Tuesday, 20 June 2017

20 Juni 2017

YOUR BODY IS WONDERLAND






Your Body is A Wonderland – Day 20 – Mind, Pikiran yang Baru. Amsal 23:17 (KJV), “Sebagaimana seseorang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.” Tidak ada hal yang akan berubah dalam kehidupan kita bila kita tidak mengubah pikiran kita. Karena itu Rasul Paulus menuliskan serangkaian kata-kata yang berhubungan dengan pikiran/pengertian kita: belajar mengenal Kristus, mendengar, menerima pengajaran (Efesus 4:20-21). Saat pikiran kita diisi oleh kebenaran Firman Allah dan secara perlahan diubah oleh Roh Kudus maka terjadi PERUBAHAN HIDUP. Pikiran yang mengenal Kristus, sebagai orang percaya kita telah diperbaharui dalam pikiran kita. Kita tidak lagi “tidak tahu” tentang kebenaran dalam Kristus. Kita telah mengenal kebenaran. Pikiran kita diisi dengan Firman Tuhan yang akan mengubah seluruh kehidupan kita (Efesus 4:20-21). Kamu telah belajar mengenal artinya belajar melalui kehidupan praktis, pengalaman/kebiasaan. Jadi pikiran yang baru harus dibangun dengan belajar melalui kehidupan praktis, pengalaman & kebiasaan yang benar. Efesus 4:20, “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.” Ayat 21: “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ester 1 dan 2
PB: Markus 13:1-20

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 20 Juni 2017. HACKSAW RIDGE. Bacaan: 2 Samuel 23:20-23. Selanjutnya Benaya bin Yoyada, anak seorang yang gagah perkasa, yang besar jasanya, yang berasal dari Kabzeel; ia menewaskan kedua pahlawan besar dari Moab. Juga pernah ia turun ke dalam lobang dan membunuh seekor singa pada suatu hari bersalju (2 Samuel 23:20). Hacksaw Ridge adalah film yang diangkat dari kisah nyata kepahlawanan Desmond Doss, warga Amerika Serikat yang berjasa menyelamatkan 75 tentara dalam Perang Dunia II di Okinawa. Keberanian dan kepedulian Desmond membuat banyak nyawa terselamatkan, sekalipun ia tidak membawa senjata saat terjun ke medan perang. Atas jasanya yang luar biasa, Doss pun mendapat anugerah Medal of Honor dari pemerintah AS. Jika AS memiliki Desmond yang berani, Daud pun memiliki banyak orang hebat dalam kerajaan-Nya, salah satunya bernama Benaya. Alkitab mencatat bahwa anak Yoyada itu berhasil menewaskan kedua pahlawan besar dari Moab. Ia turun ke dalam lobang dan membunuh seekor singa pada suatu hari bersalju. Ia juga berhasil membunuh orang Mesir yang tinggi besar dengan tombak milik orang Mesir yang terlebih dahulu dirampas olehnya. Jika pada waktu itu ada pemberian Medal of Honor, rasanya tak berlebihan jika Benaya dinominasikan sebagai penerima medali tersebut. Pada masa kini, menjadi “pahlawan” tidak harus dengan mengangkat senjata atau terjun ke peperangan. Kita bisa menjadi pahlawan di lingkungan terkecil hidup kita, yakni di dalam keluarga. Caranya pun sederhana, yakni menjadi pribadi yang penuh kasih dan kepedulian terhadap pasangan, anak, saudara kandung, termasuk terhadap orangtua atau mertua kita. Kiranya kita menjadi sosok yang patut dibanggakan oleh orang-orang terdekat kita. TINDAKAN KEPAHLAWANAN TIDAK DAPAT MUNCUL DARI ORANG YANG PENAKUT DAN EGOIS. Selamat pagi. Selamat menikmati anugerah Illahi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Esther 1-2 & Markus 13:1-20.

Ibu Caroline – Bandung
Amsal 17:7, “Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata yang bagus, apalagi orang mulia mengucapkan kata-kata dusta.” Ketika kita menjadi orang Kristen berarti seluruh kehidupan kita meneladani apa yang Kristus perbuat. “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:6). Jadi perlu bukti nyata melalui kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya berkata-kata! Sesungguhnya kehidupan kekristenan kita ini ibarat sebuah kebun. Kebun itu akan bermanfaat apabila di dalamnya ditanami dengan sayur-mayur atau tanaman yang dapat menghasilkan buah, sehingga dapat dikonsumsi oleh banyak orang. Oleh karena itu kebun tersebut harus dirawat dengan baik: dibersihkan, dibajak tanahnya dan ditanami benih yang baik. Sebaliknya jika kebun itu tidak dibersihkan dan dibiarkan begitu saja, maka semak belukar yang akan memenuhinya. Tanah itu pun menjadi sia-sia dan tiada guna! Seorang Kristen yang hanya pandai berkata-kata tapi tidak melakukan apa yang dikatakannya bisa diibaratkan seperti kebun yang penuh dengan semak belukar saja, karena kualitas hidup seseorang itu dapat dilihat dari buahnya: “...tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur” (Lukas 6:43-44). Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa suatu perbuatan lebih tajam daripada kata-kata yang banyak. Apakah perbuatan kita sudah mencerminkan bahwa kita ini anak-anak Tuhan? Kita harus membuktikan itu melalui perbuatan! Jadi, “...seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Orang yang melakukan firman diibaratkan sebuah kebun yang di dalamnya tumbuh pohon-pohonan yang berbuah dan membawa manfaat bagi banyak orang! Gbu.

No comments:

Post a Comment