YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 26 (Yehezkiel 18:31). Yehezkiel 18:31 (BIS), “Hentikan
segala kejahatan yang kamu lakukan dan biarlah HATI dan PIKIRANMU menjadi
baru.” Ketika Tuhan menciptakan kita, DIA tidak menciptakan robot, tetapi
DIA menjadikan kita menurut gambarNya?Artinya kita dapat BERPIKIR mempunyai
akal dan membuat keputusan-keputusan. Melalui nabi Yehezkiel, IA berkata kepada
bangsa Israel kuno yang terus menentangNya. Bertobatlah dari dosa-dosamu,
jangan biarkan dosamu menghancurkan dirimu... Biarlah hati dan PIKIRANMU
menjadi baru (Yehezkiel 18:30-31, BIS). Dan PERUBAHAN itu cukup dimulai dengan
1 keputusan yakni MEMILIH untuk dikuasai ROH KUDUS (Roma 8:31) artinya
“milikilah kata-kata FIRMAN Tuhan itulah serangan AKURAT yang dapat kita
gunakan untuk menyerang kata-kata Iblis (karena iblis juga tahu ayat-ayat
Firman Tuhan). Jika kita tidak punya kata-kata Firman Tuhan untuk diri kita
sendiri RHEMA, maka akan sangat mudah iblis bekerja lebih kuat dan dasyat
karena kita lemah atau tidak punya kata-kata firman Tuhan yang pastinya punya
kekuatan/power jauh lebih kuat dari apapun juga. Karena kata-kata/ucapan
FIRMAN Tuhan yang kita ucapkan sama kuatnya/sama powerfulnya dengan
kata-kata Tuhan dimulut Tuhan. Amin pelajaran di minggu ke 2: Kita dapat memlih
untuk BERUBAH mulai dari PIKiRAN kita dan itu dimulai dari HARI ini. Untuk
suatu awal yang baru, mintalah HATI dan PIKIRAN yang baru kepada Tuhan.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 5, 6 dan 7
PB: Markus 15:33-47
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyHoliday
#HappyWithUrFamily
Madam Ossy
Senin, 26 Juni 2017. Bacaan: 2 Samuel 9:1-13. Setahun:
Mazmur 1-9. Nas: Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: “Apakah hambamu ini,
sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku? (2 Samuel 9:8). Merasa
Hina. Pada jaman perang, lazim bagi seorang raja yang berhasil merebut
singgasana untuk menghabisi keturunan dari raja sebelumnya, karena dianggap
sebagai ancaman. Namun sikap Daud berlawanan dengan kelaziman itu. Ia malah
mencari keturunan Saul untuk dirangkul. Daud menunjukkan kasihnya yang besar.
Saul menganggap Daud sebagai musuh, tetapi Daud melakukannya karena ia
mengingat hubungan dan perjanjiannya dengan Yonatan. Dari Ziba, pelayan Saul,
Daud mendapat informasi bahwa masih ada Mefiboset, anak Yonatan. Rupanya selama
ini ia bersembunyi demi keamanan. Ia merasa tidak layak di hadapan Daud. Meski
ia berasal dari keluarga raja yang dulu berkuasa, tetapi saat ini ia bukan
siapa-siapa. Saking ia merasa hina, ia menganggap dirinya setara dengan anjing mati.
Namun Daud menunjukkan kasihnya dengan membiarkan Mefiboset makan semeja
dengannya, seperti seorang anak raja. Selain itu, Daud berjanji bahwa Mefiboset
akan menerima segala sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya, yaitu harta
milik Saul. Sungguh suatu anugerah bagi Mefiboset. gambaran ketidaklayakan ini
juga melekat pada kita, saat kita masih berdosa. Walau demikian, Allah memilih
untuk mengasihi kita. Maka setelah menyadari keberdosaan kita dan menerima
Kristus sebagai Juru Selamat kita, barulah segala sesuatunya berubah. Kita
tidak lagi najis karena dosa, melainkan menjadi kudus karena darah Anak Domba.
