KESAKSIAN DARI SARI (HK 15)
Awal saya mengenal Tuhan Yesus di tahun
2003. Saya diajak oleh teman untuk ke Gereja. Pada suatu ketika, ia berpesan
kepada saya untuk datang main ke rumahnya untuk melihat Natal. Tetapi, di saat
acara Natal mau mulai tiba-tiba mati
lampu dan saya melihat ada sinar di belakang pendeta yang khotbah. Melihat
sinar itu membuat saya tiba-tiba menangis.
Dan tibalah di tahun 2005, saya memutuskan
untuk dibaptis dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat saya. Pada saat
itu, saya menyembunyikan hal ini terhadap keluarga. Tidak lama sesudah itu,
rahasia itu terbongkar sehingga saya harus mengaku ke Papa saya bahwa benar
saya sudah masuk Kristen. Saat saya tiba di rumah, Papa saya ternyata sudah
siap dengan pisau yang besar di atas meja dan Papa saya bertanya, “Kenapa kamu
mau jadi orang Kristen dan siapa yang suruh kamu!?” Beliau bertanya hingga 2
kali, “Kamu pilih agama atau keluarga!?” Dengan hati yang tegar dan berani saya
jawab: pilih GEREJA. Papa mengusir saya keluar rumah tanpa membawa apa-apa. Dan
tiba saat kelulusan SMP, saya bertemu dengan teman saya yang menawari untuk
tinggal di tempatnya dan diberi pekerjaan. Dengan senang hati saya menerima,
saya bersyukur pada Tuhan Yesus.
Setelah 2 tahun saya tidak pulang ke
rumah, orang tua mulai mencari saya di tahun 2007. Mereka menyuruh saya pulang
dan berkata akan menerima posisi saya. Saya pikir mereka berubah tapi ternyata
tidak. Saya tidak diperbolehkan ke Gereja. Jadi terpaksa saya sembunyi-sembunyi
keluar rumah, tapi ternyata ketahuan juga. Saya berdoa kepada Tuhan, sedih
sekali rasanya. Puji Tuhan, Ia bukakan jalan. Tuhan sediakan pekerjaan untuk
saya. Karena saya hanya lulusan SMP, saya bisa kerja toko saja. Apapun itu,
saya bisa ke gereja, di mana di dekat toko itu ada gerejanya. Namun hal ini
menjadi persoalan yang sangat besar karena Papa saya tahu saya masih bergereja.
Papa saya emosi dan mengucapkan satu janji, dia bersumpah tidak mengakui saya
sebagai anaknya lagi.
Saya sangat sedih, Mama saya yang mendengarnya
pun menangis. Tapi saya mengambil langkah tetap di toko dan menjalani ibadah
seperti biasa. Saya berdoa kepada Tuhan, Tuhan ampuni saya, bukan berarti saya
tidak tunduk pada orang tua, tetapi saya tidak mau kehilangan Tuhan dalam hidup
saya. Tibalah di tahun 2008, saya mendengar Papa saya bangkrut usahanya. Tapi
di balik itu semua Tuhan punya rencana yang sangat indah dalam kehidupan saya.
Papa saya datang kepada saya dan minta maaf, ia menerima saya apa adanya. Puji
Tuhan!
Tapi belum berhenti di situ. Di tahun
2009, tepat hari Jumat pukul 9 pagi, saya bersama teman saya naik sepeda motor
ke bukit. Di sana saya bersenang-senang dengan teman-teman saya. Mereka
bertanya kepada saya, “kamu sekarang kok nggak ada waktu untuk teman?” Saya
bilang ke mereka tanpa sadar, “gimana ada waktu pelayanan terus bosan aku.”
Singkat cerita ketika mau pulang, teman saya mengendarai motor dalam kecepatan
tinggi dan kami kecelakaan. Pada saat kecelakaan saya berdoa: DALAM NAMA TUHAN
YESUS TOLONG SAYA TUHAN. Sepeda motornya hancur tapi saya selamat padahal
kepala saya ada di atas batu yang runcing! Saudara, jangan pernah kecewakan
Tuhan dalam hidup kita karena Tuhan tidak pernah mengecewakan kita.
