02 Oktober 2013
Anak yang TAAT
(Kejadian 22:5-12). Ketaatan Ishak kepada ayahnya: Abraham mengingatkan kita
kepada ketaatan Tuhan Yesus kepada BapaNya, ketika IA dipersembahkan sebagai
korban penebusan dosa kita. IA taat kepada BapaNya sampai IA mati di kayu
salib. Kita pun seharusnya menaati orang tua kita, sebab dengan berbuat
demikian kita menaati Tuhan. Taat kepada orang tua berarti taat kepada Tuhan
dan tidak taat kepada orang tua berarti tidak taat kepada Tuhan, amin! Sudahkah
kita taat kepada orang tua kita sebagai bukti ketaatan kita kepada Tuhan?
Respon 1
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan
yang baik menggembirakan dia (Amsal 12:25). Jangan kamu kuatir! Karena kuatir
menyebabkan hidup jadi depresi. Sukacita Tuhan adalah kekuatan kita!!
Respon 2
Daily Wisdom. Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan
Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Saudaraku, hidup ini dibangun oleh pilihan-pilihan, jika kita salah memilih
maka hasil akhir tentu saja berbeda. Memilih untuk mencari kerajaan Allah dan
kebenaranNya lebih dahulu merupakan pilihan yang akan mengubah hidup Anda
selamanya, sebab di sanalah Anda akan menemukan “resep kebahagiaan, kita hidup
sukses, cara untuk menang dan seni dalam membangun hubungan.” Menemukan
kebenaran tentang kerajaan Allah akan membuka pintu bagi segala berkat yang
kita butuhkan! God bless you all.
Respon 3
Ya amin! Hakim-Hakim 6:12 ini ada banyak dimensi-dimensi
rohani yang terkandung di dalamnya. Setiap kali Tuhan memberi kita firman untuk
mengubahkan dan membentuk ulang hidup kita. Maka kita harus bersyukur atas
cinta dan kasih setiaNya. Bagaimana cara kita mengambil benih firman itu untuk
mengubahkan lingkungan? Pertama-tama kita dulu yang harus berubah, kita harus
menjadi panutan atau contoh dan firman itu berkuasa dan pasti sanggup
mengubahkan segala sesuatu menurut kehendakNya. Lihat di dalam benih firman
itu, jangan lihat apa yang ada di sekeliling kita, karena semua sudah ada di
dalam benih firman itu yang Tuhan janjikan. Kita percaya bahwa apa yang Tuhan
firmankan, Tuhan adalah pengubah segala-galanya. Pikiran kita diubahkan
terutama, barulah kita mempengaruhi sesuatu apa yang ingin kita ubahkan menurut
kehendakNya. Ada satu yang Tuhan ubahkan yaitu perubahan sifat dasar kita.
Segala konsep pikiran kita diubahkan, Dia sanggup mengubahkan segalanya, bukan
sekedar mengerti tapi menjadi serupa dengan DIa. Amin, selamat sore, Tuhan
memberkati.
No comments:
Post a Comment