08 November 2013
Yesaya 50:4, “Tuhan
ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan
aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia
mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” Perkataan
kita dapat memberi semangat dan menjadi BERKAT bagi orang lain tergantung dari
SUMBERnya. Sumbernya tentu adalah dari diri kita sendiri! Sehingga kita harus charge
/ diisi diri kita dengan hal-hal yang positif. Misal: membaca Firman Tuhan
& membaca buku dengan kata-kata yang membangun, apabila kita sudah terbiasa
untuk memberi SEMANGAT kepada orang
lain maka waktu kita berkomunitas ataupun kita tergabung dengan jejaring sosial
maka kata-kata yang keluar adalah kata-kata
yang MEMBANGUN, Amin!
Respon 1
Lalu makin lama
makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya. (1 Tawarikh
11:9) Tak ada apapun juga yang dapat membendung ketika TUHAN menyertai kita.
Maju terus & pegang janjiNYA.
Respon 2
Amin. Dalam 1
Korintus 2:6-16 ada hikmat Allah untuk mencerna segala perkara, yaitu hikmat
yang benar. Bukan hikmat dari dunia dan bukan dari penguasa-penguasa dunia ini.
Tetapi hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia yang sebelum dunia dijadikan
Allah bagi kemuliaan kita. Seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat
oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh teliga, dan yang tidak pernah timbul
di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi
Dia. Hidup tidak tergantung apa yang kita punya atau tidak punya, tetapi Roh
Kudus memberi tahukan hikmat yang tersembunyi dari Tuhan. Tidak ada yang instan
bagi Tuhan, semua harus lewat proses. Tuhan harus latih kita karena semua Tuhan
sudah disediakan untuk kita. Tuhan ajar kami tetap hidup dalam hikmat
kebenaran-MU. Amin. Tetap menafsirkan hal-hal rohani, perkataan kita yang dari
hikmat Allah. Amin. Selamat pagi, selamat berkarya dalam Yesus. JBU.
Respon 3
RENUNGAN PAGI.
Jumat, 08 November 2013. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di
tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan
diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. (Ulangan 32:10) Siapa sih yang
tidak senang dijaga Tuhan seperti Tuhan menjaga biji mata-Nya? Siapa sih yang
tidak ingin bernilai di mata-Nya? Namun siapkah kita menjadi biji mata-Nya yang
“selalu” melekat pada-Nya? Yang “selalu” memandang seperti apa yang ingin Dia
pandang? Yang “selalu” memancarkan isi hati Tuhan dan siap “dikucek” saat ada
sesuatu yang asing masuk dalam diri kita. Bila kita siap menjadi biji mata-Nya,
Dia pun akan menjaga kita seperti menjaga biji mata-Nya. Tapi bila tidak, mari
kita renungkan. Tuhan Yesus Memberkati.
Respon 4
BERSYUKURLAH JIKA
PASANGAN MENDENGKUR. Mendengar suara orang yang tengah mendengkur memang sangat
mengganggu. Terlebih jika pasangan kita mempunyai kebiasaan mendengkur. Namun
jika mau merubah pola pikir kita sejenak, tentu dengkuran itu akan kita
syukuri, bukan kita keluhkan.Sebuah surat pembaca di koran berisi keluhan
seorang istri yang tak dapat tidur karena suaminya mendengkur saat tidur. Lalu,
muncul banyak surat tanggapan. Ada yang memberi tips supaya tidak mendengkur.
Ada yang bersimpati. Ada juga yang ikut mengeluh.Sampai suatu hari, sebuah
surat tanggapan berbunyi, "Mendengkur adalah musik terindah di dunia. Jika
tak percaya, bertanyalah kepada para janda." Sejak itu, tidak ada lagi
surat berisi keluhan tentang pasangan mendengkur. Ya, para istri tetap lebih
senang mendengar dengkuran suaminya daripada tidur sendiri dengan hati
sunyi.Sepintas mengeluh, bersungut-sungut, itu biasa. Namun, sadarkah kita
bahwa sikap itu sangat merugikan bahkan menghancurkan kita? Mengeluh membuat
kita tidak bisa merasakan damai sejahtera. Mengeluh membuat kita tidak mampu
menghitung berkat Tuhan. Sibuk mengeluhkan hal-hal kecil, bisa membuat kita
tidak bersyukur atas hal-hal besar yang Tuhan sediakan.Demikian juga dalam
pernikahan dan keluarga. Daripada berfokus pada kelemahan pasangan, mengapa
kita tidak bersyukur untuk kelebihannya? Bersyukurlah untuk pasangan yang
mendengkur, cerewet, suka lupa, tidak rapi. Bersyukurlah karena ia adalah salah
satu berkat terbesar yang Tuhan berikan!Hati yang bersyukur melihat mawar yang
indah di tengah duri-duri.
Respon 5
Mazmur 13:6,16:1-11;
Lewat pujian dan penyembahan, kita boleh semakin mengenal isi hatiNya yang
terdalam buat hidup kita dan apa yang menjadi kehendak Bapa saja yang terjadi
di dalam kehidupan kita setiap saat. TUHAN MEMBERKATI, GBU.
No comments:
Post a Comment