YOUR BODY IS WONDERLAND
Your Body is A Wonderland – Day 20 –
Mind, Pikiran yang Baru. Amsal
23:17 (KJV), “Sebagaimana seseorang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.”
Tidak ada hal yang akan berubah dalam kehidupan kita bila kita tidak mengubah
pikiran kita. Karena itu Rasul Paulus menuliskan serangkaian kata-kata yang
berhubungan dengan pikiran/pengertian kita: belajar mengenal Kristus, mendengar,
menerima pengajaran (Efesus 4:20-21). Saat pikiran kita diisi oleh
kebenaran Firman Allah dan secara perlahan diubah oleh Roh Kudus maka terjadi
PERUBAHAN HIDUP. Pikiran yang mengenal Kristus, sebagai orang percaya kita
telah diperbaharui dalam pikiran kita. Kita tidak lagi “tidak tahu” tentang
kebenaran dalam Kristus. Kita telah mengenal kebenaran. Pikiran kita diisi
dengan Firman Tuhan yang akan mengubah seluruh kehidupan kita (Efesus 4:20-21).
Kamu telah belajar mengenal artinya belajar melalui kehidupan praktis,
pengalaman/kebiasaan. Jadi pikiran yang baru harus dibangun dengan belajar
melalui kehidupan praktis, pengalaman & kebiasaan yang benar. Efesus 4:20, “Tetapi
kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.” Ayat 21: “Karena
kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut
kebenaran yang nyata dalam Yesus.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#UrBodyIsAWonderland
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Ester 1 dan 2
PB: Markus 13:1-20
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 20 Juni 2017. HACKSAW RIDGE. Bacaan: 2
Samuel 23:20-23. Selanjutnya Benaya bin Yoyada, anak seorang yang gagah
perkasa, yang besar jasanya, yang berasal dari Kabzeel; ia menewaskan kedua
pahlawan besar dari Moab. Juga pernah ia turun ke dalam lobang dan membunuh
seekor singa pada suatu hari bersalju (2 Samuel 23:20). Hacksaw Ridge adalah
film yang diangkat dari kisah nyata kepahlawanan Desmond Doss, warga Amerika
Serikat yang berjasa menyelamatkan 75 tentara dalam Perang Dunia II di Okinawa.
Keberanian dan kepedulian Desmond membuat banyak nyawa terselamatkan, sekalipun
ia tidak membawa senjata saat terjun ke medan perang. Atas jasanya yang luar biasa,
Doss pun mendapat anugerah Medal of Honor dari pemerintah AS. Jika AS memiliki
Desmond yang berani, Daud pun memiliki banyak orang hebat dalam kerajaan-Nya,
salah satunya bernama Benaya. Alkitab mencatat bahwa anak Yoyada itu berhasil
menewaskan kedua pahlawan besar dari Moab. Ia turun ke dalam lobang dan
membunuh seekor singa pada suatu hari bersalju. Ia juga berhasil membunuh orang
Mesir yang tinggi besar dengan tombak milik orang Mesir yang terlebih dahulu
dirampas olehnya. Jika pada waktu itu ada pemberian Medal of Honor, rasanya tak
berlebihan jika Benaya dinominasikan sebagai penerima medali tersebut. Pada
masa kini, menjadi “pahlawan” tidak harus dengan mengangkat senjata atau terjun
ke peperangan. Kita bisa menjadi pahlawan di lingkungan terkecil hidup kita,
yakni di dalam keluarga. Caranya pun sederhana, yakni menjadi pribadi yang
penuh kasih dan kepedulian terhadap pasangan, anak, saudara kandung, termasuk
terhadap orangtua atau mertua kita. Kiranya kita menjadi sosok yang patut
dibanggakan oleh orang-orang terdekat kita. TINDAKAN KEPAHLAWANAN TIDAK DAPAT
MUNCUL DARI ORANG YANG PENAKUT DAN EGOIS. Selamat pagi. Selamat menikmati
anugerah Illahi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Esther 1-2
& Markus 13:1-20.
Ibu Caroline – Bandung
Amsal 17:7, “Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata
yang bagus, apalagi orang mulia mengucapkan kata-kata dusta.” Ketika kita
menjadi orang Kristen berarti seluruh kehidupan kita meneladani apa yang
Kristus perbuat. “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib
hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:6). Jadi perlu bukti nyata
melalui kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya berkata-kata! Sesungguhnya
kehidupan kekristenan kita ini ibarat sebuah kebun. Kebun itu akan bermanfaat
apabila di dalamnya ditanami dengan sayur-mayur atau tanaman yang dapat
menghasilkan buah, sehingga dapat dikonsumsi oleh banyak orang. Oleh karena itu
kebun tersebut harus dirawat dengan baik: dibersihkan, dibajak tanahnya dan
ditanami benih yang baik. Sebaliknya jika kebun itu tidak dibersihkan dan
dibiarkan begitu saja, maka semak belukar yang akan memenuhinya. Tanah itu pun
menjadi sia-sia dan tiada guna! Seorang Kristen yang hanya pandai berkata-kata
tapi tidak melakukan apa yang dikatakannya bisa diibaratkan seperti kebun yang
penuh dengan semak belukar saja, karena kualitas hidup seseorang itu dapat
dilihat dari buahnya: “...tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang
tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah
yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri
orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur”
(Lukas 6:43-44). Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa suatu perbuatan lebih
tajam daripada kata-kata yang banyak. Apakah perbuatan kita sudah mencerminkan
bahwa kita ini anak-anak Tuhan? Kita harus membuktikan itu melalui perbuatan!
Jadi, “...seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa
perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Orang yang melakukan firman
diibaratkan sebuah kebun yang di dalamnya tumbuh pohon-pohonan yang berbuah dan
membawa manfaat bagi banyak orang! Gbu.

No comments:
Post a Comment