Dengan status demikian, maka seharusnyalah hidup kita menggambarkan kemuliaan
hidup anak-anak Allah. Itulah respons tepat bagi anugerah keselamatan dari
Allah -ENO. Siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan –ENO. SIAPA
SAJA YANG MERENDAHKAN DIRI, IA AKAN DITINGGIKAN (Lukas 14:11B).
Ibu Caroline – Bandung
MENGUBAH PADANG GURUN MENJADI MATA AIR. “Musa menyuruh orang
Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur;
tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat
air” (Keluaran 15:22). Dalam hal ini (Kejadian 15:22-27). Musa memimpin bangsa
Israel dari laut Teberau ke padang gurun. Mereka mendapati air tetapi airnya
pahit, tetapi bangsa Israel bersungut-sungut. Lalu Musa berseru-seru kepada
Tuhan dan Tuhan menunjukkan sepotong kayu dan Musa melemparkannya ke dalam air
dan air itu menjadi manis. Padang gurun ini menggambarkan tembok dan kekeringan,
mungkin saat ini dalam hidup kita seperti sedang menghadapi tembok tinggi dan
kekeringan dalam usaha, pekerjaan, ekonomi, dan berbagai bentuk masalah.
Marilah kita belajar dari Musa yang mempimpin bangsa Israel dari laut Teberau
hingga ke Padang gurun yang airnya pahit, tetapi oleh hikmat Tuhan air itu
telah berubah menjadi manis. Pertama, dalam menghadapi padang gurun yang airnya
pahit apa yang dilakukan Musa? Keluaran 15:25, “Musa berseru-seru kepada Tuhan,
dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke
dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan Tuhan
ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah Tuhan
mencoba mereka.” Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa Musa berseru-seru
kepada Tuhan, dan Tuhan memberikan hikmat dengan menunjukkan kayu untuk
dilemparkan ke dalam air. Ketika kita sedang menghadapi hidup ini yang mungkin
bagaikan tembok dan kekeringan, berseru-serulah kepada Tuhan dengan sepenuh
hati pasti Dia sang Raja akan menunjukkan hikmat dan jalan keluar untuk kita
mengalami kemenangan demi kemenangan. Oleh sebab itu jangan mudah putus asa,
karena Tuhan sanggup merubah padang gurung menjadi mata air yang manis. Kedua,
padang gurun yang menggambarkan bagaikan tembok dan kekeringan,
ditengah-tengahnya terdapat air tetapi air yang pahit. Di tengah-tengah
kesulitan hidup banyak di antara kita yang mudah sekali kecewa, pada akhirnya
kepahitan. Ketika Tuhan menunjukkan Musa sepotong kayu lalu melemparkannya ke
dalam air, maka air berubah menjadi manis. Kayu tersebut menggambarkan salib,
jika kita meletakkan salib Yesus ke dalam hati dan hidup kita pasti hati kita
akan berubah menjadi manis. Akhirnya perkataan, sikap hati, dan hidup kita
menjadi manis dan bisa berdampak bagi sekitar kita. Janganlah putus asa dan
mudah menyerah di tengah-tengah kesulitan hidup kita yang mungkin bagaikan
tembok dan kekeringan, taruhlah salib Kristus di hati dan hidup kita, maka Dia
akan mengubah tembok dan kekeringan itu bagaikan mata air yang manis (BD).
Questions:
1. Apakah tantangan berat yang tengah Anda hadapi saat ini?
Secara rohani, apa yang Anda lakukan untuk sanggup menghadapinya?
Values:
Janganlah putus asa dan mudah menyerah di tengah-tengah
kesulitan hidup, Tuhan bisa ubah keadaan jadi lebih baik. Sikap hati dan hidup
kita yang tetap manis walaupun dalam kesulitan bisa memberi dampak luar biasa
bagi orang lain.

No comments:
Post a Comment