21 Juli 2013
Ability = Kemampuan. “Dan
telah Kupenuhi dia dengan Roh Allahm dengan KEAHLIAN dan PENGERTIAN dan
PENGETAHUAN dalam SEGALA macam pekerjaan.” (Keluaran 31:3). Setiap manusia
ciptaan Tuhan diciptakan dan terlahir dengan KEMAMPUAN untuk menjadi AHLI atas
sesuatu, Tuhan tidak menciptakan kita tanpa TALENTA/KARUNIA, minimal 1 TALENTA, ketika TALENTA itu DILATIH maka
akan menjadi suatu KEAHLIAN!
Sudahkah kita MENGASAH KEAHLIAN kita
semakin “tajam”? PERGUNAKAN dan MAKSIMALKAN apa yang sudah Tuhan berikan
sehingga itu semua bermanfaat bagi sesama.
Respon 1
Syalom. Terima kasih Tuhan untuk
setiap nada yang telah TUHAN tempatkan di dalam kehidupan hambaMU. Mazmur
150:6. Biarlah semua yang bernafas memuji TUHAN! Halleluya! Met beribadah TUHAN
memberkati Ibu Siu Siang n keluarga.
Respon 2
Ya amin! Dan kami harus bersyukur
Dia mau memberikan mata seperti mataNya untuk melihat sekeliling kita, Dia
berikan tangan seperti tanganNya tuk melakukan karyaMu. Dia berikan kakiNya
untuk melangkah dalam rencanaNya. Dia berikan kita hati seperti hatiNya tuk
melakukan firmanNya dan akan kuberkata kepada Tuhan “tempat perlindunganku dan
kubu pertahananku. Allahku yang kupercayai.” (Mazmur 91:2). Amin! Selamat
melayani dan selamat berhari minggu bersama keluarga, Jbu.
Respon 3
Terima kasih Ibu, untuk firman
yang sangat menyentuh. Tuhan memberkati.
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Minggu, 21 Juli
2013. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan
kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan
yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkhotbah 3:11). Betapa sering
firman hanya menjadi sekedar kata-kata indah, sekedar hafalan? Siapa sih yang
tidak mengenal firman di atas? Ya, “Ia membuat segala sesuatu indah pada
waktunya.” Namun ketidakpercayaan kita, ketidaksabaran kita, keragua-raguan
kita sering membuat kita lari lepas dari rencanaNya. Di manakah kepercayaan
itu? Adakah firman di atas hanya menjadi sekedar kata-kata indah? Adakah
renungan ini hanya sekedar sebuah renungan? Atau kita mulai “percaya” kita
mulai mengerti tak pernah lepas kita dari pelukan kasih Tuhan? Dan pelukan itu
pun tetap ada. Juga saat ini dalam pergumulan yang sedang kita alami, Ia
membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Satu pertanyaan buat kita adakah
kita ijinkan Dia menyelesaikan bagianNya? Roma 12:2. Bila kita menginginkan
sesuatu yang baik, maka hal itu harus dimulai dari diri kita dahulu. “Tuhan,
kami tahu bahwa banyak kekurangan dalam diri kami. Kami mohon bentuklah kami
agar menjadi pribadi yang berkelas. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.
Amin!” Tuhan Yesus memberkati.
Respon 5
Thx Tante, yang tak pernah lelah
kirim renungan. God bless Tante.
Respon 6
Firman Tuhan pagi ini di AOC
sangat bagus, coba ikuti. Kalau yang belum sempat datang pagi, silahkan sore
ini, ending-nya betul-betul membuat kita tidak punya pilihan lain selain
“memberikan nilai yang tinggi untuk Ker. Sorga otomatis waktu kita jangan
disia-siakan supaya nggak disebut BODOH.” Priority, Elijah Soetopo. 3 realita
tentang waktu: 1. Kita menumpuk atau membangun hal penting. Kalau kita
investasi sedikit waktu kita dalam jangka waktu yang panjang maka hasil yang
diperoleh akan optimal. Contoh: beri 30 menit untuk berolah raga maka ini akan
membuat tubuh lebih sehat, otomatis kualitas hidup akan baik. Mengapa hal ini
sering kita abaikan: tidak ada keuntungan langsung, sehingga kita tidak
mendapat nilai akibatnya jika diabaikan, tidak ada konsekuensi atau akibat
langsung. 2. Mengabaikan atau melalaikan juga akan menumpuk. Mengabaikan
menabung, saat perlu tidak ada, mengabaikan belajar rutin akibatnya bahan
menumpuk, mengabaikan baca alkitab kita tidak berakar dalam Tuhan. Sehingga
mudah tercabut. The sacrifice you make the price you pay today. It’s far
smaller than the price you will pay later. 3. Kita tidak membangun /
menumpukkan sesuatu yang berharga saat kita gantikan yang penting dengan yang
tidak penting. Saat kita sadar waktu berjalan, terkejutlah kita karena kita
jauh tertinggal dibandingkan orang yang lain. Seandainya kita tahu kalau waktu
kita hidup tinggal beberapa hari atau minggu? Tentu kita akan berpikir untuk
mengoptimalkan waktu dengan efektif. Coba baca dalam Efesus 5:15 Karena itu,
perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang
bebal, tetapi seperti orang arif (bijaksana). 16: pergunakanlah waktu yang ada
(redeeming), karena hari-hari ini adalah jahat. Redeeming maksudnya gunakan
waktumu untuk ditukar dengan sesuatu yang nilainya sama. Siapa yang percaya
bahwa kerajaan sorga mempunyai nilai yang tinggi sehingga kita akan menukarnya
tunai dengan waktu kita, karena kerajaan sorga mempunyai nilai yang tinggi maka
kita akan memberikan waktu dan priority dalam kehidupan kita. 17: Sebab itu
janganlah kamu bodoh, tetapi
usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Bodoh, kalau kita sudah tau
investasi waktu itu penting tetapi tidak dilakukan. Aplikasi: 1) Area mana yang
mulai perlu kita beri prioritas? Pekerjaan? Keluarga? 2) Apa halangan terbesar
kita? Disiplin? Penguasaan diri? 3) Apa yang akan kita lakukan, iman tanpa
perbuatan adalah mati. Amin.
No comments:
Post a Comment