04 Juli 2013
Jangan Berkompromi Dengan Kejahatan. 2 Taw 18:1-34. 2 Taw 20:35-37,
“Kemudian Yosafat, raja Yehuda, bersekutu
dengan Ahazia, raja Israel, yang fasik perbuatannya. Ia bersekutu dengan Ahazia
untuk membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Kapal-kapal itu dibuat
mereka di Ezion-Geber. Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap
Yosafat, katanya: Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan
merobohkan pekerjaanmu. Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke
Tarsis.” Roma 16:17, “Tetapi aku
menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang
bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan
dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” Tuhan melarang kita berkompromi
dengan orang berdosa, sebab kita umat pilihanNya, yang dikuduskanNya bagi
diriNya sendiri, Tuhan tidak melarang kita bergaul dengan orang-orang yang
tidak percaya kepadaNya, tetapi DIA melarang kita untuk ambil bagian dalam
kejahatan mereka, amin. “Jadilah anak-anak Tuhan yang tidak tinggal dalam dosa
terus-menerus tetapi bangkit dari cara hidup yang lama dan dikuduskan dengan
Firman setiap hari, bagi kemuliaan namaNya!”
Respon 1
Kamis, 4 Juli 2013. Bacaan:
Yohanes 3:22-36. Setahun: Mazmur 52-59. Nats: Ia harus makin besar, tetapi aku
harus makin kecil (Yohanes 3:30). KEBESARAN HATI. Charles Dickens pernah
memberikan pernyataan tentang siapakah sebenarnya orang yang disebut terbesar
itu. Ia berkata, “Ada orang besar yang menjadi besar dengan cara mengecilkan
dan merendahkan orang lain. Tetapi, seorang besar sejati adalah seorang yang
mampu membuat setiap orang merasa dirinya besar.” Hampir setiap orang ingin
menjadi nomor satu dan terkemuka. Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati
untuk menjadi orang nomor dua. Namun, Yohanes Pembaptis memahami benar arti
sebuah kebesaran sejati. Di saat begitu banyak orang mulai ribut dan
membanding-bandingkannya dengan Yesus, Yohanes Pembaptis justru menunjukkan
kebesaran hatinya. Pernyataannya bahwa Yesus harus makin besar, tetapi ia harus
makin kecil menunjukkan betapa ia tidak berusaha membesarkan dirinya sendiri.
Ia tahu panggilan Tuhan baginya sebagai pembuka jalan bagi Mesias yang akan
datang (ay. 28). Tujuan hidupnya adalah mengarahkan hati orang-orang kepada
Yesus, Sang Mesias, dan bukan kepada dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita?
Bagaimana reaksi kita ketika di hadapan kita berdiri orang-orang yang siap
menggantikan posisi kita? Apa reaksi kita ketika banyak orang mulai
membanding-bandingkan kemampuan kita dengan orang lain? Apakah kita mulai
terganggu? Seorang besar sejati tentu tidak akan terganggu dengan semua itu. Sebaliknya,
ia akan menunjukkan kebesaran hatinya untuk membuat orang lain merasa dirinya
besar. Ia akan memberi dukungan dan turut senang dengan keberhasilan orang
lain. –Samuel Yudi Susanto-. SEORANG YANG MEMILIKI KEBESARAN HATI AKAN TERBEBAS
DARI GODAAN UNTUK BERSAING.
Respon 2
Sesungguhnya, Allah adalah
penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Biarlah kejahatan itu berbalik kepada
seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu! Dengan rela hati aku
akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.
Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku.
(Mazmur 54:6-9). Tuhanlah penolong kita dalam kesesakan!
Respon 3
Kita semua umat pilihan TUHAN,
telah diberi kesempatan untuk mengenal TUHAN dengan “Intim”, hanya diperlukan
“Niat” untuk mengenal TUHAN dengan benar dan menyeluruh. Sudahkah jiwa kita
merasa “Haus” akan TUHAN, tubuh kita “Rindu” akan TUHAN, seperti tanah yang
kering dan tandus, tiada berair? Jika kita mencari TUHAN hanya karena kita membutuhkan
berkat-berkatNYA atau belum percaya 100% akan kasih setia TUHAN yang melebihi
hidup ini maka kita masih belum mengenal siapakah TUHAN kita (Maz 63:1-5). Mendekatlah
kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. (Yak 4:8).
Respon 4
Tuhan menjadikan IBU jari: tanda
BANGGA. Telunjuk: PENUNJUK ARAH. Jari Tengah: PENENGAH. Jari Manis: tanda CINTA
& SETIA. Kelingking: tanda DAMAI. 12 Rasul masing-masing berbeda dan punya
tugas yang berbeda tapi saling melengkapi. Mereka BISA hidup bersatu karena
cinta kepada Yesus dan sesama, kesamaan tujuan dalam misi Yesus dan rela
dibimbing oleh Roh Kudus. Masing-masing sudah mati terhadap egoisme (Mat
10:1-7). Selamat pagi, GBU.
Respon 5
RENUNGAN PAGI. Kamis, 04 Juli
2013. “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang
menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka,
tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” (1 Petrus 2:16) Adakah firman Tuhan hanya
untuk hubungan manusia dengan Allah? Bagaimana di tempat kerja kita? Bagaimana
di rumah kita? Dalam keluarga, di tengah masyarakat? Adakah kita hidup sebagai
orang merdeka? Atau menyalahgunakan kemerdekaan kita? Menyalahgunakan kekuasan
kita? Menyalahgunakan jabatan kita? Menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan
pada kita? Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment