YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 13 –
Mouth.
Kata-kata Tuhan dimulut kita sama powerfulnya dengan kata-kata Tuhan
dimulut Tuhan. Apa yang harus kita lakukan: Markus 11:23-24. Saat kita tengah
mengalami penderitaan/keragu-raguan mulai mengancam keteguhan iman kita apakah
yang menjadi pegangan hidup kita?
1.
Believe
It and Speak
It – Percayai dan Perkatakan Firman. Sebagai kata-kata phropetic
yang akan membangun iman kita bahkan sebagai kata-kata nubuatan yang akan
menjadi satu kekuatan atau satu kenyataan yang akan terjadi dalam hidup kita:
dalam Yesus aku lebih dari Pemenang. Roma 8:37, “Tetapi dalam semuanya itu
kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi
kita.” Amin.
2.
Speak
It Until You Believe It
(Perkatakan Sampai Kita Percaya atau Yakin). Mazmur 103:1-2, “Dari Daud. Pujilah
TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!Pujilah
TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” Dalam
kondisi apapun belajarlah seperti Daud, Ia selalu memuji Tuhan,saat dalam
kondisi baik maupun tidak baik, teruslah memuji Tuhan.
Saat kita datang di ibadah, di komsel: ikutlah memuji,
mengucapkan kata-kata/firman, bersama-sama berdoa. Semua yang kita lakukan itu
sedang membangun diri kita untuk semakin PERCAYA dan YAKIN :). Speak it
until you believe it. Amin. Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa
memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH itu siang dan malam, supaya
engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya,
sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
Renungkan = hagah = mengumamkan/mengucapkan berulang-ulang. Ada KUASA
dalam setiap Firman Tuhan yang kita ucapkan (tidak berubah dan tidak terbatas).
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ezra 6-8
PB: Markus 9:30-50
#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Orang banyak berdiri di situ dan melihat
semuanya, pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan,
biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias,
orang yang dipilih Allah” (Lukas 23:35). Siapa pun orangnya, ketika dirinya
direndahkan, diremehkan atau dihina, sudah pasti ada rasa kesal, kecewa bahkan
marah, tidak peduli apakah dia orang yang berkuasa atau mempunyai posisi yang
tinggi ataupun mereka yang tidak punya apa-apa, semuanya tidak suka direndahkan
dan dihina, walaupun kita tahu bahwa selama kita hidup, pasti kita akan
mengalami diremehkan, direndahkan atau bahkan dihina oleh orang lain, ada
masanya kita berada di bawah, ada masanya kita tidak lagi punya pengaruh, nah
disaat itulah kita harus mempersiapkan diri, kalau-kalau kita diremehkan dan
direndahkan orang. Secara manusia, ada rasa ingin membalas ketika kita
diremehkan dan dihina oleh orang lain, walaupun seringkali kita tidak berdaya
membalasnya karena kondisi kita secara fisik, finansial, kedudukan, lebih
rendah dari orang yang merendahkan dan menghina kita. Tuhan Yesus adalah
pribadi yang paling banyak dihina, dihujat, dicela, diludahi, dianiaya sampai
mati, sampai di atas kayu salib pun dia masih dihina dan diejek, Dia seperti
anak domba yang dibawa ke tempat pembantaian. Kalau kita dalam posisi seperti
Tuhan Yesus, kita pasti memerintahkan malaikat-malaikat untuk menghabisi
orang-orang jahat yang telah menganiaya dan menghina kita. Namun, Yesus tidak
membiarkan diri-Nya dikuasai sakit hati, marah, apalagi dendam dan benci,
justru Dia mengasihi dan mengampuni mereka, Dia justru meminta pengampunan kepada
Bapa-Nya, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat.” Mengampuni itu memang tidak mudah, perlu kerendahan hati, perlu
kesadaran bahwa kita juga sudah diampuni oleh Tuhan karena pelanggaran dan
dosa-dosa kita. Yesus berkata, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan
direndahkan dan barangsiapa merendahlan diri, ia akan ditinggikan.” Belajarlah
memiliki kerendahan hati dan belajarlah mengasihi dan mengampuni orang lain
yang menyakiti kita. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment