Tuesday, 30 July 2013

30 Juli 2013



30 Juli 2013
Mukjizat Tuhan. Yohanes 5:6-9, “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: Maukah engkau sembuh? Jawab orang sakit itu kepada-Nya: Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku. Kata Yesus kepadanya: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah. Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.” Sudah saatnya kita bangkit dan membuang segala keputusasaan dan bawalah kaki kita melangkah ke dalam baitNya. Semakin dalam KERINDUAN kita akan MUKJIZATNya, semakin SUNGGUH kita harus BERDOA melalui DOA-lah kita sedang membangun IMAN kita dan membuatnya berjalan dalam KUASA Tuhan, dengan demikian MUKJIZAT adalah bagian TERINDAH yang Tuhan sediakan bagi kita! Amin. DOA bukan sekedar menambah keROHANIan kita, tetapi sebagai PINTU MUKJIZAT TUHAN di dalam hidup kita.

Respon 1
“Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” (Markus 4:39). Berhentilah mengeluh tentang keadaan sekitar mu. Tetap fokus kepada Tuhan yang sanggup mengatur keadaan sekitar mu

Respon 2
MORNING… SEBUAH MASAKAN menjadi SEDAP karena DIMASUKKAN bumbu-bumbu yang “dipilih” olrh KOKI yang memasaknya. Begitupun, SEBUAH KEHIDUPAN menjadi indah karena MASUKNYA ORANG-ORANG yang Tuhan “ijinkan” dalam kehidupan seseorang. Ada yang MASUK seperti KUNYIT, walau penampilannya jelek, tapi sanggup memberi “WARNA INDAH” yang sulit dilupakan. Ada yang MASUK seperti BAWANG MERAH yang semakin lama bersamanya, semakin banyak “AIRMATA” yang tertumpah. Ada yang MASUK, seperti CABE yang “menipu” dengan warnanya yang menarik tapi membuat “KERINGAT” bercucuran. JAGALAH dan JANGAN SIA-SIAKAN. Mereka yang MASUK member KEBAIKAN dalam hidup kita. Serta, SYUKURILAH dan JANGAN MEMBENCI. Mereka yang MASUK “menyakiti” hidup kita, karena, merekapun juga “berperan” menyedapkan pribadi kita. SEMUANYA ITU Tuhan ijinkan “MASUK”, untuk MERUBAH, segala yang “tidak baik” yang ada di dalam pribadi kita MENJADI BAIK.

Respon 3
Gembala yang baik selalu tahu akan domba-dombanya yang baik. Jadilah gembala yang bijak, meski tak mudah.

Respon 4
"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini." (Matius 12:43-45). Mungkin kita sudah “bertobat”. Sudah tidak berbuat jahat lagi. Hidup pun mulai teratur. Tertata rapi. Namun. Siapakah yang mengisi hati ini? Siapakah yang pimpin hari-hari ini? Siapakah yang memimpin hidup ini? Adakah kita ijinkan Tuhan. Untuk menempatinya. Atau. Tetap kita biarkan kosong. Dan hanya kita sendiri yang mengatur hidup kita? Akankah kita biarkan. Dia yang lebih jahat. Kembali menguasai hidup kita? Tuhan Yesus memberkati.

Respon 5
Mengapa seorang Wanita dapat disembuhkan oleh TUHAN YESUS dari sakit pendarahan yang telah dideritanya selama 12 tahun hanya dengan menjamah jubah TUHAN YESUS? Karena ia memiliki “Target” untuk kesembuhannya. Apakah kita memiliki target untuk Iman kita? Ataukah untuk hal-hal jasmani saja kita memiliki target-target yang wouw dan berusaha untuk mencapainya? Seberapa besar Target Kehidupan Rohani kita menunjukkan seberapa Besar IMAN kita. Markus 5:21-43. GBU.

Respon 6
Ya amin! “Saya merasakan” 1Korintus 12:12-27 jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita (1Korintus 12:26). Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa semua orang percaya yang berada di dalam Kristus adalah bagian dari “satu tubuh” (1Korintus 12:13). Dan jika satu bagian tubuh merasakan penderitaan, maka “semua anggota turut menderita” (ayat 26). Apakah anda berduka ketika seorang saudara seiman mengalami masalah? Apakah anda terusik ketika seorang percaya terjerumus ke dalam dosa dan mengalami hukuman dari tangan Allah? Marilah kita menjadi orang yang dapat berbagi duka dengan sesama dan bersimpati dengan mereka. Amin. Jbu.

Respon 7
Oke besok kalo Irene pergi aku pasti datang. Makasih juga Cik tiap pagi dengan setia karena renungan, renungan yang sangat memberkati aku.

Respon 8
TUHAN ajari aku agar tidak jadikan “TUHAN” seperti obat yang hanya digunakan saat aku sakit. Jadi agar TIDAK jadikan “TUHAN” seperti segelas air yang dicari saat aku haus. Tapi biarlah aku jadikan “TUHAN” seperti oksigen yang setiap saat & setiap keadaan aku perlukan. Selamat pagi. Tuhan memberkati.

No comments:

Post a Comment