YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A wonderland – Day 8 –
Mouth. Amsal
15:2, “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal
mencurahkan kebodohan.” Kata asli dari “mencurahkan” sebenarnya memiliki
arti “meledak keluar”/kata-kata amarah/tuduhan yang gegabah dapat melukai hati
yang sangat dalam dan menetap seumur hidup. Rasul Paulus juga berkata: “jangan
ada perkataan kotor keluar dari mulutmu (Efesus 4:29) = jangan ada kata-kata yang
busuk. Buanglah dusta dan BERKATA-lah BENAR (ayat 25) artinya
jangan ada kebohongan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan
fitnah hendaklah dibuang diantara kamu (ayat 31). Apa yang keluar dari mulut
kita harus haruslah hal-hal yang bermanfaat dan membangkitkan semangat orang
lain yang mendengarkan. Kita menjaga apa yang MASUK kedalam mulut kita dan itu
sudah seharusnya. Demikian juga dengan apa yang KELUAR dari mulut kita. Oleh
karena itu waspada dengan HATI❤ dan pikiran kita karena dari situlah sewaktu
waktu TERUCAPKAN PERKATAAN kita. Tuhan, tolong kami untuk mengendalikan lidah
bibir kami sehingga kata-kata yang kami ucapkan adalah kata-kata yang
senantiasa MEMBANGUN orang lain. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 30 & 31
PB: Markus 7:1-22
#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 8 Juni 2017. BINTANG UTARA. Bacaan: Ezra
3:1-6. Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh;
Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu (Mazmur 32:8). Bintang
Utara adalah salah satu bintang yang banyak dikenal orang. Bintang ini terletak
di atas Kutub Utara, sinarnya paling terang di antara bintang-bintang di
sekitarnya, dan biasanya tidak mengalami banyak pergerakan sehingga para pelaut
sering bergantung kepada bintang ini untuk menentukan arah. Ketika bangsa
Israel baru kembali dari pembuangan Babel, mereka ingin membangun kembali mezbah
Allah Israel untuk mempersembahkan kurban di atasnya. Mezbah mengacu pada
tempat umat memuliakan Allah dan bersekutu dengan Dia serta menerima
pengampunan-Nya. Mereka membangunnya “sesuai dengan yang ada tertulis dalam
kitab Taurat Musa, abdi Allah” (ay. 2). Lebih hebat lagi, mereka tetap
membangun sekalipun “mereka ketakutan terhadap penduduk negeri” (ay. 3).
Meskipun menghadapi perlawanan, pada akhirnya mereka berhasil menyelesaikan
pembangunan kembali rumah Allah (Ezra 6:13-22). Allah dan firman-Nya seharusnya
menjadi penunjuk arah bagi kita. Saat kita berada dalam persimpangan jalan dan
tidak tahu arah yang harus dituju, kita tidak mencari jawaban di tempat lain,
tetapi berseru meminta pertolongan dan bimbingan Allah. Bagaimana caranya?
Dengan mendekatkan diri kepada-Nya dan menjalin hubungan pribadi dengan Dia,
dengan membaca firman- Nya dan memohon hikmat dari-Nya. Hanya Allah yang tahu
persis hidup kita, bahkan lebih baik dari diri kita sendiri. Ketika kita
menyerahkan hidup kita dan mendekatkan diri kepada-Nya, Dia akan memberi
tuntunan yang terbaik bagi hidup kita. APABILA KITA MENGARAHKAN HIDUP KITA
KEPADA ALLAH, PASTILAH KITA TIDAK AKAN PERNAH TERSESAT. Selamat pagi. Selamat
berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Tawarikh 30-31 dan
Markus 7:1-22.
Xavier Quentin Pranata
“Saat tak berdaya, ingat ada Sumber Daya yang tak pernah
kehabisan daya yang bisa kita peroleh dengan doa.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu Caroline – Bandung
Yosua 1:9, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan
dan teguhkanlah hatimu. Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu,
menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

No comments:
Post a Comment