Tuesday, 13 June 2017

13 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 13 – Mouth. Kata-kata Tuhan dimulut kita sama powerfulnya dengan kata-kata Tuhan dimulut Tuhan. Apa yang harus kita lakukan: Markus 11:23-24. Saat kita tengah mengalami penderitaan/keragu-raguan mulai mengancam keteguhan iman kita apakah yang menjadi pegangan hidup kita?
1.      Believe It and Speak It – Percayai dan Perkatakan Firman. Sebagai kata-kata phropetic yang akan membangun iman kita bahkan sebagai kata-kata nubuatan yang akan menjadi satu kekuatan atau satu kenyataan yang akan terjadi dalam hidup kita: dalam Yesus aku lebih dari Pemenang. Roma 8:37, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” Amin.
2.      Speak It Until You Believe It (Perkatakan Sampai Kita Percaya atau Yakin). Mazmur 103:1-2, “Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” Dalam kondisi apapun belajarlah seperti Daud, Ia selalu memuji Tuhan,saat dalam kondisi baik maupun tidak baik, teruslah memuji Tuhan.
Saat kita datang di ibadah, di komsel: ikutlah memuji, mengucapkan kata-kata/firman, bersama-sama berdoa. Semua yang kita lakukan itu sedang membangun diri kita untuk semakin PERCAYA dan YAKIN :). Speak it until you believe it. Amin. Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Renungkan = hagah = mengumamkan/mengucapkan berulang-ulang. Ada KUASA dalam setiap Firman Tuhan yang kita ucapkan (tidak berubah dan tidak terbatas). Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ezra 6-8
PB: Markus 9:30-50

#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya, pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah” (Lukas 23:35). Siapa pun orangnya, ketika dirinya direndahkan, diremehkan atau dihina, sudah pasti ada rasa kesal, kecewa bahkan marah, tidak peduli apakah dia orang yang berkuasa atau mempunyai posisi yang tinggi ataupun mereka yang tidak punya apa-apa, semuanya tidak suka direndahkan dan dihina, walaupun kita tahu bahwa selama kita hidup, pasti kita akan mengalami diremehkan, direndahkan atau bahkan dihina oleh orang lain, ada masanya kita berada di bawah, ada masanya kita tidak lagi punya pengaruh, nah disaat itulah kita harus mempersiapkan diri, kalau-kalau kita diremehkan dan direndahkan orang. Secara manusia, ada rasa ingin membalas ketika kita diremehkan dan dihina oleh orang lain, walaupun seringkali kita tidak berdaya membalasnya karena kondisi kita secara fisik, finansial, kedudukan, lebih rendah dari orang yang merendahkan dan menghina kita. Tuhan Yesus adalah pribadi yang paling banyak dihina, dihujat, dicela, diludahi, dianiaya sampai mati, sampai di atas kayu salib pun dia masih dihina dan diejek, Dia seperti anak domba yang dibawa ke tempat pembantaian. Kalau kita dalam posisi seperti Tuhan Yesus, kita pasti memerintahkan malaikat-malaikat untuk menghabisi orang-orang jahat yang telah menganiaya dan menghina kita. Namun, Yesus tidak membiarkan diri-Nya dikuasai sakit hati, marah, apalagi dendam dan benci, justru Dia mengasihi dan mengampuni mereka, Dia justru meminta pengampunan kepada Bapa-Nya, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Mengampuni itu memang tidak mudah, perlu kerendahan hati, perlu kesadaran bahwa kita juga sudah diampuni oleh Tuhan karena pelanggaran dan dosa-dosa kita. Yesus berkata, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahlan diri, ia akan ditinggikan.” Belajarlah memiliki kerendahan hati dan belajarlah mengasihi dan mengampuni orang lain yang menyakiti kita. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment