Wednesday, 31 July 2013

Hati yang Mendua



Hati yang Mendua
Renungan Harian Memperbaharui Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)

“Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”
--1 Samuel 15:22--

Yesus berkata, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya…” (15:2). Saul adalah ranting yang tidak berbuah. Meskipun tersambung pada pokok anggur, tidak ada kehidupan Allah yang mengalir lewat nadinya. Bahkan, Allah harus mengambil kekuasaannya.  Apa masalah Saul?
Pertama, Saul mempunyai hati yang mendua. Tingkah lakunya sangat tidak konsisten. Satu hari, dia begitu berhasrat akan Tuhan. Di lain hari, dia hidup seperti seorang penyembah berhala tanpa pengetahuan akan Allah. Satu hari, dia bernubuat di bawah urapan Roh Kudus. Hari lainnya, dia bergerak karena pengaruh roh jahat. Hidupnya merupakan campuran yang buruk. Seorang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yak. 1:8). Baiklah kita berdoa seperti Daud: “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.” (Mzm. 86:11).
Kedua, Saul adalah seorang yang taat setengah-setengah. Peraturan pertama untuk berotoritas atas orang lain adalah berada di bawah otoritas itu sendiri. Saul merampas kuasa imam Samuel dengan mempersembahkan korban yang tidak sah di atas altar (1 Sam. 13:8-13). Dia tidak menaati Firman Allah dan melangkahi batasnya dalam bait penyembahan. Ketika Allah memerintahkan Saul untuk membunuh semua orang Amalek dan semua ternaknya, dia tidak menaatinya dan meninggalkan Raja Agag serta ternak-ternaknya (15:9, 19-20). Masalah Saul yang fatal adalah dia selalu menaati perintah setengah-setengah, tidak pernah sepenuhnya. Ketaatan setengah-tengah adalah pemberontakan. Ketaatan setengah-tengah akan membawa pada tipu muslihat. Bahkan, tipu muslihat Saul membawa dia pada sihir dan okultisme.
Ketiga, Saul mempunyai emosi kekanak-kanakan. Dia tidak punya kendali atas perasaan dan kemarahannya. Sewaktu-waktu dia dapat marah terhadap pasukannya dan bahkan Yonatan anaknya. Dia cemburu terhadap Daud. Bagi kita, Saul adalah gambaran orang percaya yang penuh kedagingan yang menolak ketuhanan  Kristus.
Allah mencari ketaatan sepenuhnya dalan hidup Anda. Allah tidak ingin Anda membawa persembahan basa basi dengan setengah hati setuju pada Firman-Nya dan tidak sepenuhnya menaati apa yang Dia katakan pada Anda. Allah menghendaki Anda untuk berjalan benar dan sepenuh hati bersama-Nya. Dia tidak ingin Anda menipu diri sendiri dengan berpikir karena anda pernah mengundang Dia ke dalam hidup Anda, sekarang Anda dapat hidup penuh kedagingan dan masih mewarisi kerajaan Allah. Allah ingin mengambil sikap Saul dari diri anda, dan menggantikannya dengan sikap Daud. Akankah anda mengizinkan-Nya?

No comments:

Post a Comment