Kata
Pengantar
Dalam
sejarah kehidupan, sejak kisah penciptaan hingga kini, kita berada dalam
pertempuran besar melawan musuh besar Kerajaan Allah, yaitu Iblis. Tapi tahukah
saudara bahwa saingan Tuhan adalah Mamon / uang? Banyak anak-anak Tuhan yang
menukarkan Tuhan dengan Mamon / uang, seakan-akan uang sama berharganya bahkan
lebih berharga daripada Allah. Mereka meletakkan rasa aman mereka bukan pada
Allah tetapi pada Mamon.
Uang
adalah hamba yang baik, tetapi uang
adalah tuan yang jahat. Ketika kita memberi perpuluhan dan persembahan
khusus di rumah Tuhan, itu semua bukan karena Tuhan membutuhkan uang kita, sama
sekali tidak. Tetapi kerinduan Tuhan adalah supaya anak-anakNya tidak terikat
dengan uang, semua demi kebaikan kita anak-anakNya. Firman Tuhan mengatakan
bahwa “mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan
ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang
menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala
kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah
menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Tim
6:9-10).
Mari
saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Tuhan, kita mau menjadi pribadi yang bijaksana
dalam hal Mamon, memberi dengan sukacita dan hati yang rela apa yang menjadi
bagian Tuhan. Mamon akan menjadi perkara kecil bila kita tidak memberikan hati
kita kepadanya. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga
dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara
kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)
Dan
biarlah ini menjadi doa & kerinduan setiap kita: “Jauhkanlah dari padaku
kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan.
Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku
kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku
miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” (Amsal 30:8-9)
Siu Siang
No comments:
Post a Comment