07 Maret 2013
Rancangan BAPA: PENYALIBAN. Sebelum kita jatuh ke dalam dosa, BAPA sudah merancangkan oleh KUASA
dan kehendakNya untuk penebusan dosa-dosa kita melalui penyalibanNya di kayu
salib. Kisah Para Rasul 4:27-28, “Sebab
sesungguhnya telah berkumpul dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta
bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus,
yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan
dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.” Jangan lewatkan sepanjang hari ini
tanpa bersarapan pagi bersamaNya, mari saudaraku: berjalan bersamaNya kita akan
diteguhkan dan dikuatkan setiap hari, amin!
Respon 1
Roma 8:1-17 sebagai
manusia kita sering dikuasai daging kita yang membuat kita berdosa, tapi ketika
kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hidup kita dipimpin
oleh Roh Kudus yang membuat kita hidup oleh Roh. Dan itu membuat kita disebut
anak Tuhan. Jika kita anak maka kita berhak menjadi ahli waris yaitu berhak
menerima janji-janji Tuhan dan mewarisi Kerajaan Sorga. Mat 6:5-15 Tuhan suka
saat kita bertemu dengan DIA secara pribadi lewat jam-jam doa kita setiap hari.
Doa kita tidak perlu dengan bahasa yang muluk-muluk dan harus didengar orang
banyak, yang penting ketulusan hati dalam berdoa. Bersaat teduh setiap hari
itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Karena dalam bersaat teduh kita melakukan
komunikasi dengan Tuhan. Selain berdoa kita juga bisa menerima tuntunan Tuhan
lewat pembacaan firman. Amin.
Respon 2
Alfa Omega Church.
Tuhan selalu memimpin setiap langkah kita, di manapun kita berada dan apapun
yang kita kerjakan Tuhan selalu menyertai setiap kehidupan kita. Marilah kita
selalu bersyukur kepadaNya. GBU.
Respon 3
Selamat pagi. Suatu
hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis
memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus
dilakukannya. Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan
sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya), jadi tidak berguna
untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang
membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh
kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur dan tercengang
karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya tetap ditimpa oleh bersekop-sekop
tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia
mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke
bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara si petani dan tetangga-tetangganya
terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga
mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona
ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri! THINGS TO LEARN:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah
dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan, masalah, dsb) adalah
dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati
kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai
pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk
melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang,
jangan pernah menyerah! Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan: 1.
Bebaskan dirimu dari kebencian. 2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan. 3.
Bersandar dalam Tuhan dan nikmati hidup. 4. Berilah lebih banyak. 5.
Berharaplah lebih sedikit. 6. Tersenyumlah. 7. Miliki teman yang bisa membuat
engkau tersenyum. Pagi…
Respon 4
Shalom, met pagi Cik
Siu Siang. Cik, orang yang mau kita kunjungi itu udah aku hubungi hari Senin,
nanti dia mau hubungi lagi kapan bisanya tapi sampai sekarang nggak ada
beritanya. Nanti kalau sudah ada berita, Cik Siu Siang tak kabari lagi ya.
Selamat beraktivitas Tuhan memberkati Cik. Trims ya kiriman firmannya setiap
pagi J
Respon 5
Hikmat Allah yang
menuntun kita untuk dapat menikmati apa yang sudah Bapa sediakan (1Korintus
2:9-10). Ketika kita dapat mengakses hikmat Allah, maka hikmat itu akan
menuntun kita untuk dapat menikmati apa yang sudah Bapa sediakan sehingga kita
tidak lagi berjalan di dalam kekurangan dan keterbatasan, melainkan dapat
berjalan dalam otoritas dan kemuliaanNya, meratakan segala gunung masalah dan
konfrontasi dengan orang fasik. Janganlah kita meninggalkan kuasa doa sesibuk
apapun! Di dalam doa kita bertemu dengan Tuhan, di sanalah Tuhan menyertai
kita, dan peperangan kita menjadi peperangan Tuhan. Tidak ada lagi hal yang
mustahil terjadi bila bersama Tuhan, amin. Bersarapan pagi selalu bersamaNya. Ya
membuat kita menikmati banyak hal-hal yang baru, ajaib, dan yang besar, amin.
JBU!
Respon 6
Doa Fajar.
“FirmanNya: Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Di depan seluruh bangsamu
ini akan Kulakukan perbuatan-perbuatan ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan
di seluruh bumi di antara segala bangsa; seluruh bangsa, yang di
tengah-tengahnya engkau diam, akan melihat perbuatan TUHAN. Sebab apa yang akan
Kulakukan dengan engkau, sungguh-sungguh dahsyat.” Keluaran 34:10. Pada pagi
hari ini hamba bersama-sama seluruh keluarga menghampiri tahta kemuliaanMu dan
memasuki ruang Maha Kudus, oleh kuasa darahMu yang menyucikan dan melayakkan
kami untuk menyembah Tuhan, Raja di atas segala raja yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Pada pagi hari ini kami mau siapkan hati kamu dengan bersujud dan merendahkan
hati di altarMu tuk menerima urapan, berkat, dan keajaibanMu sepanjang hari
ini. Kami tak mau dan tak mampu berjalan sendiri, sungguh kami perlu tuntunan,
pimpinan dan perlindungan Roh Kudus tuk dapat memenangkan tantangan hidup dalam
pekerjaan, keluarga dan pelayanan serta kesehatan kami. Hanya di dalam nama
Tuhan Yesus kami buka hari ini dengan buka hati tuk terima keajaiban dan
kedahsyatan perbuatan tanganMu bagi kami dan seluruh keluarga kami. Haleluyah,
heleluyah. Amin.
Respon 7
Suatu saat aku sedang
menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh, kulihat Tuhan
di ruang pengemudi, Ia menatapku dan berkata: “Lepaskanlah tambatan tali itu,
dan biarlah Aku membawa engkau ke seberang. Sebab bukan rancangan-Ku engkau
tertambat di sini…” Gelisah dan kuatir aku menjawab, “Tuhan, bukankah lebih
baik aku tetap di sini? Aku tidak akan melihat taufan dan badai dan aku dapat
kembali ke darat kapanpun aku mau.” Dengan lembut, Ia memegangku, menatap
mataku dan berkata, “Jika engkau tidak mengalami taufan dan badai, engkau tidak
akan pernah melihat, bahwa Aku berkuasa atas semua itu.” Dalam pergumulanku,
aku memandangi tali yang mengikat perahu. Di tali itu kulihat ada rasa kuatir
akan keuangan, pekerjaan, kehidupan dan masa depan. Dalam hatiku aku bertanya,
“Tahukah Ia apa yang aku inginkan?? Mengertikah Ia apa yang aku rindukan???”
Tuhan memelukku dan berkata lembut, “Memang tidak semuanya akan sesuai dengan
apa yang kau inginkan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan.
Tapi maukah kau percaya, bahwa rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera,
dan masa depanmu adalah masa depan yang penuh harapan?” Ia memeluk dan menangis
bersamaku. Lalu dengan berat aku melepas tali perahuku. Kulepaskan semua rasa kuatir
itu dari hatiku. Kutaruh masa depanku di tanganNya, aku tidak tahu bagaimana
nanti masa depanku, tapi aku percaya Ia sudah ada di sana… Sambil menangis aku
menatapNya dan berkata: Jadilah nahkoda dalam hidupku dan marilah kita berlayar
bersama.” Selamat sore. God bless you.
No comments:
Post a Comment