin oleh Tuhan maka dalam tindak tanduk dapat benar terhadap diri sendiri, terhadap orang, juga terhadap Tuhan. Amin. Gbu.

Respon 4
Kolose 3:23, “apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kemarin waktu berangkat komsel kami ngobrol-ngobrol sama Pak Hendri, kami ingat Pak Hendri pernah membantu seseorang tapi kemarin Pak Hendri bilang “Kapan? Tidak ingat aku.” Ini yang dimaksud Firman hari ini. Apapun yang kita perbuat seperti untuk Tuhan tidak akan kita ingat-ingat lagi. Kebaikan-kebaikan yang kita tabur itu bukan untuk manusia tapi untuk Tuhan. Kita nggak akan menuntut balas, nggak akan menuntut pengakuan. Karena itu untuk Tuhan. Apa yang kita lakukan untuk Tuhan nggak sebanding dengan apa yang sudah Tuhan lakukan untuk kita. Jadi kita akan malu kalau kita mengingat-ingat kebaikan kita sendiri. Apa yang kita tabur biarlah itu semua untuk memuliakan Tuhan bukan untuk manusia dan bukan untuk pengakuan manusia. Amin... Tetap semangat di hari Jumat...

Respon 5
Setiap perkataan Firman Tuhan yang datang dalam hidup kita bukanlah kebetulan… Karena firman itu tepat, datang kepada orang yang tepat dan di waktu yang tepat untuk disampaikan kepada orang yang tepat, oleh karena itu jangan kita anggap biasa Firman Tuhan yang kita terima. Firman Tuhan yang Tuhan percayakan kepada kita berati Tuhan percaya kita sanggup menghidupinya dan bisa menjadi cermin Tuhan di bumi ini... GBU…

Respon 6
Syalom. Amin... “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.

Respon 7
Benar banget ya Tante, dalam kehidupan ini walau sudah sering doa, dengar Firman Tuhan, tapi masih sering melakukan segala hal untuk manusia bukan untuk Tuhan. FirmanNya pas banget sama pergumulan saya hari-hari ini Tante. Thanks buat Firmannya.

Respon 8
Renungan hari ini: Ada tiba saatnya dimana kita tidak akan melihat mukjizat, kesenangan-kesenangan yang didapatkan karena mengiring-Nya pun hilang. Semua ketika itu akan terasa berat dan kita melihat Dia sepertinya jauh dari kita. Alasan kita mengikuti Kristus seharusnya bukanlah karena kita menginginkan sesuatu dari-Nya, tetapi benar-benar karena kita beriman bahwa Dialah Tuhan dan Raja segala sesuatu, dan kesetiaan kita harus diberikan kepada-Nya. Mengikuti Kristus dengan motif yang benar menghasilkan kesetiaan. (Mazmur 48:2-3). Selamat siang & JLU..!

Respon 9
Ya amin. Ibrani 12:14-15, “berusahalah hidup damai dengan semua orang. Dan kejarlah kekudusan, sebab tampa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan, jagalah supaya jangan ada seorangpun menjaukan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Amin. Selamat malam, selamat bersama keluarga tercinta. Gbu.

No comments:

Post a Comment