15 Oktober 2013
Keuangan yang Merdeka.
1 Timotius 6:9-10, “Tetapi mereka yang
ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah
cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Prinsip apa yang harus
kita miliki agar kita memiliki keuangan yang merdeka? Setialah mengatur, jika
kita bisa mengatur uang maka uang akan menjadi perkara kecil atau hamba yang
melayani kita, tetapi jika kita diatur oleh uang maka uang menjadi berhala atau
tuan yang memperbudak kita! Apakah kita sudah mempraktekkan salah satu prinsip
ini? SETIA dalam mengatur??
Respon 1
Syalom. Amin… “Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah
kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan
Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak," tetapi sebaliknya di
dalam Dia hanya ada "ya".” (2 Kor 1:19). Terima kasih Ibu Siu,
selamat beraktivitas, TUHAN memberkati.
Respon 2
Selamat pagi… Menjaga nama baik dimulai dari sikap
kerendahan hati dan takut akan Tuhan, hidup jujur dan lurus, tidak menyimpang
ke kiri dan ke kanan (Johannes Sardjono). Amsal 22:4, “Ganjaran kerendahan hati
dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” Keberhasilan
yang paling hakiki dari sebuah kehidupan adalah kerendahan hati, sehebat dan
sesukses apapun tanpa kerendahan hati semuanya percuma! Tidak mudah menjadi
rendah hati, hanya takut dan gentar terhadap Tuhanlah yang dapat mengiring kita
menjadi manusia rendah hati. Belajarlah dari Tuhan dan jadilah manusia yang
rendah hati, maka kita akan berbahagia di bumi dan di surga. Matius 11:29, “Pikullah
kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah
hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Mazmur 8:4-9; Markus 5:11-20, cinta
Tuhan kepada kita jauh lebih besar daripada rasa sakit yang kita alami saat
ini. “Bapa, terima kasih karena Engkau menjadikan kami berharga di mataMu. Kini
hidup kami sepenuhnya milikMu. Mari bertakhtalah dalam hati kami. Dalam nama
Tuhan Yesus Kristus. Amin!” God bless you all.
No comments:
Post a Comment