Sunday, 7 July 2013

7 Juli 2013



07 Juli 2013
Antusias Akan Allah. Perintah Terutama yang Pertama disampaikan oleh Yesus dalam Matius 22:37 adalah: “Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Apakah dalam Perintah Terutama yang Pertama ini kita memiliki antusias akan Allah? Yang kita sadari sepenuhnya lahir karena Roh Allah yang ada di dalam kita” dan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang percaya? Setiap orang percaya diperintahkan antusias dalam kehidupan dasar kekristenannya, mengasihi Allah dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari! Contoh: Kehidupan Rasul Paulus. Kolose 3:1-3, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Kolose 3:16-17, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Dalam pertobatannya, Paulus memiliki antusias untuk MELAKUKAN apa yang menjadi Kehendak Allah! Antusias Paulus adalah semangat untuk giat bekerja bagi Allah dengan terus hidup dalam Kristus dan meluaskan KerajaanNya! Amin. Adakah kita orang percaya yang mengasihi Tuhan dengan antusias??

Respon 1
Shalom, amin… “Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.” (Mazmur 119:98-99). Terima kasih, firman Tuhan untuk saya di hari ini, met malam n met beristirahat TUHAN memberkati.

Respon 2
Daud tidak tersinggung ketika dosanya dibongkar nabi Natan, sebaliknya dengan hati yang hancur ia mengakui dosa-dosanya di hadapan TUHAN. Terkadang TUHAN memakai orang lain untuk menegur dan membongkar dosa-dosa kita, sebab dengan begitu kita akan mendapat pemulihan dan pengampunan dari TUHAN. Kita bukan manusia sempurna yang tidak dapat berbuat dosa, tetapi sudahkah kita memiliki Kedewasaan Rohani yaitu dengan hati besar, berani jujur dan terbuka mengakui setiap kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa yang telah kita perbuat di hadapan TUHAN dan manusia. 2 Sam 12:1-14. Selamat beribadah. TUHAN memberkati.

Respon 3
Shalom. Amin… Biarlah kekuatan SIMSON, kebijaksanaan SALOMO, Kesabaran AYUB, Iman ABRAHAM, inspirasi DANIEL, ketulusan ESTER, keberanian DAUD, kesalehan HENOK, kelembutan MUSA, ketaatan YOSUA, kesetiaan RUTH, dan sukacita HABAKUK. Akan menjadi bagian dalam kehidupan kita di setiap waktu! Selamat beribadah TUHAN YESUS memberkati.

No comments:

Post a Comment