06 November 2013
Amsal 19:17, “Siapa
menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan
membalas perbuatannya itu.” Memberi dengan Kemurahan Hati dari milik kita
untuk menolong orang miskin merupakan sebuah cara melayani Tuhan, IA akan MENGUPAHI
orang-orang yang berbuat demikian.
Respon 1
Syalom. Amin...
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan
sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan
sukacita.” (2 Korintus 9:7). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN
memberkati Ibu & Keluarga.
Respon 2
Percayalah kepada
TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri. (Amsal 3:5) Mulai hari baru dengan bersandar kepada Tuhan, bersandar
kepada kekuatanNYA, anugerahNYA, kasihNYA & kemurahanNYA. Tuhan punya
banyak cara untuk menolong kita. Halleluyah.
Respon 3
Yohanes.15:1-8;
pokok anggur yang benar bicara tentang karakter kita pada Tuhan, setiap ranting
yang tidak berbuah, pribadi-Nya yang digambarkan. Kalau kita sebagai ranting,
Dia adalah pokok. Kita harus selalu melekat pada pokok, supaya dapat berbuah
karena kita tidak dapat berbuah dari diri kita sendiri. Barangsiapa tidak
tinggal di dalam Dia, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering
kemudian dikumpulkan orang dan dicampakan kedalam api dan dibakar. Dalam
Amsal.1:29, Roh Kudus adalah Roh yang lemah lembut & Pengasih, tetapi kalau
kita tidak mendengar petunjuk-Nya Dia bukan lagi lemah lembut tapi jadi
penghukuman yang sangat disayangkan. Kita butuh kepekaan, kita harus menyatuh
dengan Dia. Beginilah pribadi-Nya yang digambarkan. Tuhan ajar kami tetap hidup
dalam kebenaran-MU. Amin. JBU.
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Rabu,
06 November 2013. “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang
yang selalu berhasil dalam pekerjaannya” (Kej 39: 2). Tetapi TUHAN menyertai
Yusuf dan ia pun menjadi seseorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya.
Mari kaji adakah hari-hari ini kita mohonkan penyertaan Tuhan dalam tiap
langkah hidup kita ataukah kita atur langkah kita sendiri? Kala kita ingat,
kita mohon: Tuhan sertailah hamba, amin. Tanpa beri kesempatan DIA berbicara
balik, tanpa beri kesempatan DIA memberi jalan. Hanya memberi arahan atau
laporan: begini cara yang nanti aku mau buat. Ingat Yusuf selalu berhasil
karena Tuhan yang bertindak menyertai Yusuf. Bukan sebaliknya, Tuhan disertakan
dalam rencana Yusuf. Pagi ini mari mohon penyertaan Tuhan, mari persilahkan
Tuhan untuk mengambil kendali langkah kita. Pasti hasilnya akan berbeda.
Selamat berhasil! Tuhan Yesus Memberkati.
No comments:
Post a Comment