31 Juli
SUARA ILAHI (Ulangan 4:33-36). “Dari
langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi
Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya
kaudengar dari tengah-tengah api.” (Ulangan 4:36). Bagaimana kita dapat
memiliki hati yang peka akan suaraa tuntutan Tuahn di dala hidup kita?? Baca
Mazmur 130:5-6. Kita harus melatih diri kita untuk Belajar menantikan DIA
dengan Kesabaran & Pengharapan yang penuh di dalam DOA. Kita tidak akan
mendapatkan Kepekaan hati hanya dengan
doa yang tersendat-sendat, melainkan melalui DOA yang TEKUN. Mencari Wajah-Nya.
Kita harus menjadikan DOA sebagai Waktu untuk Bertemu & Bercakap-cakap
dengan Tuhan, & bukan juga DOA Darurat yang hanya dipanjatkan ketika
dalam situasi sulit. Melainkan DOA yang menjadi Nafas HIDUP kita. Karena
“kepekaan hati” hanya dapat lahir dari kehidupan DOA yang KONSISTEN! Ada banyak
yang dapat dikerjakan oleh DOA di dalam hidup kita, lebih dari yang kit
fikirkan. Amin jadikan DOA jembatan Pertemuan
dengan Tuhan untuk Mendengar SUARA-Nya & menjadi Tali Ukur kedekatan
kita.
Respon 1
Siapakah di antara kamu yang
karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi,
jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu
kuatir akan hal-hal lain? (Lukas 12:25-26). Berhentilah!!! Jangan buang-buang
waktu untuk meladeni rasa kuatir mu. Mulai lah ambil waktu untuk berdoa,
percaya kepada Tuhan & ijin kan Tuhan ambil kendali.
Respon 2
Yes, keep pray, keep on fire. Tq.
Gbu.
Respon 3
Syalom. “Terlalu sedikit bagimu
hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk
mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan
membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari
pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Selamat berkarya TUHAN memberkati Ibu Siu &
keluarga.
No comments:
Post a Comment