Saturday, 17 June 2017

17 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 17 – Mouth (2 Tawarikh 20:15-22). Ayat 21b: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Mulut kita tidak saja berguna untuk mengecap/merasakan sesuatu, tetapi dari mulut kita yang kecil ini ada KUASA. Selain Firman Tuhan yang bisa kita ucapakan, kita juga bisa memuji Tuhan setiap saat melalui mulut kita yang kecil ini. Bangsa Israel mencapai tahap penyerahan diri ketika berhadapan dengan musuh mereka. Saat mereka bersiap-siap untuk bertempur, Raja Yosafat mengatur sekelompok Penyanyi untuk memuji (ayat 21b). Ketika mereka mulai menyanyi, para musuh Israel dibuat bingung dan membinasakan satu sama lain. Seperti yang telah dinubutakan nabi Yahaziel, bangsa israel tidak perlu bertempur sama sekali (ayat 17). Ketika kita menghadapi pergumulan atau dalam keadaan sedih/susah, kita bisa mulai memuji DIA melalui mulut kita yang kecil ini kita dapat memuliakan DIA. Mazmur 96:4, “Sebab TUHAN maha besar dan TERPUJI sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.” Jadi teringat saudari kita di Komsel Citraland 1: Sdri Lisa yang sangat suka memuji Tuhan disegala kondisi kehidupannya, contoh yang luar biasa dalam memuji Tuhan. Inti dari ibadah/hidup kita sesungguhnya adalah hati yang melimpah dengan ucapan syukur/puji-pujian kepada DIA. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Nehemia 7-9
PB: Markus 11:20-33

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Ibu Caroline – Bandung
TUHAN membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Seorang wanita miskin berdiri di pintu gerbang kebun anggur dan melihat ke dalam kebun anggur. “Apakah Anda ingin anggur?” tanya sang pemilik. “Saya akan sangat berterima kasih jika Anda memberikannya,” jawab si wanita. “Bawalah keranjang Anda,” kata sang pemilik kebun anggur. Dengan cepat wanita itu mengambil keranjangnya dan memberikan pada sang pemilik kebun anggur. Sang pemilik menerima keranjang itu dan pergi mengambil anggur di kebunnya dalam jangka waktu yang lama, sampai-sampai wanita itu menjadi putus harapan. Ia berpikir bahwa sang pemilik kebun anggur membohonginya & tidak kembali lagi. Akan tetapi ternyata pemilik kebun anggur itu kembali dengan keranjang yang penuh anggur dan berkata, “Maaf, saya sudah membuat Anda menunggu. Tetapi Anda harus tahu bahwa semakin lama Anda harus menunggu, maka semakin baik dan semakin banyak anggur yang Anda dapatkan.” Demikian juga dengan doa. Kita membawa keranjang kosong kepada TUHAN & menyerahkannya melalui pintu gerbang doa. TUHAN kelihatannya menunda sedemikian lama sehingga kita menjadi putus harapan & kecewa denganNYA. Tetapi akhirnya Ia datang dengan keranjang kita dipenuhi dengan jawaban doa yang manis. Kita menunggu sedemikian lama supaya Ia dapat membawa sebuah jawaban yang lebih baik kepada kita. Oleh karena itu, jangan pernah putus harapan dalam doa. Tetaplah berdoa karena TUHAN akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. TUHAN, tambahkanlah iman setiap kami dalam berdoa. Sehingga kami tetap setia & penuh harap dalam doa kami, sebab kami tahu bahwa ENGKAU adalah jawaban atas setiap doa. Jangan biarkan iman kami menjadi lemah ketika doa kami tidak Engkau kabulkan, karena Engkau lebih tahu waktu yang tepat untuk menjawab setiap doa kami. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

WM Stars
GENEROSITY – Murah Hati. “Nafkah kita adalah apa yang kita terima; hidup kita adalah apa yang kita berikan” --Sir Winston Churchill. Di dunia ini, bukan apa yang kita ambil, melainkan apa yang kita berikanlah yang menjadikan kita kaya. Bila kita memberi dengan bersungut-sungut, bertanya-tanya dalam keraguan mengenai berapa banyak yang dapat kita simpan, kita tidak akan pernah memperoleh sukacita dari jumlah yang kita bagikan. 2 Korintus 9:7, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

No comments:

Post a Comment