28 Juli 2013
Mengalahkan Rasa Takut. Mazmur 23:4, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”
Tidak usah berpikir terlalu banyak tentang apa yang akan terjadi. IA tidak akan
pernah membiarkan kita jatuh, pertolonganNYA selalu ada, sepanjang masa.
Ketakutan hanya akan mendatangkan kesakitan. Sedangkan KEPERCAYAAN mendatangkan KEKUATAN
(baca dan ucapkan Mazmur 23 itu sebagai kata-kata Prophetic buat diri kita
masing-masing, jadikan Rhema dalam hidup kita, niscaya semuanya akan
digenapiNya bagi kita yang PERCAYA). Amin.
Respon 1
Memegang teguh kebenaran. Orang
yang menerima perkataan Tuhan dan menghidupinya adalah orang yang memegang
teguh kebenaran. Matius 16:18. Gereja yang dibangun Yesus di atas batu karang,
karena karakteristiknya, ia kokoh tak terombang-ambing, tajam. Seperti itulah
kita harus hidup sebagai gereja.
Respon 2
Syalom, amin. “Satu hal telah
kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Maz 27:4). Terima kasih
Ibu, met beribadah, TUHAN memberkati Ibu dan keluarga.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Minggu, 28 Juli
2013. Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: Engkau mendatangi aku
dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama
TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. (1 Sam
1:45). Mungkin kita pun sering melakukannya. Saat masalah datang, saat
persoalan datang, kita menghadapinya dengan nama Tuhan, dalam nama Yesus.
Namun, apakah maknanya bagi kita? Jangan-jangan hanya seperti sepenggal mantra,
asal mengucap “Dalam nama Yesus” dan kita merasa beres. Adakah kita masih
mengingat bahwa di dalamnya ada keintiman dengan Tuhan? Bahwa di dalamnya ada
kesediaan mendengar tuntunanNya? Bahwa di dalamnya ada kerelaan untuk melakukan
kehendakNya? Mazmur 23:4 ketakutan mendatangkan kesakitan, sedangkan
kepercayaan diri mendatangkan kekuatan. “Bapa, ampuni kami bila kehadiran masalah
sering membuat kami sulit melihat pertolonganMu. Ajar kami percaya bahwa
bersamaMu, semua akan baik-baik saja. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin!”
Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
ORANG BENAR vs ORANG YANG MERASA
BENAR. Orang benar tidak akan berpikrian bahwa ia yang paling benar. Orang yang
merasa benar akan menyadari kesalahannya. Orang yang merasa benar tidak akan
pernah mengaku salah. Orang benar setiap saat akan berintropeksi diri dan
merendahkan hati. Orang yang merasa benar tidak perlu berintropeksi karena
sudah merasa benar, maka selalu tinggi hati. Orang benar memiliki kelembutan
hati, maka ia akan dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja,
termasuk dari seorang anak kecil sekalipun. Orang yang merasa benar, hatinya
lebih keras daripada batu. Karena itu tak ada masukan dan kritikan yang
berkenan di hatinya. Orang benar selalu menjaga perilakunya dengan benar.
Berkata-kata penuh dengan kehati-hatian dan selalu berpikir benar. Orang merasa
benar, bisa berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya tanpa
mempedulikan orang lain. Pada akhirnya, orang benar akan dihormati, dicintai
dan disegani oleh hampir semua orang. Namun orang yang hidupnya selalu merasa
benar hanya akan disanjung oleh orang-orang yang berpikiran sempit yang sepemikiran
dengannya dan orang-orang yang ingin memanfaatkan dirinya. Termasuk tipe
manakah kita? Apakah kita ini orang benar atau orang yang merasa benar? Mari
sama-sama bercermin, dan berusaha berjalan ke arah yang benar. Tidak perlu
mengarahkan telunjuk kepada orang lain, tidak perlu malu mengaki, tak usah
sembunyi, heningkan hati, biarkan nurani yang mengoreksi. Tidak ada manusia
yang sempurna, tapi kita punya Tuhan yang benar, biarlah jalan-jalanNya selalu
ada di sepanjang hidup kita, supaya kita dibenarkan olehNya. Karena dengan
hidup benar maka cahaya kemuliaan Tuhan akan memancar dari hatimu dan dari
situlah kehidupan akan mengalir seperti gelombang yang tak terhentikan. Happy
Sunday & GBU.
No comments:
Post a Comment