YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 19 –
Mind. Roma
12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah
oleh PEMBAHARUAN budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Untuk
perubahan pikiran kita perlu SIAP dalam PEMBAHARUAN pikiran. 3 hal yang dapat
menolong kita bersiap untuk pembaharuan pikiran:
1. Miliki pikiran yang terbuka
2. Miliki pikiran yang jujur
3. Miliki pikiran yang rendah hati
Bagaimana caranya? Ada 3 area yang kita butuhkan untuk tetap
terjaga (karena kadang-kadang kita tertidur diarea-area ini):
1. Terjaga diarea PENGARUH kita
2. Terjaga diarea LUKA kita
3. Terjaga diarea PEMURIDAN kita
Terima semua pesan Firman Tuhan dan tuliskan dihati kita
(kombinasi hati pikiran dan imajinasi serta mulut kita) semua berkaitan.
Pembahasan kita di Minggu Pertama: Yosua 1:8. RENUNGKANLAH (perkatakan Firman
dengan menggumam) siang dan malam. Tuhan mau mengubah pikiran kita supaya kita
punya pengalaman iman yang semakin dahsyat bersama Tuhan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Nehemia 12 dan 13
PB: Markus 28-44
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata
seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti
kanak-kanak, sekarang sesudah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat
kanak-kanak itu (1 Kotintus 13:11). Seringkali kita melihat, ada orang-orang
yang rutin datang beribadah ke gereja, bahkan ada yang sekolah Alkitab, namun
sikap, sifat dan tingkah lakunya tidak berubah, dibandingkan kehidupannya yang
lama. Egois, mau menang sendiri, tidak mengasihi pasangan hidupnya sendiri,
tetapi bertindak seperti malaikat terhadap orang lain, juga sering kita jumpai.
Orang dewasa, meski katanya sudah terima Tuhan, juga bisa berpikir kanak-kanak,
hanya bisa memahami kasih Kristus kalau hidupnya nyaman, diberkati, masalah
boleh datang, tetapi yang enteng-enteng saja. Sebaliknya, ketika penderitaan
yang datang, sulit bagi orang yang memiliki iman kanak-kanak untuk memahami
kasih Kristus. Seharusnya semakin lama kita mengikut Kristus, sikap
kekanak-kanakan kita harus kita tinggalkan dan kita harus memiliki kedewasaan
dalam iman. Lalu kenapa orang yang rajin datang beribadah bahkan belajar
Alkitab, masih berpikir seperti kanak-kanak? Salah satunya adalah karena tidak
memfokuskan kehidupan rohaninya kepada Yesus, datang ke gereja hanya sebagai
rutinitas, sekolah Alkitab tujuannya mempelajari Tuhan, bukan belajar dari
Tuhan. Yesus memang berbicara tentang iman seperti anak kecil, tetapi bukan
yang kekanak-kanakan. Iman yang seperti anak kecil, percaya sepenuhnya bahwa
hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan, kesulitan dan penderitaan, membuat dia
bertumbuh dewasa dalam iman. Sedangkan iman yang kekanak-kanakan, berpusat pada
diri sendiri dan bersifat menuntut, pokoknya ia berharap, Tuhan membuat
hidupnya menjadi enak dan nyaman. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Madam Ossy
Senin, 19 Juni 2017. Bacaan: Yeremia 17:5-10. Setahun: Ayub
17-20. Nas: Beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan
manusia” (Yeremia 17:5). Pemberi Harapan Palsu (PHP). “Aku pikir ia begitu
mencintaiku,” kata seorang perempuan sambil menangis. Rupanya, ia tertipu oleh
perangai teman prianya. Pria itu selalu mengungkapkan kata-kata indah dan
menunjukkan tingkah laku yang mengindikasikan ketertarikan kepadanya.
Sayangnya, pria itu juga melakukan hal yang sama pada banyak perempuan lain.
