Monday, 1 July 2013

1 Juli 2013



01 Juli 2013
“Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (Amsal 16:3; 2 Tawarikh 17:1-2; 12-19). Anak-anak Tuhan harus bijaksana menghadapi masa depan dengan cara membuat Perencanaan dan Melibatkan Tuhan dalam Perencanaan tersebut, sehingga kita bisa mengalami kemenagan di dalam hidup kita! Adakah kita orang bijaksana yang melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan kita?

Respon 1
Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu. Di sanalah aku memelihara engkau  —  sebab kelaparan ini masih ada lima tahun lagi  —  supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua orang yang ikut serta dengan engkau. (Kejadian 45:10-11). Gosyen artinya akan dekat, dekat dengan siapa? Tentunya dekat dengan Tuhan kita Yesus! Selama kita dekat dengan Yesus, kita tidak perlu takut akan krisis dalam apapun juga karena Firman berkata: “Tuhan akan pelihara hidup kita”. Be blessed!

Respon 2
Syalom. Amin.. Kemenangan terbaik bukan hanya ditentukan kekuatan kita, tetapi strategi yang diterapkan (Amsal 15:22). Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak. Makasi untuk firman buat saya, met beraktivitas Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Respon 3
RENUNGAN PAGI. Senin, 01 Juli 2013. “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” (Filipi 3:13b). Kenangan, sulit untuk dilupakan. Apakah itu manis, apakah itu pahit. Kenangan pahit, membuat kita takut melangkah. Kenangan manis, membuat kita enggan melangkah. Namun, Tuhan mengingatkan kita agar kita mengarahkan pandangan kita pada apa yang di hadapan kita. Peristiwa yang lalu jangan sampai mengganggu langkah kita ke depan bersama Tuhan. Kita pandang masa depan dengan penuh keberanian.

Respon 4
Ya amin! “Bagaimana kita membawa iman ke dalam dunia.” Lukas 18:8. Kita harus buang seluruh kepentingan kita, firman Tuhan itu harus betul-betul menjadi angin. Lukas 18:6-7. Apakah yang memperbanyak uang dan jadi kaya itu orang beriman? Bagaimana setan tidak punya iman tapi kaya. Sudahkah saudara mengevaluasi imanmu? Orang yang beriman itu orang yang tetap teguh dan setia, setia dan tegas kepada kebenaran. Dalam kitab: Yudas 1:3-7, amin! Mari kita selalu mengevaluasi iman kita, karena waktunya sudah dekat. Lawatan Tuhan setiap waktu dalam hidup kita yang seperti uap yang berlalu begitu cepat. Selamat bertugas, berkarya dalam firmanNya, JBU.

No comments:

Post a Comment