Saturday, 19 October 2013

19 Oktober 2013



19 Oktober 2013
Kisah Rasul 9:36, “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita  —  dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.” Dalam hal MEMBERI Tuhan melihat hati, bukan tangan si pemberi atau pemberiannya, sebagai “wanita-wanitaNya” Tuhan, sudahkah persembahan / pemberian kita adalah pemberian dengan HATI (TULUS, IKHLAS, RELA, & SEPENUH HATI)??

Respon 1
Amin. Tuhan melihat hati karena di mana hatimu berada di situlah hartamu berada. Sudahkah kita melayani dan mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Hanya belas kasih Tuhan saja yang bisa memberi hati yang demikian. Amin. Gbu.

Respon 2
RENUNGAN PAGI. Sabtu, 19 Oktober 2013. “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Mat 24:13) Bagaimana orang bisa bertahan bila tidak ada yang diharapkan? Bagaimana orang dapat bertahan bila tak ada sesuatu yang menarik di depan sana? Begitu pula, bagaimana kita bisa bertahan setia pada Yesus bila tak melihat ada yang indah di dalamnya? Jadi, sudahkah kita mengenalNya dan melihat semua kasihNya? Atau jangan-jangan selama ini kita menjadi pengikutNya tanpa pernah rasakan kasihNya? Sedangkan Dia sudah memberikan semuanya pada kita. Bahkan hidupNya pun Dia berikan pada kita. Tapi mengapa sering kita tidak merasakannya? Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
Syalom. Amin… Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mazmur 27:1) Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu dan keluarga.

Respon 4
Kenapa ya hari ini yang dibahas tentang wanita member? Kalau menurut saya, karena biasanya wanita itu sangat berhitung dengan uang. Mencukupkan gaji sebulan untuk kebutuhan sehari-hari, jadi bisanya wanita itu tidak mudah memberi dengan sukacita kalau kebutuhan belum tercukupi. Jadi, hai para wanita, ayo jadi wanita yang berani memberi dengan hati yang tulus karena Tuhan yang menyediakan benih untuk ditabur. So, don’t worry.

No comments:

Post a Comment