“Aku tertipu oleh si pemberi harapan palsu,” katanya. Manusia mungkin dapat
menawarkan pengharapan kepada sesamanya. Walaupun tidak semua pengharapan itu
palsu, tetapi pengharapan kepada sesama manusia sifatnya sangat terbatas dan
tidak jarang berujung pada kekecewaan. Firman Tuhan memang tidak selalu
menawarkan kata-kata dan janji yang manis. Terkadang, Allah dapat menegur dan
memberikan peringatan keras lewat firman-Nya. Sekalipun demikian, firman yang
keluar dari mulut Allah sungguh sangat teruji. Allah bukanlah Pribadi yang
terombang-ambing dalam ketidakpastian. Setiap orang yang mempercayakan kehidupan
mereka kepada sesama manusia adalah orang-orang yang malang. Bahkan Yeremia
menyebut mereka terkutuk karena, ketika mereka meletakkan pengharapan pada
kekuatan manusia, saat itu hati mereka sudah menjauh dari Tuhan (ay. 5-6).
Namun, setiap orang yang bergantung kepada Tuhan, baginya selalu tersedia
berkat. Ia bagaikan pohon yang terus menghasilkan buah sekalipun tidak pada
musimnya (ay. 7-8). Tuhan bukanlah pemberi harapan palsu, melainkan
satu-satunya Pribadi yang sanggup memberikan pengharapan yang sejati –LIN.
SEKALIPUN DI TENGAH KONDISI YANG TIDAK PASTI, TUHAN SELALU DAPAT MEMBERIKAN
KEPASTIAN. Mazmur 16:11 (TB) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di
hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat
senantiasa.
Tante Elisabeth – NTT
Ya amin, thank you Nak Siu Siang. Happy Happy Day. Apa yang
difirmankan itu pasti nyata di hidup kita. Kej 12:1-3 Berkat dan kepintaran itu
(hikmat) kita pasti terima. Berkat hikmat dan kepintaran itu kembali kepada
firman. Itulah mulut kita harus dipergunakan untuk berkata-kata yang berguna
dan yang membangun dan nama Tuhan dipermuliakan. Jadi kita pergunakan berkat
Tuhan tidak sia-sia, karena janji berkat Abraham itu luarbiasa. Syukurilah dan
pujilah Dia.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
TUHAN IKUT CAMPUR DALAM HIDUP KITA. Kisah Para Rasul 8:26,
“Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: 'Bangunlah
dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke
Gaza.' Jalan itu jalan yang sunyi.” Kisah Para Rasul 8:27, “Lalu berangkatlah
Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala
perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk
beribadah.” Kisah Para Rasul 8:28, “Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan
pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.” Kisah Para
Rasul 8:37, “Sahut Filipus: 'Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.'
Jawabnya: 'Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.'” Panggilan
khusus kepada Filipus saat dia melayani di kota Samaria-Malaikat mengarahkan
dia agar bertemu dengan pembesar-sida-sida dari Etiopia dan diujung pertemuan
itu, terjadi mukjizat Sida-sida tersebut percaya dan minta dibaptis oleh
Filipus.Sebuah kejadian yang amat langka dan sulit diterima secara nalar,
karena Filipus tidak punya rencana untuk menuju daerah tersebut tetapi TUHAN
memanggil dan memintanya menemui Sida-sida tersebut. TUHAN memiliki rencana
pada setiap pribadi yang percaya dan menyerahkan diri kepada Dia, Tuhan ikut
campur dalam hidup kita. Dalam komunikasi dan interaksi kita dengan TUHAN
seringkali ada ‘bisikan’ dari dalam hati, agar kita melakukan sesuatu yang
secara nalar sulit diterima. Bagaimana kita menyikapinya, tergantung kepada
seberapa dekat kita dengan TUHAN-seberapa yakin kita dengan Bisikan Hati kita.
Seperti Filipus, dia begitu menurut pada TUHAN sehingga dia dipertemukan dengan
pembesar yang membutuhkan bimbingan dalam mempelajari Firman TUHAN.
Pertanyaannya: apakah yang TUHAN inginkan dari kita? Sudahkah kita
menyadarinya? Tuhan kami serahkan seluruh hidup kami untuk Engkau atur, agar
kami bisa melakukan yang terbaik bagi-Mu. Bicaralah kepada kami, kami siap
untuk menjalankannya. Jesus Loves You.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 36 - 37
#jesus #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan
#campurtangantuhan
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman.

No comments:
Post a Comment