28 November 2013
FOCUS: Berfikir POSITIF. 2 Korintus 10:3, “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara
duniawi.” Ayat4: “karena senjata kami
dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi
dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng- benteng.” Ayat
5: “Kami mematahkan setiap siasat orang
dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk
menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya
kepada Kristus.” 1 Yohanes 4:4, “Kamu
berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu
itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di
dalam dunia!” Amin. Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah diperbaharui melalui
Roh Kudus, sudah seharusnya kita mampu mengendalikan pikiran-pikiran yang negatif,
pesimis, rendah diri, dll. Seseorang tidak akan mampu mengendalikan TINDAKANNYA
karena Ia tidak mampu mengendalikan PIKIRANNYA!
Respon 1
RENUNGAN. Kamis,
28 Nop 2013. 1 Tawarikh 28:9, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti
segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui
olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk
selamanya. Ingat Allah mengerti niat hati kita, apakah kita dekat Allah atau
menjauh. Ingat segala berkat diatur oleh dekat jauhnya hati kita pada Allah.
Selamat pagi.
Respon 2
Syalom. Amin,... “Taburkanlah
benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada
petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan
berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” (Pengkhotbah 11:6). Terima kasih Ibu
Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.
Respon 3
Ya, amin. Kejadian 22:1-3,
Allah mencobai Abrham, ketaatan mutlak sering kali mengorbankan opini-opini
pribadi kita, contoh Abraham. Tuhan mengekspo hatinya, lewat anaknya yang
tunggal yaitu Ishak. Tuhan tahu apa yang kita paling terpikat. Ketaatan mutlak
juga ada kaitan dengan emosi seseorang, artinya apa yang Tuhan mau kita
lakukan, kita lakukan dengan rela, tidak dengan terpaksa. Kita praktekkan
firman dengan sukacita karena kita semua adalah hamba Tuhan. Oleh karena itu,
mari kita lakukan sesuatu selaras dengan firman Tuhan. Contoh ke 2: bagi janda
di Sarfat, yang pelihara Elia, Tuhan mengekspo hati si janda, dan dia mengorbankan
opininya yaitu tepung segenggam. Dan janda mendapat perkenanan Tuhan. Beberapa
contoh dari tokoh agama, kita meneladani mereka yang mempunyai sikap hati untuk
mengorbankan emosi kita. Amin. Selamat malam dan nikmati kebersamaan keluarga
tercinta. JBU.
No comments:
Post a Comment