YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 6 –
Mouth.
Efesus 4:29, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi
pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang
mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Apa kerugiannya saat kita tidak paham
tentang mulut kita itu mendatangkan kasih karunia? Matius 12:36, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata
sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkanya pada hari
penghakiman.” Apa yang dapat kita lakukan? Libatkan Tuhan dalam kehidupan
sehari-hari. Efesus 4:22-23, “22yaitu bahwa kamu, berhubung
dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang
menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu
dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.” Saat Tuhan melalui karya Roh
KudusNya merenovasi kita maka hati kita dibersihkan dari sampah-sampah busuk
atau dibersihkan dari kotoran. Sehingga saat hati kita sehat, kata-kata kita
bisa jadi lebih sehat. Mulut kita diciptakan dengan unik dan hebat, tapi yang
keluar dari mulut kita tidak kalah hebatnya. Pekerjaan kita mencerminkan
anugerah Tuhan, kata-kata kita mencerminkan Kasih Tuhan. Sudahkah kata kita
mendatangkan Kasih Karunia bagi yang mendengarkannya. Sudahkah kita melibatkan
Tuhan dalam perkataan kita sehari-hari?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 25, 26 & 27
PB: Markus 6:1-29
#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
JAUHKAN TINGGI HATI – KEMUNAFIKAN. Matius 6:1, “Ingatlah,
jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka,
karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”
Matius 6:3, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan
kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Matius 6:4, “Hendaklah sedekahmu itu
diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan
membalasnya kepadamu.” Matius 6:6, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke
dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat
tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya
kepadamu.” TUHAN maha tahu, mengerti hati dan pikiran kita. Apapun yang kita
pikirkan – kita rencanakan tidak ada yang luput dari pandangan-Nya. Kali ini
firman-NYA mengajarkan bahwa kita perlu memiliki kerinduan yang tulus,
melakukan penyembahan – pengabdian tanpa pamrih, tidak dibuat-buat dan tidak
meninggikan diri. Kita diharapkan menyerahkan diri sebagai persembahan yang
hidup, melakukan pengabdian dan komitmen dengan sepenuh hati dimanapun – saat seorang
diri ataupun saat didepan umum. Ketenaran – pujian merupakan jebakan paling
sempurna dalam kehidupan pribadi orang percaya, nafsu dan keserakahan adalah
ujung dari semuanya. Tuhan tidak menghendaki kita memamerkan aktivitas
kerohanian kita dan diharapkan menjauhkan diri dari kemunafikan.Semua tindakan
kita dalam memberi, berdoa dan berpuasa diharapkan dilakukan karena Kasih yang
tulus kepada TUHAN.Perkenan Dia itulah yang kita cari dan bukan pujian dari
orang lain yang seharusnya kita fokuskan. Haleluya... Tuhan Yesus, Engkaulah
fokus dari setiap langkah dan doa kami. Jauhkan kami dari tinggi hati,
kepura-puraan dan kesombongan diri. Berilah kekuatan agar kami mampu bertekun
dan memuliakan nama-Mu selalu. Amin.
Jesus Loves You. Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 33 -34.
