Tuesday, 6 June 2017

06 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 6 – Mouth. Efesus 4:29, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Apa kerugiannya saat kita tidak paham tentang mulut kita itu mendatangkan kasih karunia? Matius 12:36, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkanya pada hari penghakiman.” Apa yang dapat kita lakukan? Libatkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Efesus 4:22-23, 22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.” Saat Tuhan melalui karya Roh KudusNya merenovasi kita maka hati kita dibersihkan dari sampah-sampah busuk atau dibersihkan dari kotoran. Sehingga saat hati kita sehat, kata-kata kita bisa jadi lebih sehat. Mulut kita diciptakan dengan unik dan hebat, tapi yang keluar dari mulut kita tidak kalah hebatnya. Pekerjaan kita mencerminkan anugerah Tuhan, kata-kata kita mencerminkan Kasih Tuhan. Sudahkah kata kita mendatangkan Kasih Karunia bagi yang mendengarkannya. Sudahkah kita melibatkan Tuhan dalam perkataan kita sehari-hari?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 25, 26 & 27
PB: Markus 6:1-29

#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
JAUHKAN TINGGI HATI – KEMUNAFIKAN. Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” Matius 6:3, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Matius 6:4, “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Matius 6:6, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” TUHAN maha tahu, mengerti hati dan pikiran kita. Apapun yang kita pikirkan – kita rencanakan tidak ada yang luput dari pandangan-Nya. Kali ini firman-NYA mengajarkan bahwa kita perlu memiliki kerinduan yang tulus, melakukan penyembahan – pengabdian tanpa pamrih, tidak dibuat-buat dan tidak meninggikan diri. Kita diharapkan menyerahkan diri sebagai persembahan yang hidup, melakukan pengabdian dan komitmen dengan sepenuh hati dimanapun – saat seorang diri ataupun saat didepan umum. Ketenaran – pujian merupakan jebakan paling sempurna dalam kehidupan pribadi orang percaya, nafsu dan keserakahan adalah ujung dari semuanya. Tuhan tidak menghendaki kita memamerkan aktivitas kerohanian kita dan diharapkan menjauhkan diri dari kemunafikan.Semua tindakan kita dalam memberi, berdoa dan berpuasa diharapkan dilakukan karena Kasih yang tulus kepada TUHAN.Perkenan Dia itulah yang kita cari dan bukan pujian dari orang lain yang seharusnya kita fokuskan. Haleluya... Tuhan Yesus, Engkaulah fokus dari setiap langkah dan doa kami. Jauhkan kami dari tinggi hati, kepura-puraan dan kesombongan diri. Berilah kekuatan agar kami mampu bertekun dan memuliakan nama-Mu selalu. Amin.
Jesus Loves You. Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 33 -34.
#jesus #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #persembahanhidup #perkenantuhan
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli , Menabur benih - Share kepada teman

Ibu Caroline – Bandung
Yosua 20:2, “Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa.” Berita yang masih tergiang diingatan kita adalah tragedi Bom di London dan kampung Melayu. Berapa banyak orang yang telah menjadi korban dari perbuatan-perbuatan yang tidak bertanggung jawab ini? Sampai saat ini ancaman bom belum juga berakhir. Kita masih sering dihebohkan oleh adanya teror bom yang terjadi di mana-mana. Pastilah teror bom ini menimbulkan dampak yang luar biasa: orang menjadi kuatir, takut dan was-was. Lalu, ke manakah kita dapat berlindung dari marabahaya? Tidak ada tempat di belahan bumi mana pun yang dapat memberikan perlindungan yang aman bagi manusia.  Saat ini banyak orang di dunia mencari tempat perlindungan yang aman, tetapi mereka tidak akan pernah menemukannya. Tetapi sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan Yesus, yang adalah tempat perlindungan kita. Daud berkata, “Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan” (Mazmur 9:10). Kota perlindungan yang dimaksud dalam Yosua 20 adalah bayangan dari keselamatan yang akan datang. Kota pertama yang disebutkan adalah Kadesh, yang artinya adalah kebenaran. Melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib semua itu tergenapi. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21). Untuk beroleh perlindungan dari Tuhan kita harus hidup dalam kebenaran, jangan lagi berkompromi dengan dosa. “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat” (Amsal 18:10). Gbu

Bp. Anto – Citraland
Salam Keluarga Allah! RHEMA HARI INI: Yesaya 55:8-9, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” RENUNGAN: Cara hidup orang Kristen yang BERJALAN BERSAMA TUHAN sangatlah berbeda dengan cara hidup orang yang TIDAK BERJALAN DI JALAN TUHAN. BACAAN ALKITAB SETAHUN: Lukas 18. Baca dan dengarkan ReKA & Bacaan Alkitab Setahun di: http://cya.nz/reka05juni2017. Biarlah rohmu menyala-nyala senantiasa di dalam Tuhan! --Pdt. Obaja Tanto Setiawan.

Ibu Caroline – Bandung
Selasa, 6 Juni 2017. Bacaan: Lukas 10:30-37. Setahun: Nehemia 1-3. Nas: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Lukas 10:37). Kemurahan atau Kebaikan? Seorang motivator mengajak pendengarnya untuk berbuat baik di setiap aspek hidup dan di dalam setiap kesempatan. Kebaikan menurutnya, adalah sikap yang selalu memberi, mengikhlaskan sesuatu demi sesama dan dirinya sendiri. Namun, adakah perbedaan antara kebaikan dan kemurahan? Seseorang menyatakan perbedaan keduanya secara unik: kebaikan adalah teman pada waktu senang; sedangkan kemurahan hati adalah teman pada waktu susah. Dalam perikop kita kali ini, sebuah contoh kemurahan diperankan oleh orang Samaria, melebihi imam Lewi dan ahli Taurat (ay. 31-33). Dia berhenti dan merawat orang Yahudi yang menjadi korban perampokan tersebut dengan maksimal (ay. 34-35). Di akhir cerita, Yesus pun bertanya kepada pendengar-Nya, siapakah yang layak menyandang predikat sebagai sesama manusia. Jawaban spontan pun muncul, “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya” (ay. 37a) dan diikuti oleh perintah Yesus, “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (ay. 37b). Menurut Yesus, kemurahan hati adalah lebih dari sekedar kebaikan yang harus kita lakukan. Salah satu alasan kuat mengapa kemurahan hati adalah karakter yang wajib dimiliki oleh orang Kristen, adalah untuk meneladani Allah yang sudah bermurah hati kepada kita. Hal itu sekaligus menjadi sebuah tanda akan kemurnian dan kesejatian ibadah kita (bdk. Yak. 1:27) serta kehadiran Kristus di dalam diri kita. Tanpa kemurahan hati, kita bukanlah milik Kristus. Sudahkah kemurahan hati menjadi buah yang tetap, yang kita hasilkan sebagai orang Kristen? --NW. CARA HIDUP YANG PENUH KEMURAHAN MENUNJUKKAN PEMAHAMAN YANG CUKUP TENTANG ANUGERAH ALLAH YANG BERLIMPAH ATAS HIDUP KITA.

No comments:

Post a Comment