YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 29 – Heart, Hati yang
Baru. Efesus
4:30, “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah
memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Istilah mendukakan
berhubungan dengan HATI. oleh karena itu jangan mendukakan Roh Kudus masuk
dalam bagian HATI ❤ yang baru. Bila kita melakukan suatu kejahatan, maka orang
lain mungkin marah, tetapi orang tua kita akan merasa sangat sedih. Demikian
Pula, ketika kita melakukan dosa, Roh Kudus yang Allah berikan dalam hidup kita
akan merasa sangat berduka/grieve: kata yang sangat kuat/lebih
dari sekedar “sedih”. Kata berduka digunakan bila ada seseorang yang meninggal.
Roh Kudus adalah Seorang Pribadi artinya IA dapat berkomunikasi dan membuat
diriNya nyata bagi kita. Kita tidak dapat melihat DIA, tetapi IA hidup didalam
kita (Yoh 14:17). IA adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Sama halnya
dengan Allah Bapa dan Allah Anak, Roh Kudus adalah Allah sendiri. IA kekal,
maha hadir, maha tahu dan maha kuasa. IA berada dalam kehidupan kita
sehari-hari. Berkomunikasi dengan kita, membuka diriNya untuk kita dan menanti
kita membuka diri bagiNya. IA adalah sebuah pribadi yang berbicara kepada kita
secara pribadi pula. Setiap kita harus tahu kuasa Roh Kudus-lah yang membawa
kehidupan dan kekuatan bagi kehidupan kita sehari-hari (Yohanes 7:38-39). Tanpa
Roh Kudus kita tidak dapat hidup dalam kuasa Allah/mengetahui kekuatan Allah
dalam hidup kita sehari-hari. Oleh karena itu kita membutuhkan pemberian dari
Allah yaitu Roh Kudus. Amin.
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ayub 14-16
PB: Galatia 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyHoliday
#HappyWithUrFamily
Madam Ossy
Kamis, 29 Juni 2017. Bacaan: 2 Timotius 2:1-7. Setahun:
Mazmur 23-30. Nas: Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam
Kristus Yesus (2 Timotius 2:1). Kualitas Menderita. Sebagai orang Kristen kita
sering tidak bisa terhindar dari berbagai bentuk penderitaan oleh karena iman
kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ini bukanlah kesusahan apalagi kemalangan,
melainkan kasih karunia yang Tuhan beri. Walau kadang pada kenyataannya, ada
saja orang percaya yang merasa keadaan “ikut menderita bersama Kristus” adalah
suatu kenyataan yang begitu berat dan ingin dihindari. Lumrah, siapa sih yang
mau menderita? Rasul Paulus telah menganggap Timotius sebagai anak rohaninya
sendiri. Karena itu ia merasa perlu untuk mengingatkan dan meneguhkan Timotius
akan panggilannya sebagai pengikut Kristus dan pelayan di jemaat. Nasehat untuk
tetap berusaha menjadi kuat oleh karena kasih karunia yang diterima di dalam
Kristus Yesus, meskipun menghadapi berbagai penderitaan. Hal ini diikuti dengan
pengajaran adanya kualitas pribadi sebagai orang yang menderita karena nama
Kristus. Untuk itu, Paulus mengangkat tiga profesi menjadi contoh, yaitu
prajurit, olahragawan dan petani. Nilai yang Paulus angkat dari ketiga profesi
itu adalah adanya kemampuan untuk fokus pada tujuan, taat pada peraturan, daya
juang yang tinggi, gigih dan pantang menyerah, kesabaran yang tinggi, ketabahan
dan kuatnya pengharapan akan hasil akhir yang baik, semangat kerja keras, dan
kesetiaan sampai akhir. Penderitaan oleh karena iman adalah hal yang lumrah.
Itulah konsekuensi iman. Penderitaan itu harusnya membuat kita bertambah kuat
dan teguh, bukan lembek dan cengeng –AAS. MENDERITA KARENA KESALAHAN DAN DOSA
HARUS DIHINDARI, MENDERITA KARENA NAMA KRISTUS ADALAH KONSEKUENSI IMAN.
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Tetapi Aku berkata kepadamu: janganlah kamu
melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar
pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu (Matius 5:39). Melihat situasi politik
akhir-akhir ini, kita melihat setelah pilkada DKI, orang-orang yang selalu
menggunakan isu SARA sepertinya tidak pernah puas, atau kalau boleh kita
simpulkan, orang jahat kok bertambah jahat dan kenapa Tuhan membiarkan situasi
ini terjadi? Kalau kita renungkan situasi yang tidak mengenakkan juga pernah
dialami Yesus, ketika orang-orang jahat itu menyesah, menyiksa, meludah,
mengejek dan menyalibkan Dia, lalu kenapa Yesus tidak melawan? Bukankah Dia
tinggal berkehendak saja, maka semua orang jahat itu dalam sekejap akan binasa.
Namun, itulah ajaran kristiani, mengampuni dan mengasihi. Dalam konteks,
“Buruan tampar gue”, sikap kristiani yang dianjurkan Yesus adalah sikap rendah
hati, tidak percaya berlebih-lebihan pada kemampuan diri sendiri, melainkan
menggantungkan diri sepenuh-penuhnya pada kuasa Allah dan sebaliknya dari
dibakar nafsu ingin membalas, ia rindu mengampuni. Yesus mengajarkan kita untuk
tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada kita, melainkan memberikan pipi
kiri kita juga, namun jangan pernah kita menyangka bahwa Yesus menganjurkan
sikap menyerah atau lemah, juga jangan pernah menyangka bahwa kita menyediakan
diri kita untuk dijadikan bulan-bulanan. Yesus tidak menaifkan perlunya
pembalasan atau hukuman, namun yang Ia tawarkan adalah alternatif yang lebih
luhur, lebih mulia, yang lebih Ilahi, yakni bukan membalas, melainkan
mengampuni, bukan membalas, melainkan mengasihi. Yesus mengatakan, “Tetapi Aku
berkata kepadamu; kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya
kamu. Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang
mencaci kamu.” Paulus menekankan bahwa pembalasan adalah haknya Tuhan. Selamat
pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Ibu Caroline – Bandung
Lukas 5:18 – Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang
lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan
meletakkannya di hadapan Yesus. Lewat atap... Solidaritas dan kepedulian
keempat tmn orang lumpuh ini telah menggugah dan menarik hati YESUS... Biarlah
hidup kami keberadaan kami pun boleh menjadi alat ditanganMU TUHAN. Menjadi
berkat untuk sesama. Amin. Thank you LORD. Morning ABBA FATHER...

No comments:
Post a Comment