Masalah tidak berhenti begitu aja dan
semakin ada, tapi TUHAN punya rencana yang INDAH.
Di tahun 2010 saya memutuskan untuk kerja
di Surabaya walaupun dengan lulusan rendah. Tapi puji Tuhan saya mendapatkan
pekerjaan sebagai pemegang pembukuan dan bagi saya itu adalah berkat yang luar
biasa dari Tuhan, karena saya lulusan yang nggak standard. Dalam waktu 1 bulan
saya naik jabatan menjadi administrasi. Lalu tepat di tahun 2011 saya mengenal
seseorang yang seiman dengan saya. Saya senang dan bahagia, setelah 4 bulan
kami jadian. Bahkan kita saling mengenalkan ke orang tua masing-masing dan
berencana untuk bertunangan.
Tapi ternyata saya dengar dia sudah punya
tunangan, namun saya tidak percaya begitu saja. Untuk membuktikan, tepat di
tahun 2012 awal kita punya rencana untuk menikah nggak usah tunangan. Seiring
berjalannya waktu, saya sering mendengar kabar dari teman-teman saya bahwa
pasangan saya akan menikah dengan orang lain. Saya tidak tinggal diam, saya
cari kebenarannya dan datang ke gereja lama saya. Di situ saya mencari waktu
yang tepat untuk bertanya pada Ibu Gembala. Ibu Gembala mengajak saya untuk
datang di pernikahan pacar saya dengan tunangannya. Saya syok dan sedih sekali
rasanya.
Di saat saya dipenuhi oleh kebencian
terhadap mantan saya, ada seorang sahabat saya yang menasihati saya, lewat
orang ini Tuhan mengetuk hati saya.
Bulan November 2012 saya pindah tempat
kerja oleh atasan saya dan Tuhan memberikan bonus bagi saya. Saya naik jabatan
sebagai accounting. Wah itu berkat yang luar biasa! Dan akhirnya tepat akhir November 2012 Tuhan membawa saya ke
dalam ALFA OMEGA CHURCH. Walaupun awalnya saya canggung karena belum terlalu
lama mengenal teman-teman satu dengan yang lain, tetapi yang membuat saya
pertama kali masuk gereja adalah saya merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa.
Apalagi saat penyembahan saya meneteskan AIR MATA pada Tuhan. Saya mohon ampun
atas kesalahan saya pada Tuhan karena dari kepahitan itu saya jauh dari Tuhan,
tapi Tuhan begitu besar kasihnya, Dia tidak pernah tinggalkan saya.
Pada saat tahun baru 2013, saya berdoa
kepada Tuhan supaya Ia menghilangkan akar kepahitan di hati saya, dan juga
perubahan-perubahan di keluarga, pekerjaan, pasangan hidup dan diri saya
semakin dipakai Tuhan lebih dari pemenang. Di saat itulah di pertengahan
Februari 2013 dibuka Kelas Victory Life. Saya ingin ikut karena saya ingin tahu
bagaimana menjadi hidup berkemenangan yang sesungguhnya. Dan woooww ternyata
sangat luar biasa, banyak orang-orang muda yang antusias dengan Tuhan di sana!
Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan
Yesus karena di Victory Life hidup saya semakin dipulihkan dan diubahkan. Dulu
saya gampang sakit hati, marah, namun semua akar kepahitan itu sudah hilang.
Setiap hari saya diingatkan dengan firmanNya, rajin berdoa, ingin dipakai Tuhan
lebih lagi. Saya berharap bisa mengikuti Victory Life angkatan berikutnya.
Saya merasa bangga punya Bapa YESUS yang
sangat besar kuasanya karena DIA-lah saya bisa menjadi orang yang kuat nggak
lemah seperti dahulu. Puji nama Tuhan, biarlah kesaksianku bisa menjadi berkat
untuk saudara-saudara semua. Tetap semangat!! (HK SO PASTI BERSAMA YESUS, YES
YES YESS)
No comments:
Post a Comment