Tuesday, 27 June 2017

26 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 26 (Yehezkiel 18:31). Yehezkiel 18:31 (BIS), “Hentikan segala kejahatan yang kamu lakukan dan biarlah HATI dan PIKIRANMU menjadi baru.” Ketika Tuhan menciptakan kita, DIA tidak menciptakan robot, tetapi DIA menjadikan kita menurut gambarNya?Artinya kita dapat BERPIKIR mempunyai akal dan membuat keputusan-keputusan. Melalui nabi Yehezkiel, IA berkata kepada bangsa Israel kuno yang terus menentangNya. Bertobatlah dari dosa-dosamu, jangan biarkan dosamu menghancurkan dirimu... Biarlah hati dan PIKIRANMU menjadi baru (Yehezkiel 18:30-31, BIS). Dan PERUBAHAN itu cukup dimulai dengan 1 keputusan yakni MEMILIH untuk dikuasai ROH KUDUS (Roma 8:31) artinya “milikilah kata-kata FIRMAN Tuhan itulah serangan AKURAT yang dapat kita gunakan untuk menyerang kata-kata Iblis (karena iblis juga tahu ayat-ayat Firman Tuhan). Jika kita tidak punya kata-kata Firman Tuhan untuk diri kita sendiri RHEMA, maka akan sangat mudah iblis bekerja lebih kuat dan dasyat karena kita lemah atau tidak punya kata-kata firman Tuhan yang pastinya punya kekuatan/power jauh lebih kuat dari apapun juga. Karena kata-kata/ucapan FIRMAN Tuhan yang kita ucapkan sama kuatnya/sama powerfulnya dengan kata-kata Tuhan dimulut Tuhan. Amin pelajaran di minggu ke 2: Kita dapat memlih untuk BERUBAH mulai dari PIKiRAN kita dan itu dimulai dari HARI ini. Untuk suatu awal yang baru, mintalah HATI dan PIKIRAN yang baru kepada Tuhan.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 5, 6 dan 7
PB: Markus 15:33-47

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyHoliday
#HappyWithUrFamily

Madam Ossy
Senin, 26 Juni 2017. Bacaan: 2 Samuel 9:1-13. Setahun: Mazmur 1-9. Nas: Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: “Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku? (2 Samuel 9:8). Merasa Hina. Pada jaman perang, lazim bagi seorang raja yang berhasil merebut singgasana untuk menghabisi keturunan dari raja sebelumnya, karena dianggap sebagai ancaman. Namun sikap Daud berlawanan dengan kelaziman itu. Ia malah mencari keturunan Saul untuk dirangkul. Daud menunjukkan kasihnya yang besar. Saul menganggap Daud sebagai musuh, tetapi Daud melakukannya karena ia mengingat hubungan dan perjanjiannya dengan Yonatan. Dari Ziba, pelayan Saul, Daud mendapat informasi bahwa masih ada Mefiboset, anak Yonatan. Rupanya selama ini ia bersembunyi demi keamanan. Ia merasa tidak layak di hadapan Daud. Meski ia berasal dari keluarga raja yang dulu berkuasa, tetapi saat ini ia bukan siapa-siapa. Saking ia merasa hina, ia menganggap dirinya setara dengan anjing mati. Namun Daud menunjukkan kasihnya dengan membiarkan Mefiboset makan semeja dengannya, seperti seorang anak raja. Selain itu, Daud berjanji bahwa Mefiboset akan menerima segala sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya, yaitu harta milik Saul. Sungguh suatu anugerah bagi Mefiboset. gambaran ketidaklayakan ini juga melekat pada kita, saat kita masih berdosa. Walau demikian, Allah memilih untuk mengasihi kita. Maka setelah menyadari keberdosaan kita dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat kita, barulah segala sesuatunya berubah. Kita tidak lagi najis karena dosa, melainkan menjadi kudus karena darah Anak Domba. Dengan status demikian, maka seharusnyalah hidup kita menggambarkan kemuliaan hidup anak-anak Allah. Itulah respons tepat bagi anugerah keselamatan dari Allah -ENO. Siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan –ENO. SIAPA SAJA YANG MERENDAHKAN DIRI, IA AKAN DITINGGIKAN (Lukas 14:11B).

Ibu Caroline – Bandung
MENGUBAH PADANG GURUN MENJADI MATA AIR. “Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air” (Keluaran 15:22). Dalam hal ini (Kejadian 15:22-27). Musa memimpin bangsa Israel dari laut Teberau ke padang gurun. Mereka mendapati air tetapi airnya pahit, tetapi bangsa Israel bersungut-sungut. Lalu Musa berseru-seru kepada Tuhan dan Tuhan menunjukkan sepotong kayu dan Musa melemparkannya ke dalam air dan air itu menjadi manis. Padang gurun ini menggambarkan tembok dan kekeringan, mungkin saat ini dalam hidup kita seperti sedang menghadapi tembok tinggi dan kekeringan dalam usaha, pekerjaan, ekonomi, dan berbagai bentuk masalah. Marilah kita belajar dari Musa yang mempimpin bangsa Israel dari laut Teberau hingga ke Padang gurun yang airnya pahit, tetapi oleh hikmat Tuhan air itu telah berubah menjadi manis. Pertama, dalam menghadapi padang gurun yang airnya pahit apa yang dilakukan Musa? Keluaran 15:25, “Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan Tuhan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah Tuhan mencoba mereka.” Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan memberikan hikmat dengan menunjukkan kayu untuk dilemparkan ke dalam air. Ketika kita sedang menghadapi hidup ini yang mungkin bagaikan tembok dan kekeringan, berseru-serulah kepada Tuhan dengan sepenuh hati pasti Dia sang Raja akan menunjukkan hikmat dan jalan keluar untuk kita mengalami kemenangan demi kemenangan. Oleh sebab itu jangan mudah putus asa, karena Tuhan sanggup merubah padang gurung menjadi mata air yang manis. Kedua, padang gurun yang menggambarkan bagaikan tembok dan kekeringan, ditengah-tengahnya terdapat air tetapi air yang pahit. Di tengah-tengah kesulitan hidup banyak di antara kita yang mudah sekali kecewa, pada akhirnya kepahitan. Ketika Tuhan menunjukkan Musa sepotong kayu lalu melemparkannya ke dalam air, maka air berubah menjadi manis. Kayu tersebut menggambarkan salib, jika kita meletakkan salib Yesus ke dalam hati dan hidup kita pasti hati kita akan berubah menjadi manis. Akhirnya perkataan, sikap hati, dan hidup kita menjadi manis dan bisa berdampak bagi sekitar kita. Janganlah putus asa dan mudah menyerah di tengah-tengah kesulitan hidup kita yang mungkin bagaikan tembok dan kekeringan, taruhlah salib Kristus di hati dan hidup kita, maka Dia akan mengubah tembok dan kekeringan itu bagaikan mata air yang manis (BD).
Questions:
1. Apakah tantangan berat yang tengah Anda hadapi saat ini? Secara rohani, apa yang Anda lakukan untuk sanggup menghadapinya?
Values:
Janganlah putus asa dan mudah menyerah di tengah-tengah kesulitan hidup, Tuhan bisa ubah keadaan jadi lebih baik. Sikap hati dan hidup kita yang tetap manis walaupun dalam kesulitan bisa memberi dampak luar biasa bagi orang lain.

No comments:

Post a Comment