19 November 2013
Nikmatilah Pekerjaannu. Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah!” Filipi 4:5, “Hendaklah
kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” Amsal 15:13, “Hati yang gembira membuat muka berseri-
seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Seringkali rutinitas
sehari-hari membuat kita jenuh ya, untuk itu diperlukan variasi dan kreativitas
serta SUKACITA di HATI. Bila kita
bekerja dengan PENUH SUKACITA, bukan
saja berdampak pada diri sendiri tetapi juga berdampak bagi organisasi yang
akan mendapatkan kinerja yang unggul. Dan juga menjadi berkat bagi sesama. Oleh
karena itu nikmatilah pekerjaanmu dengan PENUH
SUKACITA. Amin.
Respon 1
“Tanah yang bersemak
duri melukiskan hati orang yang mendengar berita kesukaan dan menerimanya,
tetapi daya tarik dunia ini serta kegemaran akan harta benda, cita-cita untuk
sukses, serta keinginan akan barang-barang yang indah memasuki kehidupan
mereka, lalu mendesak firman Allah dari dalam hati mereka, sehingga tidak
menghasilkan buah” (Markus 4:18-19; FAYH) Saudara-saudariku, jangan biarkan
kesenangan duniawi sampai menggantikan arah hidup kita dari kepercayaan dan
kasih kita kepada Kristus Yesus saja. Biar Kristus bertumbuh semakin hari
semakin kuat didalam kita.
Respon 2
Syalom. Amin... “Dari
segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak
dipenuhi; semuanya terpenuhi.” (Yosua 21:45). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas,
TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.
Respon 3
Amin. Terima kasih Cik
buat firmannya pagi ini, firman yang luar biasa. Cik ini pin BB saya: 748C5D90,
bisa nggak Cik renungan setiap harinya kirim via BBM saja. Terima kasih, Gbu.
Respon 4
Selamat pagi J. Dulu, aku
pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir
hidup & hebat dalam dunianya... Sekarang, aku memilih untuk mengganti
kriteria kekagumanku, aku kagum dengan manusia yang hebat di mata TUHAN. Sekalipun
kadang penampilannya begitu biasa & bersahaja! Dulu, aku memilih MARAH
karena merasa harga diriku dijatuhkan ketika orang lain berlaku kasar kepadaku,
menggunjingku dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran. Sekarang, aku
memilih untuk BERSYUKUR & BERTERIMA KASIH, karena ku yakin ada KASIH yang
datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan & bersabar. Dulu, aku
memilih MENGEJAR dunia & menumpuknya sebisaku... Ternyata aku sadari
kebutuhanku hanyalah makan & minum untuk hari ini & bagaimana cara
membuangnya dari perutku... Sekarang, aku memilih untuk BERSYUKUR dengan apa
yang ada & memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan
penuh kasih & bermanfaat untuk sesama... Dulu, aku berpikir bahwa aku bisa
MEMBAHAGIAKAN orangtua, saudara & teman-temanku kalau aku berhasil dengan
duniaku. Ternyata... yang membuat kebanyakan dari mereka bahagia adalah bukan
itu melainkan sikap, tingkah & sapaanku kepada mereka…. Sekarang, aku
memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku... Dulu, pusat
pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku... Ternyata aku
menjumpai teman & saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepadaNYA.
Sekarang, yang menjadi pusat pikiran dan rencanaku adalah bagaimana
mempersiapkan diri dan terutama hatiku agar aku selalu SIAP jika suatu saat
namaku dipanggil olehNya... Tak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat
menikmati teriknya matahari besok. Tak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa
aku masih bisa menghirup nafas esok hari... Kalau hari ini dan esok hari aku
bisa hidup, itu semata-mata Anugerah Tuhan.
No comments:
Post a Comment