Friday, 30 June 2017

30 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 30 – Heart (2). Mendukakan Roh Kudus dengan cara... Bila kita teliti ayat-ayat yang mendahului “dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah” (Efesus 4:30) maka kita temukan bahwa ayat-ayat diatasnya berbicara tentang membuang dusta diantara sesama jemaat, jangan menyimpan amarah, jangan mengeluarkan perkataan kotor melainkan perkataan yang membangun. Efesus 4:30, “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Baru kemudian disusul ayat “jangan mendukakan Roh Kudus”, berarti Roh Kudus berduka bila ada pertikaian/perpecahan diantara jemaat. Sama seperti seorang Bapak yang merasa sedih bila anak-anaknnya bertikai dan bermusuhan, hatiNya berduka bila melihat anak-anakNya dalam pertikaian/saling membenci bahkan tidak saling menyapa, dsbnya. Apa akibat dari mendukakan Roh Kudus?? Bila kita mendukakan Roh kudus, apakah Roh Kudus akan meninggalkan kita? Efesus 4:30, “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Kata memeteraikan berarti memberi meterai, memberi tanda/identitas milik seseorang, mengantar dengan aman. Jadi Roh Kudus tidak dapat meningglkan kita, karena IA yang memeteraikan hingga Kristus kembali memanggil/membawa kita pulang. Namun karena perbuatan dosa kita tentu saja kita akan kehilangan sukacita, berkat dan kuasa yang Roh Kudus dapat curahkan pada kita. Karena itu kita perlu berhenti mendukakan Roh Kudus dengan cara bertobat, yakni mengakui dan menghentikan perbuatan yang mendukakan HATI-Nya ❤. Dan memastikan bahwa kita telah lahir baru dan dibaptis dalam Roh. Yoh 3:6, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 17-19
PB: Galatia 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyHoliday
#HappyWithUrFamily

Ibu Caroline – Bandung
ARUNG JERAM. Bacaan: 1 Tawarikh 28:9-20. NATS: Janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau (1 Tawarikh 28:20). Mulanya saya menikmati pengalaman pertama saya berarung jeram, sampai saya mendengar suara gemuruh jeram di depan saya. Tiba-tiba emosi saya dibanjiri dengan perasaan tak pasti, takut, sekaligus tak aman. Mengarungi jeram sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan! Lalu, tiba-tiba, semuanya kembali tenang. Pemandu yang duduk di bagian belakang rakit berhasil memandu kami dengan baik melalui jeram itu. Saya selamat -- setidaknya sampai bertemu jeram berikutnya. Transisi-transisi dalam hidup kita juga serupa dengan jeram-jeram sungai. Banyak transisi tak terelakkan saat kita beralih dari suatu masa kehidupan ke masa berikutnya -- dari masa kuliah ke masa bekerja, dari masa lajang ke pernikahan, dari masa berkarier ke masa pensiun, dari pernikahan ke hidup menduda atau menjanda -- semua ditandai dengan kebimbangan dan kegelisahan. Salah satu perubahan yang paling berarti dan tercatat di Perjanjian Lama adalah ketika Salomo mengambil alih takhta dari Daud, ayahnya. Saya yakin Salomo berdebar-debar karena masa depannya seakan-akan penuh dengan ketidakpastian. Namun, apa nasihat ayahnya? “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; ...sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau” (1 Tawarikh 28:20). Anda akan mengalami masa-masa transisi dalam hidup Anda. Namun, apabila Anda bersama Allah di dalam rakit kehidupan, maka Anda tidak sendirian dalam menghadapi beragam perubahan itu. Pandanglah Pribadi yang menjadi Pemandu dalam mengarungi jeram kehidupan. Dia sudah membimbing banyak orang melewati jeram kehidupan. Air tenang sudah menanti di depan Anda –JMS. TUHAN AKAN MEMBIMBING ANDA MELINTASI JERAM-JERAM TRANSISI DALAM HIDUP INI.

No comments:

Post a Comment