Thursday, 10 October 2013

11 Oktober 2013



11 Oktober 2013
Menghargai Ketetapan Tuhan Setiap Hari. Filipi 4:11-12, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” Amin. Sudahkah kita sebagai anak-anakNya siap menghadapi keadaan yang bagaimanapun? Baik keadaan makmur, keadaan miskin. Bersyukur karena KUASA yang diberikan Kristus, maka kita semua mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala rupa keadaan. Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Respon 1
…Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Lukas 7:22) Sampai hari ini mukjizat masih terjadi karena Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8).

Respon 2
RENUNGAN PAGI. Jumat, 11 Oktober 2013. 2 Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Hari ini Allah mengajar kita agar kita menjadi pandai dalam menghadapi hidup. Jangan jadi murid bodoh sehingga walau diberi pelajaran tetap tidak bisa. Matius 5:15; lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Saudaraku, terang kita sebagai anak Tuhan seharusnya bisa dilihat melalui: perbuatan baik kita terhadap orang-orang di sekeliling kita, keteraturan hidup kita dalam mengelola waktu, uang, dan harta orang lain, cara kita membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain, dan cara kita mengasihi keluarga dan menghormati orang tua. Sebab tidak ada gunanya bila kita memiliki terang tetapi orang lain tidak dapat melihatnya. Mengaku memiliki terang tapi tidak ada orang yang melihatnya sama saja seorang pembohong! Selamat pagi, Gbu all.

Respon 3
Syalom. Amin… “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” (1 Yoh 5:20). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu dan keluarga.

Respon 4
2 Korintus 13:11; Filipi 4:4-6. Sukacita dan pikiran positif dapat membuat hidup kita menjadi jauh lebih menarik dan menyenangkan! “Bapa, kami mau bersukacita dalamMu. Biar hidup kami selalu dipenuhi dengan pikiran positif dan keoptimisan, sehingga damai sejahtera dapat kami nikmati selalu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin!”

Respon 5
Amin, ya bersyukur dalam keadaan apapun yang sudah Tuhan berikan kepada kita memang mudah mengatakannya tapi harus belajar dalam kenyataannya karena manusia cenderung bersyukur dalam hal-hal baik yang Tuhan berikan. Jika tidak enak akan menggerutu tapi biar Tuhan menerangi kita bahwa segala hal yang terjadi dalam penghidupan kita adalah hal yang terbaik yang Tuhan berikan karena segala yang burukpun akan mendatangkan kebaikan bagi kita dan semuanya adalah proses supaya kita menjadi sempurna seperti Dia yang sempurna. Amin. GBU.

Respon 6
Ya amin! Galatia 4:1, Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu. Kita sudah dimerdekakan untuk memperhambakan diri kepadaNya dan kita mengasihiNya. Kita harus taat. Biarlah kita mengasihi kasih karunia Tuhan dan kita adalah ahli waris, menerima janji-janji Tuhan. Amin. Selamat malam, JBU.

No comments:

Post a Comment