Monday, 19 June 2017

19 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 19 – Mind. Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh PEMBAHARUAN budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Untuk perubahan pikiran kita perlu SIAP dalam PEMBAHARUAN pikiran. 3 hal yang dapat menolong kita bersiap untuk pembaharuan pikiran:
1. Miliki pikiran yang terbuka
2. Miliki pikiran yang jujur
3. Miliki pikiran yang rendah hati
Bagaimana caranya? Ada 3 area yang kita butuhkan untuk tetap terjaga (karena kadang-kadang kita tertidur diarea-area ini):
1. Terjaga diarea PENGARUH kita
2. Terjaga diarea LUKA kita
3. Terjaga diarea PEMURIDAN kita
Terima semua pesan Firman Tuhan dan tuliskan dihati kita (kombinasi hati pikiran dan imajinasi serta mulut kita) semua berkaitan. Pembahasan kita di Minggu Pertama: Yosua 1:8. RENUNGKANLAH (perkatakan Firman dengan menggumam) siang dan malam. Tuhan mau mengubah pikiran kita supaya kita punya pengalaman iman yang semakin dahsyat bersama Tuhan. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Nehemia 12 dan 13
PB: Markus 28-44

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak, sekarang sesudah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu (1 Kotintus 13:11). Seringkali kita melihat, ada orang-orang yang rutin datang beribadah ke gereja, bahkan ada yang sekolah Alkitab, namun sikap, sifat dan tingkah lakunya tidak berubah, dibandingkan kehidupannya yang lama. Egois, mau menang sendiri, tidak mengasihi pasangan hidupnya sendiri, tetapi bertindak seperti malaikat terhadap orang lain, juga sering kita jumpai. Orang dewasa, meski katanya sudah terima Tuhan, juga bisa berpikir kanak-kanak, hanya bisa memahami kasih Kristus kalau hidupnya nyaman, diberkati, masalah boleh datang, tetapi yang enteng-enteng saja. Sebaliknya, ketika penderitaan yang datang, sulit bagi orang yang memiliki iman kanak-kanak untuk memahami kasih Kristus. Seharusnya semakin lama kita mengikut Kristus, sikap kekanak-kanakan kita harus kita tinggalkan dan kita harus memiliki kedewasaan dalam iman. Lalu kenapa orang yang rajin datang beribadah bahkan belajar Alkitab, masih berpikir seperti kanak-kanak? Salah satunya adalah karena tidak memfokuskan kehidupan rohaninya kepada Yesus, datang ke gereja hanya sebagai rutinitas, sekolah Alkitab tujuannya mempelajari Tuhan, bukan belajar dari Tuhan. Yesus memang berbicara tentang iman seperti anak kecil, tetapi bukan yang kekanak-kanakan. Iman yang seperti anak kecil, percaya sepenuhnya bahwa hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan, kesulitan dan penderitaan, membuat dia bertumbuh dewasa dalam iman. Sedangkan iman yang kekanak-kanakan, berpusat pada diri sendiri dan bersifat menuntut, pokoknya ia berharap, Tuhan membuat hidupnya menjadi enak dan nyaman. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
Senin, 19 Juni 2017. Bacaan: Yeremia 17:5-10. Setahun: Ayub 17-20. Nas: Beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia” (Yeremia 17:5). Pemberi Harapan Palsu (PHP). “Aku pikir ia begitu mencintaiku,” kata seorang perempuan sambil menangis. Rupanya, ia tertipu oleh perangai teman prianya. Pria itu selalu mengungkapkan kata-kata indah dan menunjukkan tingkah laku yang mengindikasikan ketertarikan kepadanya. Sayangnya, pria itu juga melakukan hal yang sama pada banyak perempuan lain. “Aku tertipu oleh si pemberi harapan palsu,” katanya. Manusia mungkin dapat menawarkan pengharapan kepada sesamanya. Walaupun tidak semua pengharapan itu palsu, tetapi pengharapan kepada sesama manusia sifatnya sangat terbatas dan tidak