Hati yang Mendua
Renungan Harian Memperbaharui
Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)
“Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu
berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada
mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada
korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba
jantan.”
--1 Samuel 15:22--
Yesus
berkata, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya…” (15:2).
Saul adalah ranting yang tidak berbuah. Meskipun tersambung pada pokok anggur,
tidak ada kehidupan Allah yang mengalir lewat nadinya. Bahkan, Allah harus
mengambil kekuasaannya. Apa masalah
Saul?
Pertama,
Saul mempunyai hati yang mendua. Tingkah
lakunya sangat tidak konsisten. Satu hari, dia begitu berhasrat akan Tuhan. Di
lain hari, dia hidup seperti seorang penyembah berhala tanpa pengetahuan akan
Allah. Satu hari, dia bernubuat di bawah urapan Roh Kudus. Hari lainnya, dia
bergerak karena pengaruh roh jahat. Hidupnya merupakan campuran yang buruk.
Seorang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yak. 1:8). Baiklah
kita berdoa seperti Daud: “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku
hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah
hatiku untuk takut akan nama-Mu.” (Mzm. 86:11).
Kedua,
Saul adalah seorang yang taat setengah-setengah. Peraturan pertama
untuk berotoritas atas orang lain adalah berada di bawah otoritas itu sendiri.
Saul merampas kuasa imam Samuel dengan mempersembahkan korban yang tidak sah di
atas altar (1 Sam. 13:8-13). Dia tidak menaati Firman Allah dan melangkahi
batasnya dalam bait penyembahan. Ketika Allah memerintahkan Saul untuk membunuh
semua orang Amalek dan semua ternaknya, dia tidak menaatinya
dan meninggalkan Raja Agag serta ternak-ternaknya (15:9, 19-20). Masalah Saul
yang fatal adalah dia selalu menaati perintah setengah-setengah, tidak pernah
sepenuhnya. Ketaatan setengah-tengah adalah pemberontakan. Ketaatan
setengah-tengah akan membawa pada tipu muslihat. Bahkan, tipu muslihat Saul
membawa dia pada sihir dan okultisme.
Ketiga,
Saul mempunyai emosi kekanak-kanakan. Dia
tidak punya kendali atas perasaan dan kemarahannya. Sewaktu-waktu dia dapat marah
terhadap pasukannya dan bahkan Yonatan anaknya. Dia cemburu terhadap Daud. Bagi
kita, Saul adalah gambaran orang percaya yang penuh kedagingan yang menolak
ketuhanan Kristus.
Allah
mencari ketaatan sepenuhnya dalan
hidup Anda. Allah tidak ingin Anda membawa persembahan basa basi dengan
setengah hati setuju pada Firman-Nya dan tidak sepenuhnya menaati apa yang Dia
katakan pada Anda. Allah menghendaki Anda untuk berjalan benar dan sepenuh hati
bersama-Nya. Dia tidak ingin Anda menipu diri sendiri dengan berpikir karena
anda pernah mengundang Dia ke dalam hidup Anda, sekarang Anda dapat hidup penuh
kedagingan dan masih mewarisi kerajaan Allah. Allah ingin mengambil sikap Saul
dari diri anda, dan menggantikannya dengan sikap Daud. Akankah anda
mengizinkan-Nya?
No comments:
Post a Comment