Saturday, 23 November 2013

23 November 2013



23 November 2013
Miliki Kepekaan. (Ester 4:13-16; Ester 8:16-17) Jika kita seorang pemimipin, mari tinggalkan kesombongan kita. Belajarlah untuk tetap rendah hati, maka kita akan mendatangkan kesejahteraan bagi pengikut kita! Miliki kepekaan terhadap apa yang dirasakan oleh anak-anak rohani kita sehingga kita tidak menjadi batu sandungan bagi mereka! Kita bisa mencintai anak-anak rohani kita tanpa memimpin mereka, tetapi kita tidak bisa memimpin mereka tanpa mencintai mereka! Amin.

Respon 1
Amin... Terima kasih Cik buat firmannya, saya sangat diberkati dengan renungan pagi ini… Gbu.

Respon 2
Ester 4:13-16, 8:16-17; Cerita tentang kepedulian Ester pada bangsanya. Meskipun posisinya sudah enak yaitu sebagi Ratu, Ester tidak enak-enakan tapi ikut memikirkan bagaimana harus menyelamatkan bangsanya. Bahkan rela mengorbankan dirinya jika raja murka. Apa yang bisa kita teladani dari kisah ini? KEPEDULIAN. Sepeduli apa kita dengan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan? Apa yang sudah kita lakukan untuk mereka yang masih terhilang? Firman Tuhan hari ini benar-benar menegur aku. Aku belum melakukan apa-apa sampai saat ini. Aku masih nyaman dengan posisiku saat ini. Terima Kasih Tuhan sudah mengingatkan aku, menggugah rasa peduliku pada jiwa-jiwa, sudah seharusnya aku berdoa dan menangisi jiwa2 ini dihadapanMu, bukan malah menjauhi orang-orang ini. Terima kasih Tuhan, pakai aku Tuhan. Amin. Happy weekend....

Respon 3
Memang benar ya Tante, kita harus terus belajar peka, dan rendah hati, kalau sebagai pemimpin kita sombong, pasti akan menjadi boomerang kehancuran buat kita, tapi kalau kita peka, rendah hati, terus punya kasih, damai sejahtera dan berkat Tuhan tidak akan pernah berhenti dalam kehidupan kita.Itu sih yang saya dapat dari Firman Tuhan yang Tante share pagi ini, Tuhan selalu ingin melihat kita rendah hati ya Tante, seringkali manusia kalau sudah jadi pemimpin, pasti jadi sombong, tapi lewat proses, Tuhan ingin kita terus rendah hati, punya kasih, peka, seperti Daud, dia selalu merendahkan hatinya kepada Tuhan, sampai Tuhan berkenan atas dia.

Respon 4
RENUNGAN PAGI. Sabtu, 23 November 2013. “Kata-Nya kepada mereka: Ada tertulis demikian: Mesias harus menderitadan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosaharus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.” (Lukas 24:46-47) Mungkin hari ini kita mendengar berita atau kita menyampaikan berita. Berita apa yang kita dengar? Berita apa yang kita sampaikan? Berita bohong? Berita dusta? Gosip? Jika demikian halnya jangan lagi kita dengarkan berita tersebut. Jangan lagi kita sampaikan berita tersebut, tapi dengarkanlah, sampaikanlah berita tentang pertobatan, berita tentang pengampunan dosa, berita tentang keselamatan, berita tentang kebenaran kepada segala bangsa, kepada semua orang dalam nama Yesus Tuhan Yesus Memberkati.

Respon 5
Syalom. Amin,.. “Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.” (Amsal 19:23). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.

No comments:

Post a Comment