#jesus #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan
#persembahanhidup #perkenantuhan
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli , Menabur benih - Share kepada teman
Ibu Caroline – Bandung
Yosua 20:2, “Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang
telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa.” Berita yang masih tergiang
diingatan kita adalah tragedi Bom di London dan kampung Melayu. Berapa banyak
orang yang telah menjadi korban dari perbuatan-perbuatan yang tidak bertanggung
jawab ini? Sampai saat ini ancaman bom belum juga berakhir. Kita masih sering
dihebohkan oleh adanya teror bom yang terjadi di mana-mana. Pastilah teror bom
ini menimbulkan dampak yang luar biasa: orang menjadi kuatir, takut dan
was-was. Lalu, ke manakah kita dapat berlindung dari marabahaya? Tidak ada
tempat di belahan bumi mana pun yang dapat memberikan perlindungan yang aman
bagi manusia. Saat ini banyak orang di
dunia mencari tempat perlindungan yang aman, tetapi mereka tidak akan pernah
menemukannya. Tetapi sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita
memiliki Tuhan Yesus, yang adalah tempat perlindungan kita. Daud berkata,
“Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat
perlindungan pada waktu kesesakan” (Mazmur 9:10). Kota perlindungan yang
dimaksud dalam Yosua 20 adalah bayangan dari keselamatan yang akan datang. Kota
pertama yang disebutkan adalah Kadesh, yang artinya adalah kebenaran. Melalui
pengorbanan Kristus di atas kayu salib semua itu tergenapi. “Dia yang tidak
mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21). Untuk beroleh perlindungan dari Tuhan
kita harus hidup dalam kebenaran, jangan lagi berkompromi dengan dosa. “Nama
Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi
selamat” (Amsal 18:10). Gbu
Bp. Anto – Citraland
Salam Keluarga Allah! RHEMA HARI INI: Yesaya 55:8-9, “Sebab
rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman
TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari
jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” RENUNGAN: Cara hidup orang Kristen
yang BERJALAN BERSAMA TUHAN sangatlah berbeda dengan cara hidup orang yang
TIDAK BERJALAN DI JALAN TUHAN. BACAAN ALKITAB SETAHUN: Lukas 18. Baca dan
dengarkan ReKA & Bacaan Alkitab Setahun di: http://cya.nz/reka05juni2017. Biarlah rohmu menyala-nyala
senantiasa di dalam Tuhan! --Pdt. Obaja Tanto Setiawan.
Ibu Caroline – Bandung
Selasa, 6 Juni 2017. Bacaan: Lukas 10:30-37. Setahun:
Nehemia 1-3. Nas: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata
Yesus kepadanya, “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Lukas 10:37). Kemurahan
atau Kebaikan? Seorang motivator mengajak pendengarnya untuk berbuat baik di
setiap aspek hidup dan di dalam setiap kesempatan. Kebaikan menurutnya, adalah
sikap yang selalu memberi, mengikhlaskan sesuatu demi sesama dan dirinya
sendiri. Namun, adakah perbedaan antara kebaikan dan kemurahan? Seseorang
menyatakan perbedaan keduanya secara unik: kebaikan adalah teman pada waktu
senang; sedangkan kemurahan hati adalah teman pada waktu susah. Dalam perikop
kita kali ini, sebuah contoh kemurahan diperankan oleh orang Samaria, melebihi
imam Lewi dan ahli Taurat (ay. 31-33). Dia berhenti dan merawat orang Yahudi
yang menjadi korban perampokan tersebut dengan maksimal (ay. 34-35). Di akhir
cerita, Yesus pun bertanya kepada pendengar-Nya, siapakah yang layak menyandang
predikat sebagai sesama manusia. Jawaban spontan pun muncul, “Orang yang telah
menunjukkan belas kasihan kepadanya” (ay. 37a) dan diikuti oleh perintah Yesus,
“Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (ay. 37b). Menurut Yesus, kemurahan hati
adalah lebih dari sekedar kebaikan yang harus kita lakukan. Salah satu alasan
kuat mengapa kemurahan hati adalah karakter yang wajib dimiliki oleh orang
Kristen, adalah untuk meneladani Allah yang sudah bermurah hati kepada kita.
Hal itu sekaligus menjadi sebuah tanda akan kemurnian dan kesejatian ibadah
kita (bdk. Yak. 1:27) serta kehadiran Kristus di dalam diri kita. Tanpa
kemurahan hati, kita bukanlah milik Kristus. Sudahkah kemurahan hati menjadi
buah yang tetap, yang kita hasilkan sebagai orang Kristen? --NW. CARA HIDUP
YANG PENUH KEMURAHAN MENUNJUKKAN PEMAHAMAN YANG CUKUP TENTANG ANUGERAH ALLAH
YANG BERLIMPAH ATAS HIDUP KITA.

No comments:
Post a Comment