Saturday, 5 October 2013

5 Oktober 2013



05 Oktober 2013
Status Sebagai IMAM / Kebahagiaan Orang Saleh (Mazmur 16:1-11). Mengapa kita harus selalu bersyukur dan bersukacita? Mazmur 16:11, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” Selain berbangga sebagai IMAM, hal apa lagi yang menjadi puncak sukacita kita? Mazmur 16:3, “Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.” Kehidupan orang percaya seharusnya adalah kehidupan yang penuh sukacita. Kekristenan tidak dimaksudkan untuk membuat seseorang berdukacita. Mengapa? Karena pelayanan Tuhan Yesus adalah pelayanan sukacita (baca Matius 11:28-30). Tuhan Yesus menjanjikan kelegaan, kesembuhan, dan ketenangan jiwa sehingga kita bersukacita. Tuhan memberi sukacita yang berlimpah-limpah bagi seseorang yang berhasil melewati kesulitan yang harus dijalani bersama Tuhan (ay. 11). Jika kita menyadari status kita dalam Tuhan, maka kita akan bersyukur kepada Tuhan seperti sang Pemazmur: Engkaulah Tuhanku tidak ada yang baik bagiku selain ENGKAU (ay.2). Mari kita sadar bahwa kita adalah orang-orang pilihan Tuhan yang dipakai untuk maksud mulia bagi Tuhan dan sesama manusia dan marilah bersukacita senantiasa karena status kita tersebut.

No comments:

Post a Comment