jarang berujung pada kekecewaan. Firman Tuhan memang tidak selalu menawarkan kata-kata dan janji yang manis. Terkadang, Allah dapat menegur dan memberikan peringatan keras lewat firman-Nya. Sekalipun demikian, firman yang keluar dari mulut Allah sungguh sangat teruji. Allah bukanlah Pribadi yang terombang-ambing dalam ketidakpastian. Setiap orang yang mempercayakan kehidupan mereka kepada sesama manusia adalah orang-orang yang malang. Bahkan Yeremia menyebut mereka terkutuk karena, ketika mereka meletakkan pengharapan pada kekuatan manusia, saat itu hati mereka sudah menjauh dari Tuhan (ay. 5-6). Namun, setiap orang yang bergantung kepada Tuhan, baginya selalu tersedia berkat. Ia bagaikan pohon yang terus menghasilkan buah sekalipun tidak pada musimnya (ay. 7-8). Tuhan bukanlah pemberi harapan palsu, melainkan satu-satunya Pribadi yang sanggup memberikan pengharapan yang sejati –LIN. SEKALIPUN DI TENGAH KONDISI YANG TIDAK PASTI, TUHAN SELALU DAPAT MEMBERIKAN KEPASTIAN. Mazmur 16:11 (TB) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin, thank you Nak Siu Siang. Happy Happy Day. Apa yang difirmankan itu pasti nyata di hidup kita. Kej 12:1-3 Berkat dan kepintaran itu (hikmat) kita pasti terima. Berkat hikmat dan kepintaran itu kembali kepada firman. Itulah mulut kita harus dipergunakan untuk berkata-kata yang berguna dan yang membangun dan nama Tuhan dipermuliakan. Jadi kita pergunakan berkat Tuhan tidak sia-sia, karena janji berkat Abraham itu luarbiasa. Syukurilah dan pujilah Dia.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
TUHAN IKUT CAMPUR DALAM HIDUP KITA. Kisah Para Rasul 8:26, “Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: 'Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.' Jalan itu jalan yang sunyi.” Kisah Para Rasul 8:27, “Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.” Kisah Para Rasul 8:28, “Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.” Kisah Para Rasul 8:37, “Sahut Filipus: 'Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.' Jawabnya: 'Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.'” Panggilan khusus kepada Filipus saat dia melayani di kota Samaria-Malaikat mengarahkan dia agar bertemu dengan pembesar-sida-sida dari Etiopia dan diujung pertemuan itu, terjadi mukjizat Sida-sida tersebut percaya dan minta dibaptis oleh Filipus.Sebuah kejadian yang amat langka dan sulit diterima secara nalar, karena Filipus tidak punya rencana untuk menuju daerah tersebut tetapi TUHAN memanggil dan memintanya menemui Sida-sida tersebut. TUHAN memiliki rencana pada setiap pribadi yang percaya dan menyerahkan diri kepada Dia, Tuhan ikut campur dalam hidup kita. Dalam komunikasi dan interaksi kita dengan TUHAN seringkali ada ‘bisikan’ dari dalam hati, agar kita melakukan sesuatu yang secara nalar sulit diterima. Bagaimana kita menyikapinya, tergantung kepada seberapa dekat kita dengan TUHAN-seberapa yakin kita dengan Bisikan Hati kita. Seperti Filipus, dia begitu menurut pada TUHAN sehingga dia dipertemukan dengan pembesar yang membutuhkan bimbingan dalam mempelajari Firman TUHAN. Pertanyaannya: apakah yang TUHAN inginkan dari kita? Sudahkah kita menyadarinya? Tuhan kami serahkan seluruh hidup kami untuk Engkau atur, agar kami bisa melakukan yang terbaik bagi-Mu. Bicaralah kepada kami, kami siap untuk menjalankannya. Jesus Loves You.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 36 - 37
#jesus #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #campurtangantuhan
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman.

No comments:

Post a Comment