Wednesday, 31 July 2013

KESAKSIAN DARI SARI (HK 15)



KESAKSIAN DARI SARI (HK 15)

      Awal saya mengenal Tuhan Yesus di tahun 2003. Saya diajak oleh teman untuk ke Gereja. Pada suatu ketika, ia berpesan kepada saya untuk datang main ke rumahnya untuk melihat Natal. Tetapi, di saat acara Natal mau mulai tiba-tiba  mati lampu dan saya melihat ada sinar di belakang pendeta yang khotbah. Melihat sinar itu membuat saya tiba-tiba menangis.
      Dan tibalah di tahun 2005, saya memutuskan untuk dibaptis dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat saya. Pada saat itu, saya menyembunyikan hal ini terhadap keluarga. Tidak lama sesudah itu, rahasia itu terbongkar sehingga saya harus mengaku ke Papa saya bahwa benar saya sudah masuk Kristen. Saat saya tiba di rumah, Papa saya ternyata sudah siap dengan pisau yang besar di atas meja dan Papa saya bertanya, “Kenapa kamu mau jadi orang Kristen dan siapa yang suruh kamu!?” Beliau bertanya hingga 2 kali, “Kamu pilih agama atau keluarga!?” Dengan hati yang tegar dan berani saya jawab: pilih GEREJA. Papa mengusir saya keluar rumah tanpa membawa apa-apa. Dan tiba saat kelulusan SMP, saya bertemu dengan teman saya yang menawari untuk tinggal di tempatnya dan diberi pekerjaan. Dengan senang hati saya menerima, saya bersyukur pada Tuhan Yesus.
      Setelah 2 tahun saya tidak pulang ke rumah, orang tua mulai mencari saya di tahun 2007. Mereka menyuruh saya pulang dan berkata akan menerima posisi saya. Saya pikir mereka berubah tapi ternyata tidak. Saya tidak diperbolehkan ke Gereja. Jadi terpaksa saya sembunyi-sembunyi keluar rumah, tapi ternyata ketahuan juga. Saya berdoa kepada Tuhan, sedih sekali rasanya. Puji Tuhan, Ia bukakan jalan. Tuhan sediakan pekerjaan untuk saya. Karena saya hanya lulusan SMP, saya bisa kerja toko saja. Apapun itu, saya bisa ke gereja, di mana di dekat toko itu ada gerejanya. Namun hal ini menjadi persoalan yang sangat besar karena Papa saya tahu saya masih bergereja. Papa saya emosi dan mengucapkan satu janji, dia bersumpah tidak mengakui saya sebagai anaknya lagi.
      Saya sangat sedih, Mama saya yang mendengarnya pun menangis. Tapi saya mengambil langkah tetap di toko dan menjalani ibadah seperti biasa. Saya berdoa kepada Tuhan, Tuhan ampuni saya, bukan berarti saya tidak tunduk pada orang tua, tetapi saya tidak mau kehilangan Tuhan dalam hidup saya. Tibalah di tahun 2008, saya mendengar Papa saya bangkrut usahanya. Tapi di balik itu semua Tuhan punya rencana yang sangat indah dalam kehidupan saya. Papa saya datang kepada saya dan minta maaf, ia menerima saya apa adanya. Puji Tuhan!
      Tapi belum berhenti di situ. Di tahun 2009, tepat hari Jumat pukul 9 pagi, saya bersama teman saya naik sepeda motor ke bukit. Di sana saya bersenang-senang dengan teman-teman saya. Mereka bertanya kepada saya, “kamu sekarang kok nggak ada waktu untuk teman?” Saya bilang ke mereka tanpa sadar, “gimana ada waktu pelayanan terus bosan aku.” Singkat cerita ketika mau pulang, teman saya mengendarai motor dalam kecepatan tinggi dan kami kecelakaan. Pada saat kecelakaan saya berdoa: DALAM NAMA TUHAN YESUS TOLONG SAYA TUHAN. Sepeda motornya hancur tapi saya selamat padahal kepala saya ada di atas batu yang runcing! Saudara, jangan pernah kecewakan Tuhan dalam hidup kita karena Tuhan tidak pernah mengecewakan kita.
