YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body Is A Wonderland – Day 14 –
Mouth. 2
Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran.” Firman Allah itu hidup dan berkuasa.
Sanggup membersihkan sampah-sampah busuk disudut hati yang paling dalam,
ditengah masalah sekalipun bukan DIA tidak peduli, tetapi DIA mau kita betumbuh
dalam kebenaran firmanNya yang akan menolong kita dalam perjalanan hidup kita.
Roh Kudus yang akan membuat pikiran kita terang sebab firmanNya tidak ditujukan
untuk memenuhi keinginan kita tetapi untuk memperbaharui keinginan kita.
Firman Allah tidak diberikan untuk mengubah situasi hidup kita, tetapi untuk
mengubah RESPON kita terhadap situasi hidup kita. Sekalipun masalah masih tetap
ada, tetapi pandangan kita/RESPON kita sekarang tidak dibatasi oleh semua
“masalah” tersebut, tetapi kita dapat melihat jauh kedepan, melampaui
masalah-masalah tersebut, melihat tujuan Tuhan yang sedang mengajar kita,
mengoreksi kesalahan-kesalahan kita, memperbaiki sikap-sikap kita dan mendidik
kita dalam KEBENARAN dengan FIRMAN-Nya yang HIDUP dan BERKUASA. Oleh karena
itu, mari kita terus melangkah maju dan tidak berdiam lesu. Perkatakan firman
saat kita lelah, saat kita dalam masalah, niscaya DIA yang akan memperbaharui
kekuatan kita. Yesaya 40:31, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan
kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan
tidak menjadi lelah.” Masalah, sebesar apapun, tidak akan membuat kita
berada lepas dari genggaman tanganNya. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ezra 9-10
PB: Markus 10:1-27
#LoveGod❤
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
lSAAT TEDUH. Rabu, 14 Juni 2017. MISTERI SEBUAH PINTU.
Bacaan: Matius 7:7-14. ...dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan
(Matius 7:8). Pintu rumah saya sering dalam kondisi tertutup. Biasanya, teman
yang berkunjung atau petugas ekspedisi yang datang mengirimkan barang akan
mengetuk pintu atau berteriak memanggil dari depan rumah. Apabila ada seseorang
yang datang, tetapi tidak berani mengetuk saat melihat pintu yang tertutup, ia
pasti pulang kembali karena mengira rumah saya kosong. Yesus mengajarkan kita
untuk berani meminta, mencari, bahkan mengetuk pintu-pintu jawaban doa. Banyak
orang memilih menyerah ketika melihat pintu di depannya tertutup, padahal pintu
yang tertutup bukan berarti pintu itu dalam keadaan terkunci atau tidak bisa
dibuka. Yesus mengajarkan agar kita berani mengetuk karena, bagi setiap orang
yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan (ay. 7-8). Jawaban doa kita yang
ada di balik pintu itu terkadang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita,
tetapi percayalah bahwa jawaban yang disediakan Tuhan selalu istimewa. Jika
orang-orang jahat saja tahu memberikan yang baik kepada anak-anaknya, terlebih
lagi Bapa kita di surga; Dia pasti akan menyediakan yang terbaik bagi
anak-anak-Nya (ay. 11). Hendaklah kita tidak menjadi tawar hati ketika melihat
pintu yang tertutup. Jangan pula menyerah ketika harus berjalan melalui pintu
yang sesak. Sebagaimana pintu yang tertutup akan terbuka bila kita mau
mengetuknya, demikian pula pintu yang sesak pasti dapat kita lewati bila kita
berjalan bersama Yesus (ay. 13-14). ADA KEJUTAN BAGI ORANG YANG DENGAN IMAN
MENGETUK PINTU JAWABAN DOA DAN BERSEMANGAT MELEWATI PINTU YANG SESAK BERSAMA
YESUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Ezra 9-10
dan Markus 10:1-27.
Ibu Caroline – Bandung
Cara pandang kita terhadap orang lain sangat berpengaruh
atas hubungan relasi yang terjadi dalam kehidupan sesama manusia »IHT«. Markus
6:34 – Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka
tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti
domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal
kepada mereka. Hidup tidak bisa lepas dari relasi, hubungan dengan Tuhan,
dengan pasangan, dengan sesama bahkan dengan komunitas. Keberhasilan Yesus
dalam membangun hubungan didasarkan dengan kasih dan belas kasihan, Dia
senantiasa memandang orang lain dengan penuh kasih. Bagaimana kita memandang
pasangan kita? Apakah dia berharga, pantas dan patut disayangi? Atau
sebaliknya? Bagaimana kita memandang orang tua, anak, saudara, keluarga sebagai
orang yang layak kita sayangi atau kita anggap sebagai beban yang menyusahkan hidup
kita? Bagaimana kita memandang persahabatan, apalagi sesama teman pelayanan dan
sesama gereja? apakah kita memandang mereka dengan penuh curiga, sebagai
pesaing? Irihati melihat keberhasilan orang lain mengundang kebencian &
pertengkaran, seharusnya kita bersyukur dan mengasihi mereka, mengasihi gereja
lain, termasuk juga orang yang beragama lain. Amsal 10:12, “Kebencian
menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.”

No comments:
Post a Comment