09 November 2013
Efesus 6:4, “Dan
kamu, bapa- bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak- anakmu,
tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Amsal 17:6, “Mahkota
orang- orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak- anak ialah nenek moyang
mereka.” Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya didalam
ajaran dan nasihat Tuhan! Mendidik anak bukan suatu tawaran tetapi kewajiban
bagi setiap orang tua, bagaimanapun kondisi anak! Sudahkah kita mendidik serta
mengasihi anak-anak kita didalam ajaran Firman Tuhan.
Respon 1
Amin, Shalom Siu,
BAPA beri kami hikmat untuk boleh mendidik anak-anak kami dengan benar supaya
anak-anak kami boleh memiliki roh yang taat dan takut akan TUHAN, sehingga
anak-anak kami boleh jadi saksiMU, jadi alatMU, hidup mereka berkenan
dihadapanMU. Thank you Siu, Gbu.
Respon 2
Mazmur 33:18,
Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada
mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. He is so good to you & me. Keep
on smile and pray (for me) :)
Respon 3
RENUNGAN PAGI.
Sabtu, 09 November 2013. Hendaklah kamu juga siap sedia,karena Anak Manusia
datangpada saat yang tidak kamu sangkakan. (Lukas 12:40) Dengan apakah kita
siap sedia? Dengan meninggalkan pekerjaan kah? Dengan keluar dari sekolah kah?
Dengan menjual semua miliknya kah? Dengan duduk manis menunggu di gereja kah?
Atau tetap bekerja, tetap bersekolah, tetap melakukan tugas seperti biasa untuk
kemuliaan Tuhan? Haruskah kita berhenti melakukan apa-apa saat kedatangan-Nya
semakin dekat? Dan bila pun kedatangan-Nya sudah dekat haruskah kita
menyia-nyiakan sedikit waktu yang tersisa itu untuk sibuk memikirkan diri
sendiri dan tidak melakukan apa-apa lagi? Atau justru semakin giat bekerja
menjadi saksi-Nya untuk kemuliaan nama-Nya? Tuhan Yesus Memberkati.
Respon 4
Firman Tuhan :
“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk
selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!” (Mazmur 138:8)
Syalom.. Selamat siang kekasih Tuhan :) Selamat beraktivitas & berakhir
pekan bersama keluarga tercinta ya... IMANUEL^^
Respon 5
Syalom. Amin...
“Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu
Kuberikan kepadanya--pada pihak lain ketakutan--dan ia takut kepada-Ku dan gentar
terhadap nama-Ku.” (Maleakhi 2:5). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktvitas
TUHAN YESUS memberkati Ibu & keluarga.
Respon 6
Dan kamu, bapa-bapa,
janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka
di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4). Kadang sebagai orang tau kita
selalu langsung emosi dan marah-marah kalau anaknya nakal, ulangan dapat jelek,
memberontak, suka membantah, berbohong, mencuri, & melakukan
kenakalan-kenakalan yang lain (gue bangeeett) tanpa mau mencari tahu kenapa kok
mereka jadi seperti itu. Kadang sebagai orang tua kita merasa sok benar (gue
banget lagi), orang tua benar salah harus selalu benar, jadi orang tua marah
itu sah-sah saja. Pagi ini Tuhan menegur kita lewat FirmanNya, anak adalah
titipan Tuhan yang harus kita kasihi, sayangi dan pahami. Banyak contoh-contoh
yang sudah aku lihat bahwa senakal-nakalnya anak, ketika mereka berjumpa dengan
kasih Kristus, mereka berubah 180 derajat. Contoh konkritnya adalah 3 Pastor
kita. Dulu waktu kecil mereka nakal tapi karena orang tuanya tekun berdoa buat
mereka dan mereka mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka semua berubah. Tuhan
memakai mereka secara dahsyat dan luar biasa. Jadi tugas kita sebagai orang tua
adalah mengajari anak-anak kita tentang Firman Tuhan. Berdoa buat mereka.
Menjadi teman mereka, berusaha memahami mereka. Marah untuk mendisiplin mereka
harus tapi bukan marah yang nggak terarah. Wow... Pagi ini hancur hatiku. Aku
banyak salah pada anak-anakku. Mari yang sudah jadi orang tua, kita sadar diri,
tugas kita adalah mempertemukan anak-anak kita pada kasih Tuhan yang akan
mengubahkan kehidupan mereka. Happy weekend.
No comments:
Post a Comment