Tuesday, 1 October 2013

Kata Pengantar



Kata Pengantar


      Dalam sejarah kehidupan, sejak kisah penciptaan hingga kini, kita berada dalam pertempuran besar melawan musuh besar Kerajaan Allah, yaitu Iblis. Tapi tahukah saudara bahwa saingan Tuhan adalah Mamon / uang? Banyak anak-anak Tuhan yang menukarkan Tuhan dengan Mamon / uang, seakan-akan uang sama berharganya bahkan lebih berharga daripada Allah. Mereka meletakkan rasa aman mereka bukan pada Allah tetapi pada Mamon.
      Uang adalah hamba yang baik, tetapi uang adalah tuan yang jahat. Ketika kita memberi perpuluhan dan persembahan khusus di rumah Tuhan, itu semua bukan karena Tuhan membutuhkan uang kita, sama sekali tidak. Tetapi kerinduan Tuhan adalah supaya anak-anakNya tidak terikat dengan uang, semua demi kebaikan kita anak-anakNya. Firman Tuhan mengatakan bahwa “mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Tim 6:9-10).
      Mari saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Tuhan, kita mau menjadi pribadi yang bijaksana dalam hal Mamon, memberi dengan sukacita dan hati yang rela apa yang menjadi bagian Tuhan. Mamon akan menjadi perkara kecil bila kita tidak memberikan hati kita kepadanya. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)
      Dan biarlah ini menjadi doa & kerinduan setiap kita: “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” (Amsal 30:8-9)



Siu Siang

No comments:

Post a Comment