Wednesday, 14 June 2017

14 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body Is A Wonderland – Day 14 – Mouth. 2 Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Firman Allah itu hidup dan berkuasa. Sanggup membersihkan sampah-sampah busuk disudut hati yang paling dalam, ditengah masalah sekalipun bukan DIA tidak peduli, tetapi DIA mau kita betumbuh dalam kebenaran firmanNya yang akan menolong kita dalam perjalanan hidup kita. Roh Kudus yang akan membuat pikiran kita terang sebab firmanNya tidak ditujukan untuk memenuhi keinginan kita tetapi untuk memperbaharui keinginan kita. Firman Allah tidak diberikan untuk mengubah situasi hidup kita, tetapi untuk mengubah RESPON kita terhadap situasi hidup kita. Sekalipun masalah masih tetap ada, tetapi pandangan kita/RESPON kita sekarang tidak dibatasi oleh semua “masalah” tersebut, tetapi kita dapat melihat jauh kedepan, melampaui masalah-masalah tersebut, melihat tujuan Tuhan yang sedang mengajar kita, mengoreksi kesalahan-kesalahan kita, memperbaiki sikap-sikap kita dan mendidik kita dalam KEBENARAN dengan FIRMAN-Nya yang HIDUP dan BERKUASA. Oleh karena itu, mari kita terus melangkah maju dan tidak berdiam lesu. Perkatakan firman saat kita lelah, saat kita dalam masalah, niscaya DIA yang akan memperbaharui kekuatan kita. Yesaya 40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Masalah, sebesar apapun, tidak akan membuat kita berada lepas dari genggaman tanganNya. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ezra 9-10
PB: Markus 10:1-27

#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
lSAAT TEDUH. Rabu, 14 Juni 2017. MISTERI SEBUAH PINTU. Bacaan: Matius 7:7-14. ...dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan (Matius 7:8). Pintu rumah saya sering dalam kondisi tertutup. Biasanya, teman yang berkunjung atau petugas ekspedisi yang datang mengirimkan barang akan mengetuk pintu atau berteriak memanggil dari depan rumah. Apabila ada seseorang yang datang, tetapi tidak berani mengetuk saat melihat pintu yang tertutup, ia pasti pulang kembali karena mengira rumah saya kosong. Yesus mengajarkan kita untuk berani meminta, mencari, bahkan mengetuk pintu-pintu jawaban doa. Banyak orang memilih menyerah ketika melihat pintu di depannya tertutup, padahal pintu yang tertutup bukan berarti pintu itu dalam keadaan terkunci atau tidak bisa dibuka. Yesus mengajarkan agar kita berani mengetuk karena, bagi setiap orang yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan (ay. 7-8). Jawaban doa kita yang ada di balik pintu itu terkadang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita, tetapi percayalah bahwa jawaban yang disediakan Tuhan selalu istimewa. Jika orang-orang jahat saja tahu memberikan yang baik kepada anak-anaknya, terlebih lagi Bapa kita di surga; Dia pasti akan menyediakan yang terbaik bagi anak-anak-Nya (ay. 11). Hendaklah kita tidak menjadi tawar hati ketika melihat pintu yang tertutup. Jangan pula menyerah ketika harus berjalan melalui pintu yang sesak. Sebagaimana pintu yang tertutup akan terbuka bila kita mau mengetuknya, demikian pula pintu yang sesak pasti dapat kita lewati bila kita berjalan bersama Yesus (ay. 13-14). ADA KEJUTAN BAGI ORANG YANG DENGAN IMAN MENGETUK PINTU JAWABAN DOA DAN BERSEMANGAT MELEWATI PINTU YANG SESAK BERSAMA YESUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Ezra 9-10 dan Markus 10:1-27.

Ibu Caroline – Bandung
Cara pandang kita terhadap orang lain sangat berpengaruh atas hubungan relasi yang terjadi dalam kehidupan sesama manusia »IHT«. Markus 6:34 – Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Hidup tidak bisa lepas dari relasi, hubungan dengan Tuhan, dengan pasangan, dengan sesama bahkan dengan komunitas. Keberhasilan Yesus dalam membangun hubungan didasarkan dengan kasih dan belas kasihan, Dia senantiasa memandang orang lain dengan penuh kasih. Bagaimana kita memandang pasangan kita? Apakah dia berharga, pantas dan patut disayangi? Atau sebaliknya? Bagaimana kita memandang orang tua, anak, saudara, keluarga sebagai orang yang layak kita sayangi atau kita anggap sebagai beban yang menyusahkan hidup kita? Bagaimana kita memandang persahabatan, apalagi sesama teman pelayanan dan sesama gereja? apakah kita memandang mereka dengan penuh curiga, sebagai pesaing? Irihati melihat keberhasilan orang lain mengundang kebencian & pertengkaran, seharusnya kita bersyukur dan mengasihi mereka, mengasihi gereja lain, termasuk juga orang yang beragama lain. Amsal 10:12, “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.”

No comments:

Post a Comment