      Masalah tidak berhenti begitu aja dan semakin ada, tapi TUHAN punya rencana yang INDAH.
      Di tahun 2010 saya memutuskan untuk kerja di Surabaya walaupun dengan lulusan rendah. Tapi puji Tuhan saya mendapatkan pekerjaan sebagai pemegang pembukuan dan bagi saya itu adalah berkat yang luar biasa dari Tuhan, karena saya lulusan yang nggak standard. Dalam waktu 1 bulan saya naik jabatan menjadi administrasi. Lalu tepat di tahun 2011 saya mengenal seseorang yang seiman dengan saya. Saya senang dan bahagia, setelah 4 bulan kami jadian. Bahkan kita saling mengenalkan ke orang tua masing-masing dan berencana untuk bertunangan.
      Tapi ternyata saya dengar dia sudah punya tunangan, namun saya tidak percaya begitu saja. Untuk membuktikan, tepat di tahun 2012 awal kita punya rencana untuk menikah nggak usah tunangan. Seiring berjalannya waktu, saya sering mendengar kabar dari teman-teman saya bahwa pasangan saya akan menikah dengan orang lain. Saya tidak tinggal diam, saya cari kebenarannya dan datang ke gereja lama saya. Di situ saya mencari waktu yang tepat untuk bertanya pada Ibu Gembala. Ibu Gembala mengajak saya untuk datang di pernikahan pacar saya dengan tunangannya. Saya syok dan sedih sekali rasanya.
      Di saat saya dipenuhi oleh kebencian terhadap mantan saya, ada seorang sahabat saya yang menasihati saya, lewat orang ini Tuhan mengetuk hati saya.
      Bulan November 2012 saya pindah tempat kerja oleh atasan saya dan Tuhan memberikan bonus bagi saya. Saya naik jabatan sebagai accounting. Wah itu berkat yang luar biasa!      Dan akhirnya tepat akhir November 2012 Tuhan membawa saya ke dalam ALFA OMEGA CHURCH. Walaupun awalnya saya canggung karena belum terlalu lama mengenal teman-teman satu dengan yang lain, tetapi yang membuat saya pertama kali masuk gereja adalah saya merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa. Apalagi saat penyembahan saya meneteskan AIR MATA pada Tuhan. Saya mohon ampun atas kesalahan saya pada Tuhan karena dari kepahitan itu saya jauh dari Tuhan, tapi Tuhan begitu besar kasihnya, Dia tidak pernah tinggalkan saya.
      Pada saat tahun baru 2013, saya berdoa kepada Tuhan supaya Ia menghilangkan akar kepahitan di hati saya, dan juga perubahan-perubahan di keluarga, pekerjaan, pasangan hidup dan diri saya semakin dipakai Tuhan lebih dari pemenang. Di saat itulah di pertengahan Februari 2013 dibuka Kelas Victory Life. Saya ingin ikut karena saya ingin tahu bagaimana menjadi hidup berkemenangan yang sesungguhnya. Dan woooww ternyata sangat luar biasa, banyak orang-orang muda yang antusias dengan Tuhan di sana!
      Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus karena di Victory Life hidup saya semakin dipulihkan dan diubahkan. Dulu saya gampang sakit hati, marah, namun semua akar kepahitan itu sudah hilang. Setiap hari saya diingatkan dengan firmanNya, rajin berdoa, ingin dipakai Tuhan lebih lagi. Saya berharap bisa mengikuti Victory Life angkatan berikutnya.
      Saya merasa bangga punya Bapa YESUS yang sangat besar kuasanya karena DIA-lah saya bisa menjadi orang yang kuat nggak lemah seperti dahulu. Puji nama Tuhan, biarlah kesaksianku bisa menjadi berkat untuk saudara-saudara semua. Tetap semangat!! (HK SO PASTI BERSAMA YESUS, YES YES YESS)

No comments:

Post a Comment